Sukses

Pemerintah Disarankan Restrukturisasi Utang Buat Amankan Ekonomi

Pemerintah diminta segera mengambil langkah restrukturisasi utang sebagai upaya menyelamatkan ekonomi Indonesia yang sedang bergejolak akibat kondisi global.

Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM), Tony Prasetiantono mengatakan, kebijakan restrukturisasi utang mencegah terjadinya defisit berlebih, karena adanya utang jatuh tempo.

"Cadangan devisa (cadev) kita sudah mengalami penurunan, ditambah utang kita juga lebih besar. Maka dari itu, pemerintah harus cepat mengambil tindakan sedini mungkin, agar perekonomian kita tidak terus mengalami gejolak yang tinggi," ujar dia di Jakarta, Kamis (22/8/2013).

Menurut Tony, restrukturisasi utang bisa dijalin dengan kreditor. Kebijakan ini pernah terjadi saat Indonesia mengalami krisis moneter di 1998.

Selain itu, pemerintah juga bisa menjalankan Chiang Mai Initiative (CMI), agar bisa meningkatkan cadev yang sudah mengalami penurunan.

Angka cadev yang sudah berada di level US$ 92,67 miliar, bisa ditingkatkan lagi dengan meminjam dana dari negara-negara kawasan Asean. Tapi, yang paling memungkinkan untuk mendapatkan pinjaman cadev dalam jangka pendek dari China. "Kenapa memilih China, karena China sangat potensial, ia memiliki US$ 3,3 triliun," tutur dia.

Selain itu, kata Tony, Bank Indonesia (BI) juga bisa mengambil langkah untuk menaikkan suku bunga acuan (BI Rate). Dari prediksinya, BI akan menaikkan 50 basis poin menjadi 7%. "Dengan langkah-langkah tersebut, ekonomi kita akan bisa diperbaiki lagi," ungkapnya. (Dis/Nur)