Ty Warner, Miliarder yang Dihukum Jadi Guru Karena Mangkir Pajak

Kasus pajak seolah jadi persoalan yang biasa menyeret banyak pejabat serta pengusaha kaya ke meja hijau. Tak terkecuali, miliarder Ty Warner

Diterbitkan 03 Februari 2014, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Kasus pajak seolah menjadi persoalan yang biasa menyeret banyak pejabat serta pengusaha kaya ke meja hijau. Tak terkecuali, miliarder pemilik perusahaan boneka terkenal, Ty Warner.

Dia terbukti bersalah karena menyembunyikan rekening pribadinya dan tidak membayar pajak pendapatan atas hartanya tersebut. Selama bertahun-tahun kasus itu tidak terungkap sampai akhirnya laporan dari salah satu bank di Swiss menyebutkan tabunganya berjumlah lebih dari US$ 117 juta atau Rp 1,43 triliun (kurs: Rp 12.233 per dolar AS).

Dia mengaku sangat menyesal atas apa yang dilakukannya dan menerima apapun hukuman yang diberikan padanya. Uniknya, meski terbukti bersalah, dia dijatuhi hukuman yang cukup unik yaitu mengajar siswa di Sekolah Menengah Atas (SMA).

Memulai karirnya, Warner merupakan pribadi yang sederhana. Saat masih remaja dia pernah bercita-cita ingin menjadi aktor.

Lantas bagaimana pengusaha yang belum pernah menikah hingga usia 70 tahun ini membuka bisnisnya hingga terjerat kasus pajak? Berikut kisahnya seperti dikutip dari Bloomberg, Talking Points, Forbes dan situs resmi Ty Warner, Senin (3/2/2014):


Sebelum jadi miliarder, Ty Warner adalah seorang pegawai pom bensin

Ty Warner lahir pada 3 September 1944 di chicago, Illinois. Ayahnya merupakan seorang pembuat perhiasan dan penjual mainan anak-anak, Harold Warner. Sementara ibunya, Georgia Warner merupakan piano.

Nama Warner berasal dari bintang baseball favorit orangtuanya Ty Cobb dari Detroit Tigers. Dia juga memiliki satu adik perempuan bernama Joyce Warner.

Saat masih remaja, dia belajar drama di Kalamazoo College. Setelah setahun belajar drama dia lalu pindah ke Hollywood berharap dapat menjadi aktor.

Karir aktingnya sebagai aktor drama pada saat itu ternyata tidak menghasilkan banyak uang. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, dia melakukan berbagai pekerjaan di antarnya, menjadi pegawai pom bensin, penjaga toko dan penjual kamera dari rumah ke rumah.


Bisnis awal Warner menjual boneka kucing

Pada 1962, dia mendapat pekerjaan baru yaitu menjual mainan untuk Dakin, perusahaan yang berbasis di Francisco. Saat itu dia masih berusia 18 tahun.

Gayanya yang eksentrik mendatangkan banyak pembeli. Bahkan dia disebut sebagai penjual terbaik di Dakin. Pada 1980 dia pindah ke Italia dan mendadak muncul ketertarikan terhadap mainan-mainan kucing yang dijual di sana tapi tidak ada di Amerika Serikat (AS).

Terinspirasi dengan boneka hewan yang dilihatnya dia kembali ke AS pada 1983 saat ayahnya meninggal. Dengan menggunakan harta warisan sebesar US$ 50 ribu atau Rp 611,65 juta dan seluruh tabungannya dia mendirikan sebuah perusahaan bernama Ty.

Dia lalu mulai membuat boneka-boneka kucing lucu bernama Smokey, Ginger, Peaches dan Angel. Harga jualnya saat itu US$ 20 per item. Bisnisnya lalu berkembang pesat sehingga dia harus membuat pabrik sendiri.


Jadi Miliarder karena Beanie Babies

Warner kemudian menjual boneka beruang yang terkenal dan berhasil mendirikan perusahaan  besar. Pada 1986, dia mulai mengekspor bonekanya.

Dia lalu menemukan Beanie Babies pada 1993 dan penjualannya sempat melambat. Dia tidak patah semangat dan melakukan berbagai upaya untuk menggenjot produksinya.

Usahanya tak sia-sia, saat ini pengusaha yang belum pernah menikah itu sukses menyandang gelar miliarder. Total hartanya sekarang telah mencapai US$ 2,6 miliar atau setara Rp 31,8 triliun.


Kejahatan pajak apa yang dilakukan Ty Warner

Sejak 1996 hingga 2008, Warner menyimpan sebagian hartanya di bank UBS AG (UBSN) di Swiss dan Zuercher Kantonalbank. Pada 2008, saldo rekening yang dirahasiakannya itu tercatat lebih dari US$ 107 juta.

Warner gagal membayar hampir US$ 5.600.000 dalam pajak atas pendapatan dideklarasikan tersembunyi di akun tersebut 1999-2007, jaksa mengatakan dalam sebuah singkat pra - kalimat diajukan pada 7 Januari .

Warner mangkir dan tidak membayar pajak pendapatan yang tersimpan di rekening-rekening rahasianya itu. Jumlahnya mencapai US$ 5,6 juta. Dia terus menyembunyikan uang itu sampai benar terbukti bahwa dia tidak membayar pajak.

Di pengadilan, warner menerima semua kesalahannya dan mau bertanggung jawab dengan menerima hukuman yang diberikan padanya. Namun karena kebaikannya pada masyarakat, dia mendapat keringanan hukuman dari hakim


Terbukti mangkir bayar pajak, Warner dihukum jadi pengajar di SMA

Meski terbukti berhasil Miliarder perusahaan boneka ternama ini lolos dari jeratan jeruji besi, Warner hanya dijatuhi dua tahun hukuman percobaan. Dia juga harus menghabiskan waktu selama 500 jam untuk pelayanan publik.

Dia harus menjadi pengajar di tiga Sekolah termasuk di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Chicago. Semua itu menjadi hukumannya karena telah menghindari pembayaran pajak atas pendapatannya.

"Saya tidak pernah menyadari kesalahan terbesar dalam hidup saya ini bisa menyakiti orang-orang terdekat. Saya sangat menyesal," ungkap Warner yang seumur hidupnya terkenal sangat baik dan dermawan. (Sis/Igw)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6