Sukses

Harga Minyak Turun 2 Persen karena Rencana Kenaikan Suku Bunga The Fed

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak turun pada perdagangan Senin. Harga minyak terpukul oleh penguatan nilai tukar dolar AS dan kekhawatiran investor atas kemungkinan kenaikan suku bunga Bank Sentral AS yang lebih cepat dari perkiraan awal.

Mengutip CNBC, Selasa (25/1/2022), harga minyak mentah Brent turun USD 1,62, atau 1,8 persen dan mengakhiri hari di USD 86,27 per barel. Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 2,15 persen atau USD 1,83 menjadi USD 83,31 per barel.

Nilai tukar dolar AS naik ke level tertinggi dalam dua minggu pada perdagangan Senin terhadap sekeranjang mata uang. Kenaikan dolar AS ini dipicu ketegangan antara Rusia dan Barat atas Ukraina dan kemungkinan sikap yang lebih hawkish dari The Fed minggu ini.

Harga minyak Brent sempat naik lebih dari USD 1 di awal sesi di tengah kekhawatiran atas pasokan yang ketat dan peningkatan risiko geopolitik di Eropa dan Timur Tengah.

"Eskalasi lebih lanjut dari situasi di Ukraina dan Timur Tengah mendorong premi risiko pada harga minyak. Hal ini karena negara yang terlibat Rusia dan UEA adalah anggota penting OPEC+," kata analis Commerzbank Carsten Fritsch.

Ketegangan di Ukraina telah meningkat selama berbulan-bulan setelah Rusia mengumpulkan pasukan di dekat perbatasan. Hal ini memicu kekhawatiran gangguan pasokan di Eropa Timur.

Ketegangan di Ukraina telah meningkat selama berbulan-bulan setelah Rusia mengumpulkan pasukan di dekat perbatasannya, memicu kekhawatiran gangguan pasokan minyak di Eropa Timur.

Di Timur Tengah, Uni Emirat Arab mencegat dan menghancurkan dua rudal balistik Houthi yang menargetkan negara Teluk pada hari Senin setelah serangan mematikan seminggu sebelumnya.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Prediksi Barclays

Lembaga keuangan Barclays telah menaikkan perkiraan harga minyak rata-rata sebesar USD 5 per barel untuk tahun ini, dengan alasan menyusutnya kapasitas cadangan dan meningkatnya risiko geopolitik.

Barclays menaikkan perkiraan harga rata-rata 2022 menjadi USD 85 dan USD 82 per barel untuk Brent dan WTI.

Kedua tolok ukur naik untuk minggu kelima berturut-turut minggu lalu, naik sekitar 2 persen untuk mencapai level tertinggi sejak Oktober 2014.

Harga minyak naik lebih dari 10 persen di tahun ini di tengah kekhawatiran atas pengetatan pasokan dan OPEC+ sekarang berjuang untuk mencapai target kenaikan produksi bulanan 400.000 barel per hari.