Dukung Zero ODOL: Angkutan Kontainer KAI Logistik Cetak Rekor

Secara kumulatif, hingga Mei 2025, KAI Logistik mencatat total volume angkutan kontainer mencapai 959.139 ton.

Diperbarui 12 Juni 2025, 18:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Moda transportasi kereta api terus membuktikan perannya sebagai solusi logistik nasional yang efisien dan berkelanjutan. Dalam menyikapi dinamika industri logistik serta kebijakan pemerintah yang akan menerapkan larangan kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) pada 2026, KAI Logistik mencatatkan rekor baru dalam pengangkutan kontainer melalui kereta api.

Capaian ini mempertegas posisi strategis kereta api dalam mendukung sistem logistik nasional yang andal.

Pada Mei 2025, volume angkutan kontainer KA mencapai 239.346 ton, menjadikannya rekor bulanan tertinggi sepanjang periode 2024–2025.

Secara kumulatif, hingga Mei 2025, total volume angkutan kontainer mencapai 959.139 ton, dengan rata-rata volume bulanan sebesar 191.826 ton—naik 6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Inovasi dan Ekspansi Layanan Dorong Kinerja KA Kontainer

Kinerja cemerlang ini tidak lepas dari inovasi dan strategi ekspansi yang diterapkan oleh KAI Logistik.

”Kami terus mengembangkan layanan dengan strategi inovatif dalam meningkatkan daya saing moda KA. Selain hadir di kawasan strategis, KAI Logistik juga menerapkan teknologi RFID pada lebih dari 2.000 unit termasuk untuk layanan kereta api kontainer guna meningkatkan optimalisasi rantai pasok," kata Direktur Utama KAI Logistik, Fredi Firmansyah, Kamis (12/6/2025).

Ia juga menambahkan bahwa perusahaan meningkatkan frekuensi perjalanan pada rute utama seperti Jakarta-Semarang-Surabaya, serta memperluas kapasitas angkut relasi Klari-Semarang-Surabaya dengan penambahan 10 gerbong, sehingga kini mencapai total 30 gerbong atau setara 1.080 ton per perjalanan kereta api.

 

Dukung Kebijakan ODOL dan Tekan Kerugian Negara

Pemerintah tengah mendorong penghapusan kendaraan ODOL yang selama ini menyebabkan kerusakan infrastruktur jalan dan menimbulkan kerugian negara hingga Rp43,5 triliun per tahun.

Kerugian tersebut mencakup biaya perbaikan jalan nasional dan tol, serta akibat kecelakaan dan kemacetan.

KAI Logistik menilai angkutan kereta api sebagai solusi strategis untuk mendukung implementasi kebijakan ODOL.

Dengan mengalihkan pengangkutan barang ke moda rel, pemerintah tidak hanya menekan biaya pemeliharaan jalan, tetapi juga meningkatkan keselamatan dan kelancaran lalu lintas serta berkontribusi pada pengurangan emisi karbon dalam kerangka green logistics.

 

Visi Jangka Panjang Menuju Logistik Berbasis Rel yang Modern

Keunggulan kereta api tidak hanya terletak pada kapasitas angkutnya—satu rangkaian KA kontainer setara dengan 60 truk 20 ton—tetapi juga pada keandalan waktu tempuh dan tingkat keselamatan yang tinggi. Hal ini menjadikannya pilihan ideal untuk pelaku usaha dalam mengelola rantai pasok yang efisien.

”Ke depan, dalam menghadapi dinamika industri logistik, KAI Logistik akan terus berupaya melakukan akselerasi dalam menghadirkan layanan yang solutif. Hingga 2029, KAI Logistik telah memetakan strategi khususnya pada angkutan multi komoditi termasuk layanan KA Kontainer. Strategi tersebut mencakup perluasan layanan pada angkutan ekspor dan impor, ekspansi menuju layanan green freight, serta penguatan layanan cold chain logistics," tutup Fredi Firmansyah.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6