Sukses

Proyek Veneu PON Papua Ditargetkan Rampung Lebih Awal

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenferal Cipta Karya terus menyelesaikan pembangunan empat venue olahraga yang mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di Papua.

Pembangunan keempat arena olahraga ini dilakukan di Kabupaten Jayapura, yakni venue Aquatic dan ISTORA Papua Bangkit di Kawasan Olahraga Kampung Harapan, serta Distrik Sentani Timur dan arena Cricket dan Lapangan Hockey (Indoor dan Outdoor) di Kampung Doyo Baru, Distrik Waibu.

Seluruh progres fisik pembangunan empat venue yang telah dilaksanakan sejak Desember 2018 tersebut sudah diatas 70 persen, dan ditargetkan dapat selesai satu atau dua bulan lebih cepat dari jadwal akhir waktu kontrak.

Berdasarkan catatan Kementerian PUPR, Selasa (28/1/2020), hingga 19 Januari 2020, pembangunan fisik arena aquatic mencapai 78,2 persen dan ditargetkan selesai Juli 2020. Progres pembangunannya lebih cepat dari target semula sebesar 60,9 persen.

Saat ini tengah dilakukan pengerjaan fisik berupa erection catwalk, finishing kolom, atap space frame, bangunan kolam tanding, serta kolam diving. Venue Aquatic Papua dibangun sesuai dengan Standar FINA dengan biaya APBN (Multiyears Contract) tahun 2018-2020 sebesar Rp 401 miliar.

 

2 dari 4 halaman

Capai 74 Persen

Pembangunan Istora Papua Bangkit mencapai 74,01 persen atau lebih cepat dari jadwal sebesar 62,8 persen. Venue ini dibangun dengan dana sebesar Rp 257,5 miliar oleh kontraktor PT PP (Persero) dan konsultan manajemen PT Virama Karya sebesar Rp 4,8 miliar.

Selanjutnya, pembangunan arena Cricket dan lapangan Hockey baik indoor maupun outdoor telah mencapai 74,7 persen atau lebih cepat dari rencana awal sebesar 68,2 persen. Pengerjaannya sendiri ditargetkan rampung pada Juni 2020.

Progres saat ini tengah dikerjakan instalasi atap tribun tribun dan lantai dua pada lapangan indoor, finishing pengerjaan rangka atap baja, lapangan, dan jalan arena Cricket. Total biaya pembangunan arena Cricket dan lapangan Hockey sebesar Rp 277 miliar oleh kontraktor PT Nindya Karya dan konsultan manajemen PT Bina Karya senilai Rp 4,9 miliar.

Selain keempat venue tersebut, Kementerian PUPR juga melakukan penataan kawasan seperti Kampung Harapan seluas 32 ha. Di lokasi ini akan dibangun sejumlah fasilitas pendukung PON XX diantaranya wisma atlet, kawasan komersial (mal), lapangan latihan atau pemanasan, zona aman stadion, area parkir, toilet, dan pinang room.

 

3 dari 4 halaman

Fasilitas Stadion

Di kompleks ini juga tengah dibangun Stadion Utama Papua Bangkit yang dilengkapi papan skor, peralatan sistem waktu, dan lampu LED standar FIFA, dengan kekuatan 1.800 Lux.Progres pembangunannya dalam tahap penentuan pemenang lelang pekerjaan fisik. Namun untuk konsultan pembangunan telah terpilih yakni PT Virama Karya (Persero) pada 23 Desember 2019 dengan anggaran Rp 3,81 miliar.

Sementara untuk kawasan Doyo Baru akan dibangun kantor, sekolah, utilitas, wisma putri dan putra, lapangan tenis, basket, gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pelajar (setelah pelaksanaan PON XX). Saat ini progres pembangunannya mencapai 2,04 persen oleh kontraktor pelaksana PT Cahaya Bina Karya sejak kontrak per 4 Desember 2019 dengan anggaran sebesar Rp 64,9 miliar, serta konsultan MK oleh PT Ciriajasa Engineering Consultant per 20 Desember 2019 dengan biaya sebesar Rp 2,45 miliar

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Peringatan Hari Kesadaran Nasional, Kemenpora Ajak Semua Pihak Sukseskan PON Papua 2020
Artikel Selanjutnya
Tinjau Cluster di Merauke, Menpora Optimis Papua Mampu Laksanakan PON 2020