Sukses

Seluruh Pulau Di NTT Bakal Diterangi Listrik PLN di 2020

Liputan6.com, Jakarta - PT PLN (Persero) menargetkan seluruh pulau di Nusa Tenggara Tenggara Timur (NTT) berlistrik pada 2022. Sebagian besar listrik di NTT ini nantinya akan bersumber dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara Supangkat Iwan Santoso mengatakan, di NTT terdapat 1.100 lebih pulau.

Dari banyaknya pulau tersebut 44 diantaranya pulau berpenghuni dan yang‎ sudah mendapat pasokan listrik dari PLN baru 29 pulau. PLN pun menargetkan akan menyambung listrik 15 pulau pada triwulan pertama 2020.

"Kita diminta 17 Agustus 2020 ditargetkan‎ rasio elektrifikasi 100 persen," kata Iwan, saat berbincang dengan Liputan6.com, di Jakarta, Sabtu (7/12/2019).

Untuk melistriki 15 pulau di NTT tersebut, PLN akan menggunakan PLTS dengan kapasitas rata-rata 500 kilo Watt (kW) per pulau. Kemudian listrik tersebut disimpan dalam baterai agar masyarakat bisa menggunakan listrik pada malam hari.

Menurut Iwan, PLTD tidak dijadikan pilihan untuk menerangi 15 pulau di NTT tersebut karena biaya angkut Bahan Bakar Minyak (BBM) tinggi.‎ Sedangkan PLTS tidak ada biaya pengadaan sumber energi.

 

2 dari 4 halaman

Sistem Jaringan Terpusat

PLN akan menerapkan sistem jaringan terpusat (komunal) untuk melistriki pulau di NTT. Rata-rata per rumah tangga akan menjadi pelanggan 450 Volt Amper (VA).

"Tidak pakai PLTD karena bawa minyaknya mahal sekali (ke pulau-pulau), waktu pakai PLTD punya peroperangan, biaya produksi listriknya Rp 12 ribu per hari untuk 2 lampu saja. Masih murah ini (PLTS)," paparnya.

Dia mengungkapkan, biaya yang dibutuhkan untuk melistriki setuap satu pulau yang berisi 50 sampai 400 rumah mencapai Rp 200 miliar. Anggaran ini akan dialokasikan dari kas internal.

"Pembangkit komunal,kalu paki jaringan kontraktornya nggak kuat uangnya terbatas, kita percepat kita bantu," tandasnya.

3 dari 4 halaman

Tunggakan Pelanggan PLN di Jayapura hingga Sentani Capai Rp4,8 Miliar

Manajemen PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Jayapura membentuk Tim Pemutusan dan Penyambungan (Tusbung) Gabungan UP3 dan ULP.

Tim akan bekerja di wilayah Jayapura, Abepura dan Sentani. Tim Tusbung terdiri dari 20 pegawai PLN dan 40 pegawai mitra kerja.

Manager Bagian Pelayanan Pelanggan dan Pemasaran UP3, Laurance Malau menyebutkan tujuan Tusbung untuk mengamankan pendapatan perusahaan, sekaligus  untuk membudayakan pelanggan dalam mendisiplinkan diri membayar listrik tepat waktu, khusus pengguna pasca bayar.

Kata Malau, pelanggan di Jayapura, Abepura dan Sentani yang menggunakan listrik pasca bayar tercatat 90 ribu pelanggan, dengan total tunggakan mencapai Rp4,8 miliar.Tagihan tersebut termasuk pelanggan umum, vertikal dan pemda.

Malau menyebutkan dengan membayar listrik tepat waktu, masyarakat membantu pembangunan kota/kabupaten, karena setiap pembayaran listrik ada pajak penerangan jalan yang disetorkan ke pemda masing-masing.

"Kami optimis harus nihil tunggakan hingga akhir tahun ini. Kegiatan Tusbung sebagai semangat dalam melayani pelanggan. Memastikan pelanggan membayar listrik tepat waktu, guna membangun disiplin untuk diri sendiri dan listrik adalah kebutuhan utama," jelasnya, katanya, Rabu 4 Desember 2019.

Kegiatan Pemutusan Listrik yang dilakukan serempak di semua ULP lingkup UP3 Jayapura, sesuai dengan surat pemberitahuan yang dilaksanakan mulai tanggal 3 Desember hingga 31 Desember 2019.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Anak Usaha PLN Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMK hingga S1
Artikel Selanjutnya
3 Pembangkit Perkuat Sistem Kelistrikan di Labuan Bajo