Sukses

Daftar 10 Negara Penghasil Orang Terkaya di Dunia

Liputan6.com, Washington D.C. - Capgemini merilis World Wealth Report 2019 yang menyajikan data kekayaan di dunia. Laporan itu turut melaporkan negara-negara yang menjadi rumah bagi para orang terkaya di dunia.

Empat negara yakni Amerika Serikat (AS), Jepang, Jerman, dan China menjadi negara yang paling banyak mencetak para orang terkaya di dunia. Pada tahun ini, AS memiliki 5,3 juta orang terkaya.

Empat negara itu mewakili lebih dari setengah populasi orang kaya di seluruh dunia, yakni 61,2 persen. Para orang kaya itu disebut High-net-worth-individual (HNWI) atau individual dengan kekayaan tinggi.

Dalam laporan ini, para orang terkaya dibagi menjadi tiga klasifikasi, yakni:

(kurs USD 1 = Rp 14.116)

1. Ultra-HNWI dengan kekayaan di atas USD 30 juta (Rp 423 miliar)

2. Mid-Tier Millionaires dengan kekayaan antara USD 5 juta - USD 30 juta (Rp 70,5 miliar - Rp 423 miliar)

3. Millionaires Next Door dengan kekayaan USD 1 juta - USD 5 juta (Rp 14,1 miliar - Rp 70,5 miliar)

Yang dihitung adalah harta yang bisa diinvestasikan (investable asset) seperti seperti uang, tabungan, dan saham.

Selengkapnya, berikut 10 negara yang menghasilkan orang terkaya di dunia berdasarkan data World Wealth Report 2019:

2 dari 4 halaman

10 Negara Penghasil Orang Terkaya

Berikut 10 negara dengan jumlah orang terkaya paling banyak. 

1. AS: 5,3 juta orang

2. Jepang: 3,1 juta orang

3. Jerman: 1,3 juta orang

4. China: 1,1 juta orang

5. Prancis: 635 ribu orang

6. Britania Raya: 556 ribu orang

7. Swiss: 384 ribu orang

8: Kanada: 362 ribu orang

9: Italia: 275 ribu orang

10. Australia: 266 ribu orang

AS mendapat posisi pertama yang menjadi negara asal para orang kaya. Posisi Jepang di peringkat dua juga menarik disorot.

Jumlah orang terkaya di Negeri Sakura melewati jumlah para orang terkaya di Negeri Tirai Bambu meski populasi China lebih banyak, yakni 1,3 miliar orang. 

Peringkat Jerman juga masih di atas China meski populasi di negara Eropa itu jauh lebih sedikit, yaitu sekitar 82 juta orang. India yang juga memiliki populasi 1,3 miliar orang bahkan tidak masuk 10 besar.

3 dari 4 halaman

Kekayaan Menurun

Laporan Capgemini juga menyatakan bahwa para Ultra-HNWI terdampak keras oleh kisruh ekonomi global pada tahun lalu. Jumlah mereka pun berkurang empat persen dan kekayaannya menurun enam persen.

Menurunnya pasar ekuitas, ditambah dengan melambatnya ekonomi global, menjadi alasan berkurangnya kekayaan global.

China, salah satu pihak yang berseteru dalam perang dagang, juga terdampak serius. 52 persen kekayaan di China menurun pada tahun lalu, dan negara itu juga mewakili 25 persen penurunan kekayaan global.

Capgemini menyebut dalam jangka waktu pendek investasi pasar saham dan teknologi akan melambat. Ini akibat ketidakpastian seputar Brexit, krisis ekonomi Venezuela, perang dagang, hal-hal itu diprediksi mengganggu bisnis jangka pendek dan prediksi dunia industri.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Hilang Rp 536 Triliun Usai Cerai, Jeff Bezos Tetap Orang Terkaya Sejagat
Artikel Selanjutnya
Gaya Orang Terkaya Vs Influencer, Mewah Mana?