Sukses

IHSG Dibuka di 2 Arah, Rupiah di Kisaran Rp 16.575

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di dua arah pada pembukaan perdagangan Selasa pekan ini. Sempat menghijau, IHSG kemudian melemah tipis.

Pada pembukaan perdagangan Selasa (24/3/2020) pukul 09.02, IHSG melemah 10,37 poin atau 0,30 persen ke posisi 3.981,04.

Adapun indeks saham LQ45 turun 0,54 persen ke posisi 580,82. Seluruh indeks saham acuan berada di zona merah.

Di awal perdagangan ini, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 4.018,16 dan terendah 3.970,40. Sebanyak 88 saham melemah, kemudian 79 saham menguat dan 69 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 24.899 kali dengan volume perdagangan 329 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 481 miliar.

Investor asing jual bersih saham Rp 143 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 16.575.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, sebagian besar berada di zona merah. Pelemahan dipimpin sektor industri dasar yang turun 2,60 persen. Disusul sektor aneka industri yang terjun 1,23 persen dan sektor kontruksi melemah 1,21 persen.

Saham-saham yang melemah dan mendorong IHSG terjun diantaranya ERAA yang turun 6,99 persen ke Rp 65 per lembar saham, WIIM melemah 6,94 persen ke Rp 67 per lembar saham dan JIKA turun 6,94 persen ke Rp 161 per lembar saham.

Saham yang menguat antara lain KAEF naik 22,16 persen ke Rp 1.020 per saham, INAF naik 19,86 persen ke Rp 850 per saham dan FIRE naik 14,58 persen ke Rp 110 per saham.

2 dari 2 halaman

Penutupan Kemarin

IHSG kembali ditutup melemah pada penutupan perdagangan Senin kemarin. Sepanjang perdagangan Senin, IHSG berada di zona merah.

Pada penutupan perdagangan saham, Senin (23/3/2020), IHSG ditutup anjlok 205,42 poin atau 4,9 persen ke posisi 3.989,51. Sementara itu, indeks saham LQ45 melemah 6,62 persen ke posisi 583,41.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 4.194,94 dan terendah 3.975,19.

Sebanyak 332 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 68 saham menguat dan 112 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 370.109 kali dengan volume perdagangan 6,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 5,2 triliun.

Investor asing jual saham Rp 111,9 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 16.575.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, semuanya berada di zona merah. Pelemahan dipimpin oleh sektor industri dasar yang melemah 5,87 persen. Disusul sektor manufaktur anjlok 5,77 persen dan sektor barang konsumsi yang turun 5,75 persen.

Loading
Artikel Selanjutnya
RS Corona Wisma Atlet dan Pulau Galang, Apa Bedanya?
Artikel Selanjutnya
Bursa Asia Melonjak Usai The Fed Umumkan Stimulus