China-AS Makin Akur, Uang Keluarga Super Kaya Mulai Berbelok ke Tiongkok

Meski demikian, masih ada orang super kaya menganggap ketegangan AS-China masih menjadi salah satu kekhawatiran utama tahun ini.

Diterbitkan 23 September 2026, 07:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Keluarga super kaya di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA) memandang China sebagai pasar yang paling menarik sebagai lokasi investasi di masa depan. Penilaian ini seiring dengan meredanya kekhawatiran mengenai ketegangan antara China dan Amerika Serikat.

Ini terkuak dari survei Citigroup bertajuk Global Family Office Report. Survei yang menganalisis rencana investasi dari 351 family office, perusahaan swasta yang didirikan untuk mengelola aset keluarga super kaya dari lebih dari 40 negara di seluruh dunia.

Dalam survei tersebut, Melansir SCMP, Rabu (23/9/2026), sebesar 29% responden dari Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA) mengatakan mereka berencana meningkatkan eksposur terhadap pasar China. Angka survei ini tertinggi dibandingkan kawasan geografis mana pun.

Destinasi investasi yang paling diminati para orang kaya berikutnya adalah kawasan Asia-Pasifik lain sebesar  26%, dan Amerika Utara sebesar 25%.

Hanya 22% family office yang disurvei menganggap ketegangan AS-China sebagai salah satu kekhawatiran utama tahun ini. Angka ini turun dibandingkan survei pada 2025 yang mencapai 43%.

Gary Ng Cheuk-yan, Ekonom Senior Natixis Corporate and Investment Bank Hasil mengatakan, survei menunjukkan bahwa family office di EMEA berupaya melakukan diversifikasi portofolio, dan China menjadi pilihan populer karena dianggap memiliki ketidakpastian politik yang lebih rendah dibandingkan kawasan lain.

“China dapat menjadi sarana lindung nilai (hedge) terhadap aset yang didenominasikan dalam dolar AS, sekaligus menawarkan peluang di sektor teknologi,” kata Ng.

Namun, dia mengingatkan bahwa valuasi dan strategi keluar investasi masih menjadi persoalan di China, mengingat perubahan regulasi yang sering terjadi serta likuiditas yang terbatas.

Pilihan Family Office

Perdagangan China dengan Uni Eropa dan Afrika terus tumbuh kuat, masing-masing meningkat 12,4% dan 23,3% secara tahunan dalam delapan bulan pertama 2026, menurut data bea cukai China.

Kondisi ini terjadi meskipun saham-saham yang diperdagangkan di Hong Kong dan China daratan mencatat kinerja yang lebih rendah dibandingkan pasar-pasar lain tahun ini.

China juga menjadi salah satu tujuan investasi yang populer di kalangan family office di kawasan Asia-Pasifik. Survei tersebut menemukan 27% responden dari kawasan itu berencana meningkatkan eksposur mereka terhadap pasar China.

Secara global, China menjadi pasar keempat yang paling diminati family office, dengan 19% responden mengatakan mereka berniat menempatkan modal baru di kawasan tersebut.

Amerika Utara, kawasan Asia-Pasifik lainnya, dan Eropa menjadi tiga pilihan teratas, masing-masing dipilih oleh 39%, 29%, dan 20% responden.

Namun, China menjadi pilihan ketiga di antara family office yang mengelola aset lebih dari US$ 500 juta. Dua pilihan di atasnya adalah Amerika Utara dan Asia-Pasifik di luar China.

Tahun ini, inflasi dan suku bunga menggantikan sengketa perdagangan serta ketegangan AS-China sebagai kekhawatiran utama di kalangan family office.

Sebanyak 63% responden mengatakan mereka mengkhawatirkan inflasi. Sementara itu, 38% menyatakan khawatir terhadap stabilitas sistem keuangan global.

Keluarga-keluarga ultra-kaya di Asia menunjukkan minat yang sangat besar terhadap kecerdasan buatan (AI). Lebih dari 80% responden Asia-Pasifik mengatakan mereka berniat berinvestasi di sektor tersebut—jauh di atas rata-rata global sebesar 51%.

 

Sektor Favorit

Sektor kesehatan juga populer di kalangan family office Asia-Pasifik, dengan angka 43%. Sementara itu, sektor-sektor tradisional seperti otomotif, keuangan, dan properti berada di posisi terbawah dalam daftar pilihan investasi kawasan tersebut.

Investor Asia-Pasifik juga memiliki target imbal hasil yang paling ambisius tahun ini. Sebanyak 22% responden di kawasan tersebut menargetkan imbal hasil tahunan sebesar 15% atau lebih, dibandingkan dengan rata-rata global sebesar 11%.

Citi mengaitkan target imbal hasil yang lebih tinggi tersebut, antara lain, dengan banyaknya pencipta kekayaan yang relatif muda di kawasan Asia-Pasifik yang memiliki aspirasi untuk menjadi pengusaha berulang (serial entrepreneurs).

Family office di seluruh dunia sedang menyeimbangkan keyakinan dengan ketahanan, peluang dengan disiplin, serta pertumbuhan dengan tanggung jawab pengelolaan aset,” kata Dawn Nordberg, Kepala Integrated Client Solutions dan Global Family Office Group di Citi Wealth.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • Negara dengan penduduk terbanyak di seluruh dunia. Negara ini telah berganti nama menjadi Republik Rakyat Tiongkok.
    Negara dengan penduduk terbanyak di seluruh dunia. Negara ini telah berganti nama menjadi Republik Rakyat Tiongkok.
    China
  • liputan6
    Miliarder adalah seseorang yang memiliki kekayaan bersih setidaknya satu miliar (1.000.000.000 atau seribu juta) unit mata uang tertentu.
    Miliarder
  • kaya
  • Citigroup