Sukses

Jokowi Minta OJK Tak Kendor Awasi Investasi Bodong

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi industri jasa keuangan yang bisa saling bahu membahu dengan sektor riil untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional selanjang 2021. Ia juga memuji sektor jasa keuangan yang tidak egois mencari keuntungan semata.

"Jika sektor jasa keuangan hanya memikirkan keuntungan semata tanpa menggerakkan sektor riil akan berpotensi memunculkan skema ponzi," ungkap Jokowi dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2022 di Jakarta, Kamis (20/1/2022).

Kepala negara ini mengatakan tanpa sektor jasa keuangan yang baik perekonomian nasional tidak akan berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Begitu juga sebaliknya, sektor jasa keuangan tidak bisa kuat jika tidak didukung dengan pergerakan sektor riil.

Dia juga menyoroti munculnya investasi bodong, penipuan investasi dan sejenisnya yang kian marak dalam 2 tahun terakhir. Kerangka model penipuan tersebut sangat merugikan masyarakat.

Di masa sulit seperti ini, pengawasan tidak boleh kendor karena pengawasan yang lemah akan membuka celah. Membuka peluang berbagai kejahatan yang muaranya akan merugikan masyarakat.

"Persoalan-persoalan seperti ini juga menjadi tugas kita bersama dan OJK sebagai motornya," kata dia.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Jokowi Minta OJK Permudah Akses Permodalan untuk UMKM dan Koperasi

Selain itu, Jokowi juga menyoroti sektor UMKM yang terdampak pandemi dalam 2 tahun terakhir. Dia menyebut sebagian besar pelaku usaha belum mendapatkan porsi kredit yang sesuai. Dia memperkirakan baru 20 persen pelaku usaha yang mendapatkan akses pembiayaan. Padahal target pemerintah di tahun 2024 lebih besar lagi.

"Target kita di 2024 bisa mencapai 30 persen untuk porsi UMKM," kata dia.

Untuk mencapai target tersebut pun tidak bisa menunggu di tempat. Seharusnya OJK bisa jemput bola atau melakukan berbagai terobosan. Dia tak mau lagi mendengar keluhan dari masyarakat yang mengaku sulit mendapatkan akses pembiayaan.

"Tidak boleh ada lagi cerita misalnya akses kredit yang sulit, akses pembiayaan di sektor informal yang sulit," katanya.

Baik UMKM maupun koperasi tidak boleh ada lagi yang kesulitan akses permodalan. Aksesnya harus dipermudah dan dipercepat sehingga memberikan peluang lebih besar bagi generasi muda yang memulai usaha. Termasuk UMKM untuk mengembangkan usaha dan memperbesar skala usahanya.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS