Sukses

Kompensasi PLN Tak Bisa Tutupi Kerugian MRT Jakarta

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, menegaskan bahwa pihaknya meminta komitmen PT PLN (Persero) terkait keandalan pasokan listrik. Terutama agar kejadian padamnya listrik seperti yang terjadi beberapa waktu lalu tidak lagi terulang.

Menurut dia, peristiwa tersebut mendapatkan kerugian akibat listrik padam. Kerugian tersebut, tidak dapat ditutupi dengan kompensasi yang diberikan oleh BUMN setrum tersebut.

"Kami tidak mau bicara kompensasi di sini karena persoalannya kan kita kehilangan hal-hal yang tidak bisa dihitung begitu ya," kata dia, di kantornya, Jakarta, Kamis (15/8//2019).

"Soal penumpang yang mengalami kerugian, kalau menggunakan mekanisme kompensasi PLN kan itu tidak menggambarkan sebenarnya kerugian," lanjut dia.

Karena itu, dia berharap PLN sungguh-sungguh berkomitmen untuk menjaga pasokan listrik, dalam hal ini untuk pengoperasian MRT. Sebab MRT akan berhenti beroperasi tanpa adanya pasokan listrik.

"Yang kita ingin minta adalah komitmen PLN untuk memberikan komitmen bahwa tidak terjadi lagi hal-hal yang seperti kemarin," ungkapnya.

"Karena dampak dari kejadian kemarin itu adalah situasi bahwa ternyata pasokan listrik itu bisa terhenti. Dan kalau pasokan listrik terhenti, MRT Jakarta otomatis terhenti," tandasnya.

 

2 dari 3 halaman

Pembangkit Listrik Warisan Soekarno Jadi Pemasok Listrik Baru MRT

Sebelumnya, PT PLN (Persero) menambah kehandalan pasokan listrik untuk moda tranportasi ‎Mass Rapid Transit (MRT). Pasokan tambahan ini berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Senayan.

Direktur Regional Jawa Bagian Barat Haryanto WS mengatakan, PLTD Senayan merukan pembangkit bersejarah, beroperasi pada 1962 saat era kepemimpinan Presi‎den Soekarno. 

Pembangkit ini dahulunya dibuat untuk memperkuat pasokan listrik di Senayan guna mendukung pesta olahraga negara berkembang (Games of New Emerging Forces/Ganefo).‎

"PLTD historis dibangun saat pelaksanaan Asian Games pertama 1962," kata Haryanto, di PLTD Senayan, Jakarta, pada Kamis 8 Agustus 2019. 

PLN telah melakukan peremajaan pada PLTD tersebut‎ dengan merubah mesin dan bangunan. Dengan begitu, kapasitas PLTD Senayan meningkat dari 16 Mega Watt (MW) menjadi 101 MW.

Peremajaan dilakukan selama 15 bulan sejak Juli 2018. Rencananya, pembangkit yang dibuat memakan biaya Rp 1 triliun tersebut akan beroperasi pada Oktober 2019.

"Mendukung MRT pembangkit lama kita bongkar, kita bangun baru lebih efisien 101MW untuk back emergency‎," tuturnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Polisi Amankan Satu Pelaku Penyerangan yang Terjadi di Aeon Mall JGC
Artikel Selanjutnya
Pemerintah akan Luncurkan Konsep Green Investment di Papua dan Papua Barat