Sukses

631 Pendaftar Sekolah Kedinasan 2021 Tidak Memenuhi Syarat, Apa Sebabnya?

Liputan6.com, Jakarta Jumlah pendaftar sekolah kedinasan 2021 hingga Senin (19/4/2021) pukul 09.35 WIB pada laman dikdin.bkn.go.id mencapai 127.927 orang. Namun, masih ada sebagian pendaftar yang belum memenuhi syarat untuk ikut seleksi sekolah kedinasan.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada Dasbor Seleksi Dikdin 2021 mencatat, ada sebanyak 631 pendaftar sekolah kedinasan yang masuk kategori verifikasi tidak memenuhi syarat (TMS).

Apa sebabnya?

Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum dan Kerja Sama BKN Paryono mengatakan, calon pendaftar wajib membaca dan memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan masing-masing sekolah kedinasan.

"Kemungkinan itu karena tidak terpenuhi yang telah dipersyaratkan. Karena yang memverifikasi adalah instansi, jadi kami tidak tahu secara detil persyaratan apa yang tidak dipenuhi," ujar Paryono kepada Liputan6.com, Senin (19/4/2021).

Merujuk data Dasbor Seleksi Dikdin 2021 yang diberikan Paryono, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) jadi sekolah kedinasan dengan jumlah verifikasi TMS terbanyak, mencapai 535 orang.

Beberapa sekolah kedinasan lain juga mendata adanya pendaftar yang tidak memenuhi syarat untuk melamar ke tempatnya, seperti Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (2 dari 1.834 pendaftar yang telah submit berkas).

Kemudian, sekolah kedinasan lain yaitu Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun (10 dari 303 pendaftar yang telah submit berkas), dan Politeknik Siber dan Sandi Negara (69 dari 944 pendaftar yang telah submit berkas).

2 dari 3 halaman

Pendaftar Sekolah Kedinasan Capai 127.927 Orang, IPDN Paling Diserbu

Sejak dibuka 9 April 2021, jumlah pendaftar sekolah kedinasan 2021 terus membludak. Mengutip data pada Dasbor Seleksi Dikdin 2021 yang diberikan Badan Kepegawaian Negara (BKN), hingga Senin (19/4/2021) pukul 09.35 WIB, total pendaftar sekolah kedinasan mencapai 127.927 orang.

Dari 127.927 pendaftar yang telah membuat akun di laman dikdin.bkn.go.id, baru 52.882 pelamar di antaranya yang telah memilih sekolah kedinasan. Bahkan jumlah pendaftar yang telah melakukan submit berkas tidak mencapai separuhnya, yakni hanya 24.068 orang.

Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) masih jadi sekolah kedinasan terfavorit pada seleksi kali ini, dengan jumlah pendaftar mencapai 11.811 orang. Namun demikian, jumlah pendaftar yang telah menyelesaikan proses pemberkasan baru sekitar 3.229 pelamar.

Tercatat sebanyak 2.423 pelamar IPDN telah memenuhi syarat (MS) verifikasi, dan 535 lainnya masih tidak memenuhi syarat (TMS) verifikasi.

Selain IPDN, Politeknik Keuangan Negara STAN jadi sekolah kedinasan terfavorit kedua, dengan jumlah pendaftar 6.119 orang. Jumlah pendaftar yang telah melakukan submit pemberkasan mencapai 3.828 orang, namun seluruhnya belum terverifikasi oleh pihak STAN.

Selain STAN, masih ada lima sekolah kedinasan lain yang juga belum melakukan verifikasi, antara lain Politeknik Statistika STIS, Politeknik Imigrasi (Poltekim), Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip), Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI-STDD) Bekasi, dan Sekolah Tinggi Intelijen Negara.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum dan Kerja Sama Badan Kepegawaian Negara (BKN) Paryono menjelaskan, masing-masing sekolah kedinasan memang diberi kewenangan untuk melakukan verifikasi pendaftar secara tidak serentak, namun tetap mengikuti jadwal yang telah ditetapkan.

"Ini sama dengan pada saat penerimaan CPNS, verifikasi bisa dilaksanakan secara pararalel, ada yang sudah dimulai sekarang ada yang belum," terang Paryono kepada Liputan6.com, Senin (19/4/2021).

Adapun enam sekolah kedinasan yang belum melakukan verifikasi tersebut secara urutan juga jadi politeknik dengan jumlah pendaftar terbanyak sejauh ini.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini