Sukses

Sektor Properti Komersial di China Alami Peningkatan Permintaan

Sektor properti komersial China mengalami peningkatan permintaan di tengah kemerosotan properti secara keseluruhan.

Liputan6.com, Jakarta - Sektor properti komersial China mengalami peningkatan permintaan di tengah kemerosotan properti secara keseluruhan. Ibu kota Beijing mengalami kenaikan harga sewa untuk lokasi ritel utama pada laju tercepat sejak 2019, kata konsultan properti JLL dalam sebuah laporan pada Selasa. 

Sewa meningkat sebesar 1,3% selama tiga bulan pertama tahun ini dibandingkan dengan kuartal keempat 2023, kata laporan itu.

Permintaan dari merek makanan dan minuman baru, penawaran fesyen asing, dan perusahaan mobil listrik telah membantu mendorong minat terhadap etalase pusat perbelanjaan, menurut JLL.

Perusahaan memperkirakan permintaan akan terus berlanjut sepanjang tahun, sehingga membantu meningkatkan harga sewa, yang masih jauh di bawah tingkat sebelum pandemi.

Penjualan Perkantoran

Real estate komersial, yang mencakup gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan, hanya mewakili sebagian kecil dari keseluruhan pasar properti China.

Penjualan perkantoran dan properti komersial masing-masing naik 15% dan 17%, berdasarkan luas lantai, pada Januari dan Februari dari tahun sebelumnya, menurut Wind Information.

Sebaliknya, luas lantai properti residensial yang terjual turun hampir 25% selama periode tersebut, menurut data. Penjualan properti komersial dan residensial telah turun hampir sepanjang tahun lalu.

Pembatasan pergerakan akibat Covid-19 juga telah mengurangi permintaan properti komersial China, sejalan dengan tren global. Namun perekonomian China membutuhkan waktu lebih lama dari perkiraan untuk pulih dari pandemi ini, di tengah kemerosotan pasar properti yang lebih luas.

 

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Harganya Murah

Managing Partner Raffles Family Office yang berbasis di Singapura, Joe Kwan mengatakan dalam sebuah wawancara minggu lalu, harga real estat komersial di China mendekati titik pembelian yang menarik.

“Kami memang punya timeline internal atau proyeksi seberapa jauh valuasi harus turun sebelum bisa menarik bagi kami. Saya pikir peluang akan terbuka bagi kita saat ini,” katanya dikutip dari CNBC, Kamis (11/4/2024).

Kwan menambahkan, dia memperkirakan akan mulai membuat kesepakatan pada paruh kedua tahun ini, hingga tahun depan. Perusahaan ini terutama mencari properti komersial di Shanghai dan Beijing.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.