Exxon Kembalikan 2 Lapangan Minyak di Blok Cepu ke RI

Exxon berencana untuk mengembalikan Lapangan Alas Dara dan Kemuning yang berada di Blok Cepu ke pemerintah Indonesia.

Diterbitkan 28 Juni 2013, 12:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Mobil Cepu Ltd, anak perusahaan Exxon Mobil Corporation, bersama PT Pertamina (Persero) telah menyampaikan proposal kepada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk mengembalikan Lapangan Alas Dara dan Kemuning yang terletak di area Blok Cepu kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Selain itu, Mobil Cepu juga mengusulkan mengusulkan agar Pertamina melanjutkan pengelolaan kedua lapangan tersebut.

 "Kami akan tetap fokus pada pengembangan Lapangan Banyu Urip, proyek gas Jambaran-Tiung Biru dan Cendana, serta evaluasi dari temuan minyak di Lapangan Kedung Keris," ungkap VP Public & Government Affairs Mobil Cepu Ltd, Erwin Maryoto saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (28/6/2013)

Erwin menuturkan perseroan juga akan terus melakukan evaluasi atas kegiatan eksplorasi dan potensi pengembangan di wilayah lain dalam area Blok Cepu.

Sementara itu, Mobil Cepu Ltd saat ini mulai mengebor 42 sumur di Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, Jawa Timur. Langkah itu dilakukan untuk mencapai target produksi minyak sebesar 165 ribu barel per hari (bph) pada 2014.

Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini sebelumnya menjelaskan, produksi awal dari Blok Cepu bisa sebesar 90 ribu bph pada Agustus 2014. Jumlah tersebut sudah termasuk dari produksi dari Gas Oil Separation Plant (GOSP) yang saat ini sudah berproduksi sekitar 26 ribu-28 ribu bph.

Kemudian, secara bertahap selama tiga bulan, produksi akan meningkat hingga produksi puncak sebesar 165 ribu bph. Artinya, paling cepat November 2014 produksi puncak dapat tercapai. “Produksi puncak tersebut akan tertahan selama lebih dari tiga tahun,” kata Rudi.

SKK Migas meminta kepada semua pihak, terutama MCL dan Kontraktor EPC, untuk bekerjasama dalam menyelesaikan proyek sesuai dengan komitmen yang tercantum dalam kontrak.

Rudi menegaskan, proyek ini penting dan strategis untuk ketahanan negara dalam bidang energi. Apabila proyek ini dapat berjalan seperti yang direncanakan, Lapangan Banyu Urip dapat memberikan kontribusi produksi minyak sekitar 16,5% dari target produksi minyak nasional pada akhir 2014.

Angka ini merupakan hal yang sangat berarti bagi pendapatan negara. Oleh karena itu, proyek Banyu Urip harus dapat terlaksana sesuai dengan sasaran proyek.

“Syaratnya, sesuai dengan waktu, mutu, biaya, taat terhadap semua peraturan, serta dilaksanakan dengan aman dan selamat,” kata dia. (Ndw)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6