Sukses

Pertamina Rekrut 44 SDM Asal Papua dan Papua Barat

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) secara resmi merekrut 44 pekerja baru asal Papua. Hal tersebut dilakukan dalam acara Inagurasi yang bertajuk Kitorang Anak Papua Siap Mengabdi Untuk Negeri. 

Pelantikan tersebut didihadiri oleh Menteri BUMN Erick Tohir, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, Ketua Forum Human Capital Indonesia Herdi Harman, dan Direktur SDM Pertamina Koeshartanto di kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Sabtu (22/02/2020).

VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menjelaskan, sebagai BUMN Migas yang menyediakan layanan terintegrasi dari hulu hingga hilir yang wilayah operasinya tersebar di seluruh wilayah Indonesia, Pertamina sangat berkepentingan untuk mendapatkan SDM yang memiliki kompetensi yang baik dari berbagai wilayah termasuk Papua dan Papua Barat.

Untuk itu, Pertamina telah menerima 44 orang Putra Putri dari Bumi Cendrawasi dan mendatangkan mereka dalam pelantikan.

“Sebagai SDM baru yang telah melalui proses seleksi ketat dan berjenjang, mereka akan menjadi darah segar bagi operasi Pertamina untuk mengabdi pada bangsa melalui sektor energi dan tentu siap di tempatkan di mana saja termasuk di wilayah terjauh Indonesia,” ujar Fajriyah.

Melalui rekrutmen bersama SDM BUMN oleh Forum Human Capital Indonesia (FHCI) ini, lanjut Fajriyah, BUMN ikut mendukung pemerataan kesempatan kerja bagi Sumber Daya Manusia (SDM) yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia, termasuk dari Papua dan Papua Barat.

2 dari 4 halaman

38 BUMN Serap 522 Talenta dari Papua dan Papua Barat

Hari ini, Sabtu (22/02/2020) digelar inagurasi program perekrutan bersama BUMN untuk putra putri Papua dan Papua Barat di Kantor Pusat Pertamina, Medan Merdeka, Jakarta Pusat.

Ketua Umum Forum Human Capital Indonesia (FHCI) BUMN, Herdy Harman, menjelaskan bahwa saat ini BUMN tengah menghadapi tantangan era disrupsi digital dan menyongsong revolusi industri 4.0 yang berbasis teknologi.

“Untuk menyiapkan talenta BUMN, FHCI mengimbau BUMN untuk mempraktikkan konsep pengelolaan SDM yang mencakup aspek people, culture, organization, dan digitizing process. Sehingga terbentuk talenta yang berkarakter kuat, cinta tanah air, berdaya saing tinggi, berkolaborasi, dan menciptakan nilai tambah (creating value)," ujar Herdy.  

Menurut Herdy, penyelenggaraan PBB Papua dan Papua Barat ini mampu memberi pembekalan kepada 522 peserta yang berasal dari kedua provinsi untuk menghadapi tantangan dan peluang bisnis di masa mendatang.

“Dalam hal kesiapan (readiness) talenta menghadapi era industri 4.0, sebanyak 522 talenta dari Papua dan Papua Barat yang tersebar di 38 BUMN itu telah menunjukkan budaya berkolaborasi dan adaptif yang akan menjadi bekal mereka untuk berkontribusi di perusahaan BUMN. Tentunya, FHCI berharap para talenta ini juga menjadi bagian dari elemen yang menyokong perekonomian nasional di masa mendatang," jelas Herdy.

3 dari 4 halaman

Erick Thohir Beberkan Alasan Angkat Putra Asli Papua jadi Direktur Freeport

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan alasan utama mengangkat Direktur PT Freeport Indonesia Claus Wamafma yang berlatar belakang penduduk asli Papua.

"Ini bukan alasan politik, tapi karena Claus sudah melalui banyak hal di Freeport dan dia berhak untuk itu. Kemampuannya sesuai. Bukan karena dia Papua," tegas Erick Thohir dikutip dari Antara, Sabtu (22/2/2020).

Lebih lanjut, Erick Thohir menjelaskan bahwa ia telah mempelajari kinerja Claus di PT Freeport Indonesia. Menurutnya pengalaman selama 21 tahun bekerja di pertambangan emas serta kemampuan pengetahuannya dirasa mumpuni untuk mengemban jabatan tersebut.

Selain itu, ia menegaskan bahwa siapa saja berhak untuk menduduki jabatan tersebut asalkan memiliki pengalaman, kemampuan, serta pengetahuan yang cukup dalam membidangi posisi di Freeport.

Erick senang ketika mengetahui ternyata Claus adalah penduduk asli Papua, di mana hal tersebut mampu untuk menjadi motivasi bagi setiap anak muda seluruh Indonesia, khususnya Papua.

"Presiden Joko Widodo sayang sama Papua, saya Menteri BUMN juga sayang dengan Papua, maka setiap masyarakatnya juga berhak mendapatkan kesempatan yang sama," kata Erick Thohir. 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Miliarder Ini Rela Jual Bisnis demi ke Bulan
Loading