Sukses

Tengok Area Hunian Prospektif di 2022

Liputan6.com, Jakarta - Di tahun 2021, berbagai stimulus dan kebijakan pemerintah berhasil meningkatkan minat konsumen untuk melakukan transaksi pembelian properti. Selain insentif Pemerintah, proyek infrastruktur transportasi juga turut menjadi daya tarik bagi konsumen, khususnya jalan tol yang menghubungkan kawasan hunian dengan pusat kota.

Country Manager Rumah.com Marine Novita menjelaskan, meskipun minat masyarakat terhadap properti kelas menengah atas di pusat kota meningkat, namun minat konsumen properti pada tahun 2022 masih akan tertuju pada kawasan-kawasan penyangga kota-kota besar (suburban).

"Selain harga, infrastruktur transportasi, kelengkapan fasilitas umum seperti pusat perbelanjaan, fasilitas kesehatan dan pendidikan masih akan menjadi daya tarik utama. Berdasarkan hal tersebut, Rumah.com menganalisis sejumlah wilayah yang diperkirakan akan menjadi incaran konsumen di 2022," jelas Marine dalam keterangan tertulis, Minggu (1/1/2022).

Wilayah prospektif yang pertama adalah Tangerang Raya. Kecamatan Cipondoh dan Karang Tengah menjadi dua area yang paling prospektif di Kota Tangerang tahun ini. Berdasarkan data Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI), pada kuartal ketiga 2021, indeks harga properti di Cipondoh naik 29 persen secara tahunan, sementara Karang Tengah mencatat kenaikan indeks harga sebesar 41 persen juga secara tahunan.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Wilayah Prospektif Lain

Selanjutnya wilayah prospektif kedua adalah Kota Bogor yang cukup mencuri perhatian konsumen di tahun 2021. Peningkatan jumlah pencarian properti di wilayah ini menjadi yang paling signifikan selama tiga kuartal. Bahkan ketika tren pencarian mengalami penurunan pada Q3 2021, Kota Bogor justru mencatatkan kenaikan sebesar 21,84 persen secara kuartalan.

Kemudian wilayah prospektif ketiga adalah Kabupaten Gresik. Di Jawa Timur, Kabupaten Gresik berkembang menjadi area paling prospektif di kawasan metropolitan Surabaya atau yang dikenal sebagai Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan). Wilayah yang menghadap Selat Madura dan Laut Jawa ini memiliki potensi untuk menjadi sunrise property didorong oleh perkembangan infrastruktur dan industri di dalamnya.