Sukses

Harga Emas Naik Seiring Permintaan akan Aset Investasi Berisiko Rendah

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas naik pada perdagangan Jumat (Sabtu waktu Jakarta) karena pembelian aset investasi dengan risiko rendah (safe-haven) mengimbangi permintaan akan uang tunai di tengah kekhawatiran atas pukulan ekonomi akibat virus corona.

Namun harga emas batangan menuju penurunan mingguan kedua karena investor menjual logam untuk memenuhi panggilan margin dalam aset lain.

Dikutip dari CNBC, harga emas di pasar spot naik 0,84 persen menjadi USD 1.482,57 per ons setelah jatuh 1 persen di sesi sebelumnya. Harga emas ini menuju penurunan hampir 3 persen untuk pekan ini. Sedangkan harga emas berjangka AS naik 0,34 persen menjadi USD 1.484,70.

"Ini jelas berisiko membeli lindung nilai. Apa yang bisa Anda beli untuk melindungi risiko akhir pekan? Anda bisa dalam bentuk tunai atau logam mulia, itu saja,” kata Jeffrey Halley, Analis Pasar Senior di OANDA.

Saham Asia mencari penangguhan hukuman menyusul kenaikan di Wall Street. Sementara dolar melewati rekor tertinggi dalam tiga tahun karena virus corona mendorong uang tunai.

Federal Reserve AS membuka keran bagi bank-bank sentral di sembilan negara baru untuk mengakses dolar dengan harapan mencegah wabah yang menyebabkan kekacauan ekonomi global.

Beberapa negara meluncurkan langkah-langkah untuk membendung kerusakan ekonomi. Senat AS meluncurkan rencana stimulus ekonomi USD 1 triliun. Sementara Bank of England menjanjikan 200 miliar pound pembelian obligasi dan memangkas suku bunga utamanya menjadi 0,1 persen.

Sementara harga emas telah bereaksi terhadap pergerakan di pasar keuangan dan kadang-kadang menemukan dukungan dari langkah-langkah stimulus.

"Itu adalah perjalanan yang bergelombang karena likuiditas dan partisipasi terus turun," kata Stephen Innes, Kepala Strategi Pasar di AxiCorp, dalam sebuah catatan.

"Saya tidak begitu yakin ini adalah fungsi dari pasar, atau karena fakta bahwa banyak pedagang emas bekerja di rumah," ungkap dia.

Ekonomi global sudah dalam resesi karena pukulan terhadap aktivitas ekonomi telah menjadi lebih luas. Jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran melonjak paling banyak sejak 2012 pada pekan lalu.

2 dari 3 halaman

Logam Mulia Lain

Di antara logam mulia lainnya, paladium naik 0,5 persen menjadi USD 1.660,82 per ons. Platinum melonjak 4,6 persen menjadi USD 613,54 tetapi ditetapkan membukukan penurunan mingguan terbesarnya.

Para analis menilai platinum dan paladium akan tetap bergolak dalam beberapa bulan mendatang setelah kerugian besar dipicu oleh penyebaran virus corona, sebelum memulai pemulihan sementara dengan dukungan dari kesenjangan pasokan paladium dan korelasi platinum dengan emas.

Sementara harga perak naik 3,5 persen menjadi USD 12,54, tetapi berada di jalur penurunan mingguan tertajam kedua sekitar 15 persen sejak September 2011.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: