Sukses

Tak Hanya Bangun IKN, Pemerintah Target Kemantapan Jalan Nasional Capai 93,5 Persen

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga target capai 93,57 persen tingkat kemantapan jalan nasional pada 2023 ini. 

Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian mengatakan, pada 2023 pihaknya mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 49,31 triliun. Sebanyak Rp 8,73 triliun (17,71 persen) dianggarkan untuk pembangunan IKN Nusantara, sementara sisa Rp 40,58 triliun (82,29 persen) untuk program konektivitas dan dukungan manajemen. 

"Untuk mencapai target kemantapan jalan pada Renstra sebesar 96 persen dibutuhkan alokasi anggaran sebesar Rp 30 triliun. Sedangkan anggaran preservasi jalan dan jembatan untuk tahun 2023 hanya Rp 22,97 triliun. Maka prediksi kemantapan jalan yang dapat dicapai adalah sebesar 93,57 persen," terangnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR, Selasa (24/1/2023). 

Adapun rencana kegiatan Ditjen Bina Marga pada 2023 meliputi pembangunan jalan nasional sepanjang 422,35 km, peningkatan kapasitas dan preservasi peningkatan struktur jalan nasional sepanjang 3.538,36 km, pembangunan dan duplikasi jembatan sepanjang 8.255,55 meter, preservasi dan penggantian jembatan sepanjang 106.923,98 meter.

Kemudian, peningkatan konektivitas jalan bebas hambatan atau jalan tol sepanjang 6,49 km, peningkatan aksesibilitas flyover/underpass/terowongan sepanjang 2.165,86 meter, preservasi rutin jalan dan jembatan nasional serta revitalisasi drainase dan jembatan gantung, dan dukungan manajemen. 

"Rencana padat karya Bina Marga tahun 2023 sebesar Rp4,78 triliun dengan rencana serapan tenaga kerja 80 ribu orang," ujar Hedy. 

Sementara pada 2022, Hedy mengatakan capaian realisasi keuangan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR sebesar Rp 54,49 triliun, atau sebesar 93,71 persen dari pagu anggaran Rp 58,14 triliun dan realisasi fisik 96,13 persen. 

"Untuk capaiannya pada tahun 2022 telah dibangun jalan tol sepanjang 142 km, jalan nasional baru sepanjang 468 km, jembatan sepanjang 20.759 meter, dan flyover/underpass sepanjang 1.128 meter," pungkas Hedy.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

70 Investor Rebutan Bangun IKN Nusantara

Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) bernama Nusantara di Kalimantan Timur terus berjalan. Saat ini pemerintah telah membangun  Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di IKN Nusantara. Sejalan, pemerintah juga terus menarik investor untuk ikut mendukung pembangunan ini.

Pucuk dicinta ulam tiba, Otorita IKN (OIKN) mengungkapkan bahwa 70 letter of intent atau LOI dari perusahaan swasta berminat untuk ikut berinvestasi di IKN.

"Hingga saat ini sudah lebih dari 70 perusahaan swasta yang mengirimkan letter of intent ke Otorita IKN sebagai pernyataan minat berinvestasi di IKN. Sebanyak 11 diantaranya berasal dari Malaysia," ujar Kepala Otorita IKN Bambang Susantono dikutip dari Antara, Minggu (22/1/2023). 

Bambang melanjutkan, pemerintah menyadari pentingnya kepastian hukum dalam investasi bagi para penanam modal. IKN Nusantara sudah memiliki payung hukum sehingga rencana pemindahan ibu kota bisa dipastikan akan terus berlanjut apabila tidak ada kondisi kahar.

Mengenai peluang investasi di IKN Nusantara, menurut dia, ada beberapa sektor yang memiliki peluang bagus, antara lain transportasi, pendidikan, pengembangan energi, industri pertanian berkelanjutan dan teknologi kota cerdas serta masih banyak lagi sektor yang menarik.

"Saya sangat yakin proyek IKN akan mendatangkan banyak investor baik dari luar negeri maupun dalam negeri,” kata Bambang.

3 dari 3 halaman

80 Persen Biaya dari Investor

Dalam perhelatan World Economic Forum (WEF) pada 16-20 Januari 2023 di Davos, Swiss, pemerintah Indonesia menggelar kegiatan Indonesia Pavilion dengan mengusung tema Experience Indonesia. Menariknya, pada gelaran Indonesia Pavilion tersebut, pemerintah juga memaparkan perkembangan dan peluang bisnis di IKN Nusantara.

Seperti diketahui bersama, sudah menjadi komitmen pemerintah bahwa 80 persen dari anggaran pembangunan IKN Nusantara akan dibiayai oleh investor dan sisanya melalui APBN. Saat ini IKN telah masuk ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional. Pemerintah menargetkan menggelar upacara Hari Kemerdekaan Indonesia di sana pada 17 Agustus 2024.

Beberapa pembangunan infrastruktur dasar di IKN Nusantara telah selesai 100 persen di tahun 2022, antara lain pembangunan jalan lingkar Sepaku 1, jalan lingkar Sepaku 2 dan jalan lingkar Sepaku 3.

Pembangunan jalan tol IKN segmen 3A (Karangjoang-KKT Kariangau), segmen 3B (KKT Kariangau – Sp Tempadung) dan segmen 5A (Sp Tempadung- Jembatan Pulau Balang) sudah mulai dikerjakan dan direncanakan rampung pada Juni-Juli 2024.

Direktur Eksekutif Segara Research Institute, Piter Abdullah mengatakan investor seharusnya mau menanamkan modal di IKN Nusantara karena IKN memiliki potensi menjadi pusat ekonomi baru di Indonesia.

“Investor pasti bisa melihat masa depan dari IKN ini,” kata Piter.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS