Sukses

Harga Emas Makin Mahal Efek Pelemahan Dolar AS

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas naik pada perdagangan Jumat (Sabtu waktu Jakarta) dan menjadi kenaikan mingguan kedua berturut-turut. Lonjakan harga emas ini dipicu oleh melemahnya dolar AS dan kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi dari krisis virus corona.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (19/9/2020), harga emas di pasar spot emas naik 0,6 persen menjadi USD 1,953.72 per ounce, dan naik naik 0,6 persen sepanjang pekan ini. Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup naik 0,6 persen menjadi USD 1.962,10.

“Kami melihat dolar yang sedikit melemah, meskipun kami masih dalam kisaran yang sedikit di sini. Harga emas seharusnya lebih baik karena dolar akan terus melemah,” kata Edward Meir, Analis di ED&F Man Capital Markets.

Nilai tukar dolar AS turun 0,2 persen terhadap mata uang lain, membuat harga emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Pada Rabu, Bank Sentral AS atau The Federal Reserve AS berjanji untuk mempertahankan suku bunga mendekati nol untuk waktu yang lama. Sementara Amerika Serikat mempertimbangkan tagihan bantuan virus corona senilai USD 1,5 triliun.

Suku bunga yang lebih rendah, yang mengurangi biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan hasil, dan langkah-langkah stimulus yang meluas telah membantu harga emas naik lebih dari 28 persen sepanjang tahun ini karena dipandang sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi.

"Kami percaya keseimbangan risiko tetap naik untuk harga emas dan mengharapkan harga rata-rata USD 2.000 per ounce pada kuartal IV 2020 dan USD 2.125 di tahun depan," kata Analis Standard Chartered Suki Cooper.

"Pembatasan koreksi jangka pendek, imbal hasil riil negatif dan dolar yang lebih lemah, di samping stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya, menciptakan lingkungan makro yang menguntungkan untuk emas dan kemungkinan akan menjadi pendorong harga emas selama beberapa bulan mendatang," kata dia.

Selain harga emas, harga perak turun 0,5 persen menjadi USD 26,97 per ounce. Sementara platinum turun 0,8 persen menjadi USD 932,80 dan paladium naik 0,3 persen menjadi USD 2,343,65.

2 dari 4 halaman

Harga Emas Diprediksi Terjun Bebas, Saatnya Jual?

Harga emas di pasar spot tercatat naik tipis 0,1 persen menjadi USD 1,958.29 per ounce, setelah mencapai level tertinggi sejak 2 September di USD 1,973.16. Sementara, harga emas berjangka AS tercatat naik 0,1 persen menjadi USD 1.968,20.

Meski masih naik, harga emas diprediksi bisa terjun bebas bahkan hingga level USD 1.794 per ounce di kuartal IV 2020. Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menyatakan, hal ini dapat terjadi karena indeks dollar yang menguat.

"(Hal ini) dipengaruhi optimisme Federal Reserve Amerika Serikat (AS) atas kebijakannya menurunkan suku bunga hingga 2023 ketika pasar tenaga kerja mencapai "lapangan kerja maksimum" dan inflasi berada di jalur untuk "melebihi" target inflasi 2 persen," ujar Ibrahim saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (17/9/2020).

Lalu, perkiraan pertumbuhan ekonomi yang lebih positif dan pernyataan Presiden AS Donald Trump soal vaksin juga mendorong indeks dollar menguat.

Wacana Partai Komunis China yang menyatakan siap perang dengan AS dan ASEAN serta ketegangan Turki dan Yunani atas Laut Mediterania, kata Ibrahim, sebenarnya menggoyang harga emas untuk bisa naik.

"Tetapi rupanya pasar (tidak) mengindahkan informasi geopolitik tersebut karena itu baru berupa wacana dan di Cina sendiri baru Partai Komunis, bukan presiden Cinanya," kata Ibrahim.

Oleh karenanya, harga emas diproyeksi bakal anjlok. "Peluang harga emas internasional terjun bebas ke USD 1.919, USD 1.860 dan USD 1.794 sangat besar sekali. Angka tersebut sesuai dengan data teknikal (W1) di metatrader," jelasnya.

Kata Ibrahim, bulan September ini emas berpeluang turun ke angka USD 1.919 per ounce, kemudian merosot ke USD 1.860 hingga USD 1.794 di kuartal IV.

"Oleh karenanya, ini saat yang tepat agar menjual sekarang, karena ada harapan akan di bawah Rp 1 juta (per gram). Jangan sampai menyimpan emas terlalu lama," saran Ibrahim. 

3 dari 4 halaman

Tak Berubah, Emas Antam Hari Ini Masih Betah di Rp 1.030.000 per Gram

Sebelumnya, harga emas Antam atau emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) masih senang pada posisi Rp 1.030.000 per gram pada hari ini. Sama dengan harga yang dijual sehari sebelumnya.

Demikian pula, harga buyback emas Antam pada Jumat (18/9/2020) masih stabil di Rp 932.000 per gram. Harga buyback merupakan patokan bila Anda menjual maka Antam akan membelinya di harga Rp 932 ribu per gram.

Sementara harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 10.450.000, sementara untuk ukuran 20 gram dijual Rp 20.350.000.

Ini merupakan harga emas Antam yang dijual di Pulogadung, Jakarta. Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.37 WIB, mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia.

Harga emas Antam belum termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Anda bisa memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen) jika menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Berikut daftar harga emas Antam:

* Pecahan 0,5 gram Rp 545.000

* Pecahan 1 gram Rp 1.030.000

* Pecahan 2 gram Rp 2.000.000

* Pecahan 3 gram Rp 2.975.000

* Pecahan 5 gram Rp 4.930.000

* Pecahan 10 gram Rp 9.795.000

* Pecahan 25 gram Rp 24.362.000

* Pecahan 50 gram Rp 48.645.000

* Pecahan 100 gram Rp 97.212.000

* Pecahan 250 gram Rp 242.765.000

* Pecahan 500 gram Rp 485.320.000

* Pecahan 1.000 gram Rp 970.600.000. 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: