Sukses

IHSG Diprediksi Bakal Lanjutkan Penguatan, Cermati Saham Berikut

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan kembali bergerak menguat usai rilis GDP di level 5.02% diatas konsensus dan mendorong kepercayaan investor.

Kepala Riset PT Reliance Sekuritas Lanjar Nafi Taulat menjelaskan, indeks dapat bergerak rebound dengan support resistance 6.213-6.320.

"Dari global, investor kini mengawasi tanda-tanda AS dan China menuju kesepakatan perdagangan. China sedang meninjau lokasi di AS tempat Xi Jinping akan bersedia bertemu dengan Trump untuk menandatangani pakta perdagangan fase pertama," ujarnya Rabu (6/11/2019).

Melanjutkan, Analis PT Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan memproyeksi IHSG dari sisi teknikal akan menguat di kisaran 6.207-6.304.

"Candlestik pattern mengindikasikan potensi penguatan lanjutan pada indeks di bursa saham hari ini," ulas dia dalam risetnya.

Menurutnya, investor pada hari ini bisa mengoleksi saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT H.M Sampoerna Tbk (HMSP), dan saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF).

Sementara itu, Dennies menganjurkan untuk membeli saham PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), serta saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

2 dari 3 halaman

Perdagangan Kemarin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan saham Selasa ini. Investor asing beli saham mencapai Rp 144 miliar di pasar regular. 

Pada penutupan perdagangan saham Selasa (5/11/2019), IHSG ditutup di zona hijau dengan naik 83,80 poin atau 1,36 persen ke posisi 6.264,15. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga menguat 2,42 persen ke posisi 999,76.

Sebanyak 236 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sementara 194 saham melemah dan 128 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 574.003 kali dengan volume perdagangan 13,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,5 triliun.

Investor asing beli saham mencapai Rp 144 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.968.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, selurunya berada di zona hijau. Sektor yang menguat paling besar adalah sektor perkebunan dengan naik 1,98 persen. Disusul sektor aneka industri yang menguat 1,96 persen dan sektor keuangan yang melonjak 1,94 persen.

Sementara saham-saham yang menguat antara lain SLIS yang naik 24,84 persen ke Rp 1.910 per saham, GLOB naik 23,53 persen ke Rp 462 per saham dan KONI naik 21,31 persen ke Rp 740 per saham.

Saham-saham yang melemah antara lain BRAM turun 20 persen ke Rp 12.800 per saham, TFCO turun 17,36 persen ke Rp 500 per saham dan RIMO turun 16,52 persen ke Rp 96 per saham.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Investor Asing Borong Saham, IHSG Dibuka Menguat ke 6.136,85
Artikel Selanjutnya
Ditekan Sentimen Global, IHSG Bakal Menguat Terbatas