Sukses

Proyek Bendungan Pengendali Banjir di Lebak Selesai Maret 2021

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan proyek Bendungan Karian di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, selesai pada Maret 2021.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menginstruksikan pengerjaan konstruksi bendungan pengendali banjir di kawasan Lebak dan sekitarnya ini selesai tepat waktu.

"Pada musim hujan, bendungan ini akan berfungsi mengendalikan banjir Sungai Ciberang sebesar 60,8 juta m3. Pada 1 Januari 2020 lalu sungai ini menimbulkan longsor yang merendam enam kecamatan, yaitu Cipanas, Lebakgedong, Sajira, Curugbitung, Maja, dan Cimarga. Termasuk Ponpes La Tansa yang dikunjungi oleh Presiden Joko Widodo kemarin," kata dia, Kamis (9/1/ 2020).

Saat ini progres pembangunan Bendungan Karian telah mencapai 56,5 persen. Waduk tersebut memiliki kapasitas tampung 314.7 juta m3 dan luas genangan maksimum sebesar 1,740 hektare yang dapat dimanfaatkan untuk menambah kebutuhan suplesi ke Daerah Irigasi (DI) Ciujung dengan luas 22 ribu hektare.

Selain irigasi, Bendungan Karian juga akan menyuplai air baku untuk kebutuhan rumah tangga dan industri bagi sembilan kota/kabupaten di Provinsi Jakarta dan Banten.

Dengan rincian sebesar 14,6 m3 per detik untuk Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon sebesar 1,5 m3 per detik, serta Kecamatan Rangkasbitung dan Maja di Kabupaten Lebak sebesar 0,6 m3 per detik.

 

2 dari 2 halaman

Wilayah Lain

Kemudian Kecamatan Parung Panjang di Kabupaten Bogor sebesar 0,2 m3 per detik, Kabupaten Tangerang sebesar 3,6 m3 per detik, Kota Tangerang sebesar 2,0 m3 per detik, Kota Tangerang Selatan sebesar 1,8 m3 per detik, dan Kota Jakarta Barat sebesar 4,2 m3 per detik.

Untuk mengalirkan air baku ke daerah-daerah tersebut diperlukan pembangunan pipa air sepanjang 47,9 kilometer guna melayani lebih dari 5 juta penduduk.

Pembangunan Bendungan Karian sendiri telah dimulai sejak Oktober 2015 dengan anggaran Rp 1,3 triliun. Pengerjaannya dilakukan oleh kontraktor pelaksana Daelim Industrial Co, LTD-PT Wijaya Karya (Persero)-PT.Waskita Karya (Persero) Joint Operation.

Jika pembangunannya telah rampung, bendungan ini juga memiliki potensi sebagai tujuan wisata air di Kabupaten Lebak serta pembangkit energi listrik sebesar 1,8 megawatt melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH).

Loading
Artikel Selanjutnya
Petaka Hanyutnya 257 Siswa SMPN 1 Turi Sleman Jadi Trending Topic
Artikel Selanjutnya
Terseret Banjir Sungai Sempor Sleman, 5 Peserta Pramuka SMPN 1 Turi Meninggal