Sukses

6 Hal yang Perlu Diketahui buat Investor Baru

Liputan6.com, Jakarta Jika baru saja memutuskan untuk berinvestasi pertama kali, Anda mungkin sedang mengalami berbagai emosi saat ini. 

Ada kegembiraan dan kegugupan tentang apa yang dapat terjadi dengan uang investasi tersebut. Kegelisahan sebelum benar-benar memutuskan untuk mempertaruhkan uang Anda, dan kebingungan tentang apa arti semua istilah investasi baru ini.

Berinvestasi adalah subjek yang kompleks, dan memahaminya membutuhkan waktu dan pengalaman. 

Namun, Anda dapat meningkatkan diri dengan mempelajari beberapa hal penting yang harus diketahui setiap investor baru. Melansir dari laman the ascent, berikut penjelasannya untuk para investor baru.

1. Mulailah berinvestasi sekarang

Tidak ada yang dijamin ketika menginvestasikan uang, tetapi secara historis, pasar saham memiliki pengembalian tahunan rata-rata sekitar 9 pesen. Jadi, jika Anda melakukan investasi cerdas dan berisiko rendah dan meninggalkan uang di pasar untuk jangka panjang, kemungkinan besar uang Anda akan tumbuh pesat berkat bunga majemuk.

Lakukan investasi berisiko rendah dan investasikan setidaknya sedikit lebih banyak bulan demi bulan. Anda akan kesulitan menemukan investor yang berharap mereka memulainya nanti, tetapi akan dapat menemukan banyak investor yang berharap mereka memulai lebih cepat.

2. Pastikan menemukan broker yang tepat

Untuk berinvestasi di pasar saham, Anda membutuhkan broker. Berkat internet, maka akan memiliki lebih banyak opsi potensial.

Broker dapat memiliki pengaturan dan fitur yang sangat berbeda, jadi penting untuk memilih salah satu yang sesuai dengan kebutuhan. Berikut adalah beberapa detail yang perlu diperhatikan saat memilih broker:

Biaya - Berapa biaya yang dikeluarkan untuk melakukan perdagangan? Apakah Anda perlu menjaga saldo minimum untuk menghindari biaya tahunan?

Minimum akun - Berapa jumlah minimum yang dibutuhkan untuk memulai akun?

Riset - Jenis informasi apa yang akan Anda dapatkan melalui broker?

Mulailah dengan broker saham online terlebih dahulu untuk pemula, karena mereka semua adalah broker berkualitas tinggi dengan platform yang tidak memiliki terlalu banyak kurva pembelajaran.

3. Reksa dana adalah titik awal yang sederhana dan efektif

Lakukan investasi yang cerdas dan berisiko rendah. Jika bertanya-tanya bagaimana Anda bisa mengetahui investasi apa itu, masukkan dana indeks.

Saat berinvestasi dalam reksa dana, Anda berinvestasi di semua saham dalam indeks itu. Sederhananya, bisa berinvestasi dalam banyak pilihan saham, yang mengurangi risiko. Ini juga merupakan cara yang bagus untuk melakukan diversifikasi meskipun Anda tidak memiliki banyak uang untuk diinvestasikan.

Reksa dana mungkin bukan jenis investasi yang paling menarik, tetapi bagi investor baru, biasanya lebih aman daripada mencoba memilih saham secara individual.

2 dari 2 halaman

4. Bersikaplah skeptis

Beberapa hal tentang investasi dapat mudah ditemukan hampir di mana saja, buku, blog, bahkan teman. Dekati segala sesuatu dengan dosis skeptisisme yang sehat, terutama jika tampaknya terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.

Anda tidak boleh berharap cepat kaya melalui investasi atau menemukan beberapa sistem yang membantu memprediksi kapan saham naik dan turun. Nasihat investasi yang buruk tidak hanya menghabiskan uang, tetapi juga hanya akan membuang waktu.

5. Menekan biaya

Salah satu bagian yang lebih membuat frustrasi dari perdagangan saham adalah melihat nilai investasi meningkat, hanya untuk menyadari bahwa berkat biaya perdagangan, Anda masih belum menghasilkan banyak uang darinya.

Bagian besar dari memaksimalkan penghasilan adalah meminimalkan biaya yang dibayarkan. Itulah mengapa Anda harus mencari broker tanpa biaya tahunan dan biaya perdagangan yang wajar.

Biaya perdagangan juga menjadi alasan mengapa Anda harus menghindari perdagangan harian, terutama sebagai investor baru.

6. Anda akan melihat investasi kehilangan uang

Pasar mengalami pasang surut. Yang penting adalah jangan biarkan emosi menguasai Anda saat investasi terpukul.

Investor baru membuat kesalahan ini sepanjang waktu. Mereka berinvestasi ketika segala sesuatunya berjalan baik karena mereka ingin naik kereta uang. Akhirnya, terjadilah kemerosotan. Melihat nilai investasi mereka turun, mereka panik dan menjual dengan harga rendah.

Kehilangan uang tidak akan pernah menyenangkan, tetapi inilah cara mempersiapkan diri untuk menghadapi penurunan.

Lakukan investasi hanya jika Anda yakin dengan nilai saham jangka panjang. Jangan mengatur akun secara mikro dan tidak perlu memeriksanya setiap hari. Ingatkan diri sendiri bahwa nilai investasi sekarang bukanlah yang terpenting.