BCA Luncurkan Fitur Poket Rupiah, Ini Fungsinya

Poket Rupiah merupakan bagian dari upaya BCA menghadirkan inovasi layanan perbankan digital yang semakin relevan dengan kebutuhan nasabah.

Diterbitkan 31 Desember 2025, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) resmi menghadirkan Poket Rupiah di aplikasi myBCA, yang memungkinkan nasabah membagi dan mengatur dana untuk berbagai tujuan dalam satu rekening.

Peluncuran Poket Rupiah merupakan bagian dari upaya BCA menghadirkan inovasi layanan perbankan digital yang semakin relevan dengan kebutuhan nasabah.

Melalui Poket Rupiah di myBCA, nasabah dapat memiliki hingga 20 “kantong/poket” dalam satu rekening; misalnya untuk dana pendidikan anak, liburan akhir tahun, pembelian gadget, hingga dana darurat.

Setiap poket dapat dipersonalisasi dengan nama, pemilihan kategori, hingga target, serta setoran rutin untuk mencapai tujuan nasabah. Dengan adanya fitur ini, nasabah dapat mengelola keuangan secara lebih sistematis dan personal.

“Poket Rupiah di myBCA menjadi salah satu inovasi yang dilakukan untuk menjawab kebutuhan nasabah akan pengaturan dana yang fleksibel, aman, dan mudah diakses dalam satu aplikasi. BCA berkomitmen untuk senantiasa menghadirkan pengalaman perbankan yang andal, berkualitas, dan relevan dengan gaya hidup nasabah," kata Executive Vice President Transaction Banking Product Development BCA Jan Hendra, Rabu (31/12/2025). 

Poket Rupiah juga dirancang untuk mendukung perencanaan keuangan nasabah melalui fitur Kunci Poket. Melalui fitur ini, nasabah dapat mengunci dana pada kantong/poket tertentu agar tidak terpakai untuk kebutuhan lain, khususnya untuk tujuan tabungan jangka menengah hingga panjang.

Nasabah juga dapat mengatur target dana serta periode setoran rutin secara mandiri, sehingga proses menabung menjadi lebih terarah dan konsisten. Fitur Kunci Poket dapat dibuka kapan pun tanpa penalti melalui ATM atau kantor cabang BCA.

Seluruh mutasi dalam Poket Rupiah tercatat dalam e-Statement yang terkonsolidasi dengan rekening induk, sehingga memudahkan nasabah memantau kondisi keuangan secara menyeluruh. Poket Rupiah dapat digunakan nasabah pemilik rekening Tahapan, Tahapan Gold, Tapres, dan Tahapan Xpresi.

Seluruh transaksi bersumber dari atau ditujukan ke Poket Rupiah dilakukan melalui aplikasi myBCA, guna memastikan kontrol dan keamanan transaksi tetap optimal.

 

 

BCA Kini Genggam 17,5% Saham PTEN

Sebelumnya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA membeli saham PT Penyelesaian Transaksi Elektronik Nasional (PTEN) dari PT Central Capital Ventura (CCV), entitas anak usaha perseroan pada Kamis, 18 Desember 2025.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Jumat (19/12/2025), PT Bank Central Asia Tbk dan CCV telah menandatangani akta jual beli 3.500 saham PTEN pada 18 Desember 2025.

"Atas transaksi itu, kepemilikan saham PTEN yang sebelumnya dimiliki secara tidak langsung kini dimiliki secara langsung oleh perseroan. Persentase kepemilikan saham PTEN oleh perseroan sebesar 17,5%,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

PTEN merupakan lembaga services dalam ekosistem pembayaran Gerbang Pembayaran Nasional (GPN), suatu perusahaan yang sahamnya dapat dimiliki bersama baik secara langsung atau tidak langsung oleh sejumlah bank KBMI (Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti) IV dan lembaga switching.

CCV merupakan perusahaan terkendali yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Perseroan (baik langsung maupun tidak langsung), sehingga transaksi pembelian saham PTEN yang dimiliki CCV ini merupakan transaksi afiliasi sebagaimana diatur pada Pasal 6 ayat (1) huruf b angka 1 Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan yang hanya wajib dilaporkan oleh Perseroan kepada OJK.

“Transaksi bukan merupakan Transaksi Material berdasarkan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha,”

Kinerja Kuartal III 2025

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) bersama entitas anak mencatat pertumbuhan kredit sebesar 7,6% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 944 triliun hingga akhir September 2025.

Kinerja ini ditopang oleh ekspansi kredit yang tetap berkualitas serta likuiditas yang terjaga. Sementara itu, total dana pihak ketiga (DPK) meningkat 7,0% YoY, dengan CASA menjadi sumber pendanaan utama. Sepanjang sembilan bulan pertama 2025, laba bersih BCA dan entitas anak naik 5,7% YoY menjadi Rp 43,4 triliun.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Hendra Lembong, mengatakan terjaganya penyaluran kredit di berbagai sektor mencerminkan komitmen BCA dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia menambahkan pelaksanaan BCA Expo 2025 yang diperpanjang hingga 31 Oktober menjadi salah satu upaya mendorong pembiayaan sekaligus memberi nilai tambah bagi masyarakat.

Kredit korporasi tercatat menjadi penyumbang terbesar dengan kenaikan 10,4% YoY menjadi Rp 436,9 triliun per September 2025. Kredit komersial naik 5,7% YoY menjadi Rp 142,9 triliun, sedangkan kredit UKM tumbuh 7,7% YoY mencapai Rp 129,3 triliun.

Untuk kredit konsumer, pertumbuhannya sebesar 3,3% YoY menjadi Rp223,6 triliun, dipicu oleh peningkatan KPR 6,4% YoY menjadi Rp 138,8 triliun. Pinjaman konsumer lain, terutama kartu kredit, tumbuh 6,9% YoY ke Rp 23,5 triliun.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6