Sukses

Bank Mandiri Kucurkan KUR Rp 10,49 Triliun per Maret 2022

Liputan6.com, Jakarta Bank Mandiri terus berupaya mendorong penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk memacu pertumbuhan ekonomi di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Diketahui, Pemerintah kembali meningkatkan dana alokasi KUR serta melanjutkan subsidi bunga 3 persen hingga bulan Desember 2022.

Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi mencatat, nilai penyaluran KUR mencapai Rp 10,49 triliun per Maret 2022. Realisasi tersebut setara dengan 26,2 persen dari total plafon KUR yang ditugaskan oleh pemerintah, yakni sebesar Rp 40 triliun sepanjang tahun 2022.

"Pencapaian penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) Bank Mandiri sebesar Rp 10,49 triliun per Maret 2022," kata Darmawan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (27/4).

Dia menyampaikan, dalam mendorong ekspansi kredit, Bank Mandiri senantiasa memprioritaskan prinsip kehati-hatian. Hasilnya, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross secara konsolidasi mampu dijaga pada level rendah 2,66 persen per Maret 2022, menurun 49 basis poin (bps) dari posisi yang sama tahun sebelumnya.

Ke depan, Bank Mandiri secara aktif mendorong penyaluran KUR ke sektor produksi. Tujuannya untuk mendukung program pemerintah dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional dari dampak pandemi Covid-19.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Pemerintah Perpanjang Penyaluran KUR Sampai Desember 2022

Diketahui, Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang masa program subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar 3 persen hingga 31 Desember 2022. Sebelumnya, kebijakan program kredit dengan bunga rendah ini dijadwalkan berakhir pada akhir Juni tahun ini.

"Dengan demikian, suku bunga KUR sampai dengan akhir Desember 2022 hanya sebesar 3 persen," kata Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto di Palembang, ditulis Sabtu (5/3).

Menko Airlangga mengungkapkan, penyaluran KUR terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Di mana realisasi KUR pada 2021 meningkat 42 persen dibandingkan tahun 2020, sehingga mencapai Rp281,86 triliun (98,9 persen dari perubahan target tahun 2021 sebesar Rp285 triliun) dan diberikan kepada 7,4 juta debitur.

Sementara itu, penyaluran KUR pada tahun 2022 hingga tanggal 28 Februari 2022 tercatat sebesar Rp55,06 triliun yang diberikan kepada 1,26 juta debitur. Angka ini setara 14,75 persen dari target tahun 2022 Rp373,17 triliun.

"Sehingga total outstanding KUR pada 28 Februari 2022 sebesar Rp412 triliun dengan NPL yang relatif rendah sebesar 0,98 persen," bebernya.

3 dari 3 halaman

Bank Mandiri Cetak Laba Rp 10 Triliun di Kuartal I 2022, Melonjak 70 Persen

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) berhasil mencetak laba bersih konsolidasi Rp 10 triliun sepanjang kuartal I 2022. Angka tersebut tumbuh 70 persen secara tahunan (year on year/YoY) dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menjelaskan, pencapaian tersebut merupakan hasil dari eksekusi strategi secara disiplin dan prudent yang dimaksimalkan perseroan dalam 2 tahun terakhir.

"Berbagai inisiatif digital yang telah dilakukan turut berhasil memberikan dampak positif kepada core business perseroan. Termasuk memperluas akses Bank Mandiri ke pasar serta ekosistem digital," ujar Darmawan dalam sesi teleconference, Rabu (27/4/2022).

Kinerja bisnis tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan kredit yang secara konsolidasi sebesar 8,93 persen secara (YoY), mencapai Rp 1.072,9 triliun pada kuartal I 2022.

Pertumbuhan kredit ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan industri yang sebesar 6,65 persen (YoY). Pertumbuhan kredit tersebut juga selaras dengan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri yang menembus Rp 1.269,0 triliun atau tumbuh 7,42 persen (YoY).

Peningkatan DPK tersebut utamanya ditopang digitalisasi lewat Livin by Mandiri yang meningkatkan dana murah atau current account and saving account (CASA) bank only yang tumbuh 10,93 persen (YoY) menjadi Rp 748,6 triliun, dengan rasio CASA mencapai 75,0 persen.

"Jauh di atas rata-rata industri perbankan. Realisasi ini berhasil mendorong pertumbuhan aset Bank Mandiri di akhir kuartal pertama tahun 2022 menjadi Rp 1.734,1 triliun. Tumbuh sebesar 9,47 persen secara tahunan," terang Darmawan.