Sukses

Tangani Covid-19, Perusahaan Ini Tawarkan Teknologi Plasma Darah

 

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah pandemi COVID-19, industri alat kesehatan menjadi salah satu yang diuntungkan. Untuk itu, semakin banyak perusahaan yang meningkatkan investasinya. Salah satunya, PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA).

IRRA hingga saat ini terus berpartisipasi aktif dalam penyediaan alat kesehatan terkhusus untuk penanggulangan Covid-19 di Indonesia. IRRA sebagai emiten yang fokus dibidang solusi teknologi untuk pengadaan perangkat dan perlengkapan medis (HiTech Healthcare Solutions), memiliki produk untuk menunjang terapi Plasma Convalescent.

Plasma Convalescent merupakan suatu metoda alternative penyembuhan dengan cara pemberian plasma darah dari orang yang telah dinyatakan sembuh dari COVID-19 kepada pasien lain yang dalam masa pengobatan untuk penyakit infeksi yang sama. Terapi ini mendapat perhatian khusus dunia pasca pernyataan Presiden US Donald Trump bahwa FDA telah memberi ijin emergency use untuk convalescent plasma sebagai terapi COVID-19.

Ijin ini didasarkan atas tindakan terapi Plasma Convalescent yang dilakukan kepada 70.000 pasien Covid-19 di Amerika, dimana hasilnya terdapat 35 persen improvement of survival dari pasien Covid tersebut. Terapi plasma Convalescent ini adalah metode terapi yang jauh sebelum adanya Covid-19, sudah diterapkan di dunia Medis.

Di Indonesia penggunaan terapi Plasma Convalescent untuk penyembuhan Covid-19 telah dilakukan di beberapa RS Rujukan Covid-19 seperti RSPAD Gatot Soebroto, Rumah Sakit Umum Pusat Hasan Sadikin Bandung, Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati dan kedepan akan berkembang ke Rumah Sakit lainnya.

Direktur Pemasaran dan Penjualan IRRA Hendry Herman mengungkapkan produk-produk perseroan seperti Screening Immunology dan Alat Pengambilan Komponen Darah saat ini sudah digunakan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) , Rumah Sakit Vertikal dan Palang Merah Indonesia (PMI) dan pada kondisi darurat Covid seperti saat ini, permintaannya akan meningkat seiring dengan meningkatnya tindakan screening, pemeriksaan, pemisahaan komponen darah di UTD RS Pemerintah dan PMI di seluruh Indonesia.

“Permintaan atau penggunaan alat ini dalam 2-3 tahun terakhir tumbuh cukup bagus dimana pelaggan kami didominasi oleh institusi pemerintah seperti oleh PMI dan Kementrian Kesehatan, dengan kondisi pandemi COVID-19 , kami melihat penggunaan alat screening / pemeriksaan dan pemisahan komponen darah menjadi meningkat dengan sebaran permintaan semakin luas ” ungkap Hendry, Selasa (22/9/2020).

 

2 dari 2 halaman

Kontribusi Pendapatan

Pada tahun lalu, kontribusi pendapatan dari Screening Immunology dan Alat Pengambilan Komponen Darah mencapai 56 persen terhadap total pendapatan perseroan. Dan tahun ini , porsinya berpotensi meningkat. Untuk alat atau mesin pemeriksaan dan pemisahan komponen darah, Perseroan menyediakan produk dari Abbott (architect dan Alinity) dan Terumo BCT (Spectra Optia dan Trima Accel).

Alat-alat tersebut merupakan peralatan wajib dalam kegiatan Unit Transfusi Darah (UTD). Jumlah UTD di Indonesia saat ini sekitar 458 unit yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia, terdiri dari 234 unit milik pemerintah baik pusat maupun daerah dan 224 lagi milik Palang Merah Indonesia (PMI).

Berdasarkan data dari kementerian kesehatan Per 2019 jumlah RS sebanyak 2.344. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang solusi teknologi untuk pengadaan perangkat dan perlengkapan kesehatan IRRA saat ini memiliki 12 jaringan distribusi (Sub-Distributor) tersebar di seluruh Indonesia yang melayani pelanggan di seluruh wilayah Indonesia.

Profil pelanggan perseroan di dominasi instansi pemerintah seperti Kementerian Kesehatan, Palang Merah Indonesia, Dinas Kesehatan Daerah, Rumah Sakit Pemerintah sampai Puskesmas. Perseroan juga mendisribusikan produknya ke RS Swasta , Private sector dan juga retailers.