Sukses

MA Tunda Pelantikan Dewan Komisioner OJK Periode 2022-2027

Liputan6.com, Jakarta - Mahkamah Agung (MA) menyatakan tidak ada jadwal pelantikan Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Selasa, 24 Mei 2022.

Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung Sobandi memastikan tidak ada jadwal pelantikan DK OJK pada Selasa, 24 Mei 2022. Hal ini karena Ketua MA M.Syarifuddin sudah memiliki jadwal di Yogyakarta.

"Besok (Selasa-24 Mei 2022) tidak ada jadwal pelantikan OJK karena pak Ketua Mahkamah Agung ada kegiatan lain yang sudah dijadwalkan jauh hari sebelumnya. Di antaranya peresmian aplikasi pengadilan militer di Jogja,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com lewat pesan singkat, Senin (23/5/2022).

Saat ditanya kapan tepatnya pelantikan DK OJK, Sobandi belum dapat memastikan. “Belum ada jadwal,” kata dia.

Dalam surat Sekretaris MA nomor 1280/SEK/KP.05.3/5/2022 pada 23 Mei 2022 berisi hal penundaan pengucapan sumpah/janji DK OJK. Disebutkan dalam surat tersebut pengucapan sumpah/janji DK OJK yang semula diadakan pada Selasa, 24 Mei 2022 ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan.

"Diberitahukan dengan hormat bahwa sehubungan dengan satu dan lain hal, maka pengucapan sumpah/janji Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan yang semula akan dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 24 Mei 2022, ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan. Demikian disampaikan dan harap maklum. Atas perhatiannya disampaikan terima kasih,” demikian mengutip surat tersebut yang ditandatangani Sekretaris Mahkamah Agung Republik Indonesia Prof Dr. H.Hasbi.

 

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

DPR Tetapkan 7 Nama Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar Jadi Ketua

Sebelumnya, Komisi XI DPR RI telah merampungkan uji kelayakan dan kepatutan kepada calon anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) periode 2022-2027. Total ada 14 calon anggota DK OJK yang sudah melakukan uji kelayakan dan kepatutan dalam dua hari pada 6-7 April 2022.

Anggota Komisi XI DPR M.Misbakhun menyatakan DPR sudah menetapkan tujuh calon anggota DK OJK periode 2022-2027.”Sudah (ditetapkan-red),” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (7/6/2022).

Berikut tujuh nama calon anggota DK OJK periode 2022-2027:

1.Ketua merangkap anggota

Mahendra Siregar

2.Wakil Ketua sebagai Ketua Komite Etik merangkap anggota:

Mirza Adityaswara

3.Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap anggota:

Dr Dian Ediana Rae

4.Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal merangkap anggota:

Inarno Djajadi

5.Kepala Eksekutif IKNB merangkap anggota:

Ir Ogi Prastomiyono

6.Ketua Dewan Audit merangkap anggota:

Sophia Issabella Watimena

7.Anggota yang membidangi edukasi dan perlindungan:

Dr Friderica Widyasari Dewi

3 dari 4 halaman

Mahendra Siregar Mengundurkan Diri dari SMI Setelah Terpilih Jadi Ketua OJK

Sebelumnya, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2022-2027, Mahendra Siregar mengundurkan diri sebagai Komisaris Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau disebut PT SMI.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (11/5/2022), Direktur Utama PT SMI Edwin Syaruzad menyampaikan, pihaknya menerima surat pengunduran diri Mahendra Siregar sebagai anggota Dewan Komisaris (Komisaris Utama) PT SMI pada 9 Mei 2022. Pengunduran diri itu seiring Mahendra Siregar terpilih sebagai Ketua merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK periode 2022-2027.

Edwin menuturkan, pengunduran diri Mahendra Siregar sebagai komisaris utama tidak berdampak terhadap perseroan. Akan tetapi, SMI perlu perubahan susunan anggota dewan komisaris dan komite.

“Tidak terdapat dampak material terhadap kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha PT SMI terkait informasi atau fakta material. Namun, perlu dilakukan penyesuaian/perubahan susunan anggota dewan komisaris dan komite di bawah dewan komisaris di mana bapak Mahendra Siregar menjabat sebagai anggota,” tulis Edwin.

Sebelumnya, Komisi XI DPR RI telah merampungkan uji kelayakan dan kepatutan kepada calon anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) periode 2022-2027. Total ada 14 calon anggota DK OJK yang sudah melakukan uji kelayakan dan kepatutan dalam dua hari pada 6-7 April 2022.

Anggota Komisi XI DPR M.Misbakhun menyatakan DPR sudah menetapkan tujuh calon anggota DK OJK periode 2022-2027.”Sudah (ditetapkan-red),” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com, Kamis, 7 Juni 2022.

 

4 dari 4 halaman

Profil Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK

Sebelumnya, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi telah ditetapkan sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal itu setelah ikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi DPR RI yang dilakukan pada 6-7 April 2022.

Adapun Inarno ikuti uji kelayakan dan kepatutan di DPR pada Kamis, 7 April 2022.  Berikut profil singkat Inarno yang menjadi Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, mengutip laman BEI. Ia menjabat sebagai direktur utama BEI melalui RUPS pada 29 Juni 20219. Ia memulai karier pada 1991 di pasar modal.

Sebelumnya Inarno Djajadi menjabat sebagai treasury officer di PT Aspac Uppindo Sekuritas (1989-1991). Kemudian sebagai direktur PT Aspac Uppindo Sekuritas pada 1991-1997. Lalu menjabat direktur PT Mitra Duta Sekuritas pada 1997-1999.

Ia juga sempat menjadi direktur PT Widari Sekuritas pada 1999, dan menjabat sebagai Direktur Utama PT Madani Sekuritas pada 2000-2003.

Pria yang meraih gelar sarjana ekonomi dari Universitas Gadjah Mada pada 1981 ini juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama dan kemudian Komisaris serta Komosaris Utama PT KPEI pada 2003-2016. Ia juga pernah menjadi Komisaris Utama PT Maybank Kim Eng Securities pada 2013-2014. Selanjutnya pada 2014-2017, ia menjabat sebagai Komisaris Utama PT CIMB Niaga Securities. Inarno juga pernah menjadi sebagai Komisaris BEI pada 2017-2018.

Inarno Djajadi memiliki pengalaman di berbagai organisasi sepanjang karier, termasuk sebagai anggota Ikatan Pialang Efek Indonesia (IPE) pada 1992-1994, anggota Dewan Pengawas Profesi Pasar Modal Indonesia pada 2017-2020. Ia juga saat ini menjabat sebagai Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Jakarta Raya (ISEI Jaya) sejak 2020.