Sukses

Bupati Tangerang: Bahan Pokok Makin Mahal usai Harga BBM Naik

Liputan6.com, Jakarta Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengungkap peran pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi. Utamanya kenaikan harga pangan imbas dari kenaikan harga BBM subsidi di awal September 2022.

Menurut pantauannya, ada kenaikan yang terjadi setelah pemerintah menetapkan harga BBM Pertalite ke Rp 10.000 per liter dan Solar Rp 6.800 per liter. Maka, ia melakukan pemantauan secara rutin di wilayah yang dipimpinnya.

"Setip hari kami pantau harga sembako yang memang jadi sangat krusial ditengah kenaikan BBM saat ini. Di kabupaten Tangerang, walau ada kenaikan tapi relatid dinamis, mudah-mudahan bisa jaga keseimbangan dan kestabilan (harganya)," kata dia dalam Inspirato Sharing Session Liputan6.com, Kamis (22/9/2022).

Ia mengakui dalam 1 minggu terkahir ini ada kenaikan dari sisi biaya transportasi yang mendorong kenaikan bahan pokok. Ditambah, ada beberapa barang yang memang belum masuk masa panen.

Kondisi itu turut berpengaruh pada harga-harga di pasaran. Disamping itu, adanya pengaruh harga pakan juga turut mengerek harga jual misalnya ayam potong.

"Ini juga jadi sangat krusial, kalau beras, minyak goreng, daging ayam yang memang ada peningkatan saat ini karena pakannya terpengaruh kenaikan BBM," terangnya.

"Ini artinya tim TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) di daerah bekerja terus memantau perkembangan efek domino kenaikan BBM terhadap inflasi daerah kita," tambah Zaki.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Kerja Sama Antar Daerah

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan kalau pemerintah terus berupaya untuk menekan tingkat inflasi di daerah. Caranya dengan menggencarkan kerja sama antar daerah sebagai instrumen pengendalian.

Menurutnya, ada 66 kota dari 90 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) yang tingkat inflasinya diatas nasional. Misalnya, mengacu pada tingkat inflasi pada Agustus 2022 sebesar 4,69 persen.

"Kerja sama antar daerah guna menekan inflasi akan terus didorong semakin efektif agar dapat menjaga stabilitas harga di masyarakat," kata dia dalam Inspirato Sharing Session Liputan6.com, Kamis (22/9/2022).

Menko Airlangga menerangkan, kondisi global mempengaruhi tingkat inflasi di berbagai negara, tak terlepas juga Indonesia. Kendsti begitu, tingkat inflasi di Agustus 2022 sebesar 4,69 persen, lebih rendah dari posisi Juli 2022 4,94 persen.

 

3 dari 4 halaman

Lonjakan Inflasi

Peningkatan inflasi di Juli tersebut disebabkan oleh lonjakan inflasi pangan yang tembus 11,47 perse year on year. Angka ini berhasil ditekan pemerintah menjadi 8,93 persen yoy pada Agustus 2022.

"Kita akan terus menekan inflasi volatile food agar rdapat mencapa komitmen awal pada TPIP maret lalusebesar targetnya adalah 3-5 persen," ungkapnya.

Dia mencatat, tingkat inflasi lebih tinggi terjadi di beberapa negara, termasuk negara besar. Misalnya, Turki, India, Korea Selatan, Inggris, Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Rusia. Indonesia menjadi salah satu negara di dunia yang tingkat inflasinya cukup rendah imbas dari ketidakpastian global.

 

4 dari 4 halaman

Ganggu Pemulihan Ekonomi

Pada kesempatan itu, dia meyakini ketidakpastian global menekan tingkat pemulihan ekonomi di banyak negara. Ditambah dengan adanya kekhawatiran atas risiko resesi baru.

"IMF dan World Bank menyatakan bahwa terdapat risiko terjadinya resesi global dan krisis keuangan di tahun 2023," kata dia.

"Meski berada ditengah risiko ketidakpastian global yang meningkat, pertumbuhan ekonomi indonesia mampu meningkat hingga 5,44 persen yoy pada kuartal II, atau tumbuh diatas 5 persen selama tiga bulan berturut-turut," tambahnya.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS