Sukses

Sri Mulyani Harap BI Kembali Turunkan Suku Bunga Acuan

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) telah melakukan pelonggaran kebijakan melalui penurunan Bank Indonesia (BI) 7-day Reverse Repo Rate atau suku bunga acuan menjadi angka 5,75 persen. Penurunan itu pun dilakukan sejalan dengan kondisi perekonomian global yang melambat.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan keputusan BI dalam menurunkan suku bunga acuan tentu akan memberikan dampak positif terhadap pasar. Dia pun berharap, penurunan suku bunga masih akan terus berlanjut ke depannya.

"Ya tentu kita berharap respon dari BI terhadap lingkungan global maupun dalam negeri dengan adanya penurunan suku bunga dan kemungkinan masih akan ada langkah selanjutnya," katanya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (22/7).

Sri Mulyani mengatakan, kenaikan suku bunga selama ini memberi dampak terhadap sektor perbankan. Sehingga, mau tidak mau kenaikan suku bunga acuan juga berdampak pada laju investasi yang belakangan melempem.

"Dengan penurunan suku bunga dan direction yang akan terjadi dan imporvment dan perbaikan dari sisi investasi kita berharap investasi akan bisa pickup lagi semester II," katanya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) kembali membuka peluang untuk menurunkan suku bunga acuan di semester II 2019. Penurunan suku bunga tersebut diharapkan akan memberikan keuntungan bagi sejumlah sektor, antar lain perbankan dan properti.

"Minggu lalu kami juga melanjutkan langkah-langkah pelonggaran kebijakan kami. Kami sudah turunkan suku bunga. Penurunan suku bunga berlanjut masih akan terbuka," kata Gubernur BI, Perry Warjiyo

 

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 4 halaman

BI Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,75 Persen

Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan Juli 2019 Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan Bank Indonesia (BI) 7-day Reverse Repo Rate atau suku bunga acuan 25 basis poin (bps) pada angka 5,75 persen.

BI juga menahan suku bunga Deposit Facility pada angka 5 persen dan Lending Facility 6,5 persen.

"Rapat Dewan Gubernur BI pada 17-18 Juli 2019 memutuskan untuk menurunkan BI 7-day repo" ujar Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, di Kantor BI, Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Penurunan suku bunga menurutnya dilakukan sejalan dengan kondisi perekonomian global yang melambat. 

"Kebijakan ini sejalan dengan tetap rendahnya perkiraan inflasi kedepan dan perlunya mendorong momentum pertumbuhan ekonomi ditengah pasar keuangan global yang menurun dan stabilitas ekonomi Indonesia yang terkendali," ujarnya. 

3 dari 4 halaman

BI Repo Rate Dipangkas, Bunga Kredit Mobil Bakal Ikut Turun

Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan Juli 2019 Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan Bank Indonesia (BI) 7-day Reverse Repo Rate atau suku bunga acuan 25 basis poin (bps) pada angka 5,75 persen. BI juga menahan suku bunga Deposit Facility pada angka 5 persen dan Lending Facility 6,5 persen.

Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto mengatakan, pihaknya menyambut positif penurunan suku bunga acuan. Menurut dia, penurunan suku bunga acuan bisa berdampak pada penurunan bunga kredit mobil.

"Bagus dong buat kita, seneng kita. Tapi enggak mungkin (segera). Hari ini diumumin terus besok berbondong-bondong buat orang beli mobil, kan kita ada proses," kata dia, saat ditemui, di sela-sela pameran GIIAS 2019, di ICE BSD, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (18/7).

Menurut dia, penurunan suku bunga kredit mobil baru akan terlihat dalam jangka waktu 3 bulan setelah suku bunga acuan diturunkan. Sebab perlu penyesuaian di level pelaku usaha.

"Ya kalo menurut saya tidak mungkin cepat sekali, minimal 3 bulan. Karena dia masih pegang duit yang modalnya (cost of fund-nya) sekian," ungkapnya.

"Kita musti liat, sekarang kan masih Juli. Jadi ya harapan kita mulai Juli ke atas. Ya kan? Ada pameran yang baru sekarang. Andai kata orang beli mobil sekarang pun delivery-nya mungkin baru Agustus. Jadi tidak mungkin diteken hari ini besok udah di garasi," imbuhnya.

Meskipun demikian, dia mengatakan bisa juga penurunan terjadi lebih cepat sesuai dengan kondisi pasar. Jika satu pelaku usaha pembiayaan sudah menurunkan suku bunga, biasanya diikuti oleh yang lain.

"Tapi kalau begitu dia lihat kiri kanan. Kalau leasing yang sono sudah turun (bunga kredit mobil), tapi dia enggak turunin, mampus saja. Kan begitu. Naik harga juga begitu. Kalau saya naik sendirian, tidak dibeli orang," tandasnya.   

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Nilai Tukar Rupiah Sempat Melemah Akibat Virus Corona
Artikel Selanjutnya
Dampak Virus Corona, Indonesia Bakal Kehilangan Pendapatan Rp 185 Triliun