Sukses

Bertemu Para Tokoh Dunia Jadi Pengalaman Tak Terlupakan Ani Yudhoyono

Liputan6.com, Jakarta - Ani Yudhoyono, istri Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah menuturkan, kalau jalani kehidupan sebagai ibu negara membawa warna baru dalam kehidupannya. Sebelumnya, ia tidak pernah membayangkan akan menjadi seorang ibu negara.

"Tidak pernah terbesit dalam pikiran, bahwa di dalam rentang masa hidup, aku akan menjadi seorang Ibu Negara, mendampingi suami yang menjadi Presiden RI keenam. Semua terjadi begitu alamiah, mengikuti tapak langkah kakiku selama mendampingi karier suami, SBY," demikian tulisan seperti dikutip dari buku biografi Ani Yudhoyono berjudul kepak sayap, putri prajurit, karya Alberthiene Endah, Sabtu (1/6/2019).

Dalam buku biografi yang terdiri dari sembilan bab dan sebanyak 551 halaman itu menceritakan kehidupan Ani Yudhoyono sejak masa kecil hingga menjadi ibu negara. Pada buku tersebut juga berisi foto-foto masa muda Ani hingga menjadi ibu negara. Serta terdapat foto-foto keluarga.

Pada salah satu bab yang menceritakan pengalaman ibu dua putra ini sebagai ibu negara. Perempuan kelahiran 6 Juli 1952 menuturkan, kalau dirinya ingin menjadi seorang ibu negara yang terbuka. Ia tak ingin menjadi seseorang yang konservatif dan tertutup.

"Aku justru harus menjadi seseorang yang membuat orang lain memiliki keberanian untuk mengungkapkan realitas," ujar dia, seperti dikutip dari buku tersebut.

Pada prinsipnya, Ani menuturkan, dirinya menjalankan tugas dengan dua gaya yaitu konseptual dan terencana. Selain itu juga hal spontan yang memberikan sinyal ide yang baik.

Nah, salah satu hal yang disyukuri Ani Yudhoyono menjadikan perannya sebagai ibu negara yaitu kesempatan bertemu muka dengan para tokoh dunia. Ini merupakan kesempatan luar biasa dan tidak akan dilupakan sepanjang hidupnya. 

"Banyak hal yang aku serap dari perjalanan-perjalananku ke negara-negara lain bersama SBY. Yang kulihat pertama kali biasanya adalah kondisi tempat yang kami datangi," ujar dia.

Dari sejumlah negara yang dikunjungi, Ani Yudhoyono sangat kagum dengan Korea Selatan. Ia menilai, Korea Selatan sangat cepat giat melakukan penghijauan sehingga kota di negara itu begitu teduh, rapi dan bersih dari sampah.

Jepang juga menjadi salah satu negara yang dikagumi Ani Yudhoyono. Ia kagum kerja keras dan penganggungan yang luar biasa pada budaya.

"Modernitas tidak menggilas akar budaya mereka. Dan banyak lagi energi positif yang kusaring dari negara yang kami kunjungi," tutur dia.

2 dari 4 halaman

Bertemu Para First Lady

Tak hanya itu, Ani Yudhoyono juga kagum dengan sosok-sosok para first lady. Ani mengaku selalu ingin berdiskusi dengan mereka, bertukar pikiran dan saling berbagi.

Setiap negara memiliki tantangan yang khas. Hal ini juga membuat pengalaman para first lady beragam. Pengalaman tersebut yang menjadi bahan renungan dari perempuan kelahiran 6 Juli 1952 ini.

"Nilai-nilai yang muncul dari pembicaraan kami sangat menarik sebagai bahan perenunganku," ujar dia.

Ani mengaku sangat senang bertemu dengan para figur tersebut. Bahkan ia dengan para first lady jika bertemu juga menyempatkan diri untuk merasakan hal alami perempuan untuk saling berbagi rasa.

"Luar biasa transformasi pemikiran yang saling kami gulirkan. Michelle dengan tantangannya di Amerika, Putri Michiko dengan kehidupannya di Jepang, semuanya menarik. Aku bangga karena bisa membawa semangat Indonesia ke hadapan mereka. Kusadari bahwa di dalam setiap detik yang kulalui bersama mereka, itulah yang akan dijadikan tolok ukur tentang nilai-nilai Indonesia," tutur dia.

Ani menuturkan, kalau begitu banyak kontroversi tentang Indonesia yang beredar di lintas informasi global. Di sini peran Ani Yudhoyono sebagai ibu negara memberikan penjelasan mengenai Indonesia dari sudut pandang yang tepat.

"Sebagai ibu negara aku menangkap fungsi yang strategis untuk menjelaskan tentang Indonesia dari sudut pandang yang tepat. Keluwesan wanita dalam bercerita menjadi jembatan yang efektif untuk mempromosikan Indonesia dalam pola pandang yang baik," kata dia.

3 dari 4 halaman

Memahami Tata Krama Global

Ani menuturkan, kalau sosialisasi di kancah internasional mendidiknya untuk memahami tata karma global.

Ini memberikan manfaatkan besar ketika Indonesia mendapatkan kunjungan dari pemimpin negara asing.

Ia pun mempersiapkan cendera mata dengan sangat matang. Selain itu, penataan kuliner yang terkonsep baik, dan tata cara penyambutan yang penuh perhitungan. "Ku sambut mereka dengan nafas terbaik Indonesia," ujar dia.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
AHY Unggah Potret Bersama Ani Yudhoyono Peringati Hari Kanker Sedunia
Artikel Selanjutnya
Indonesia Berkabung, 6 Tokoh Inspiratif Berpulang di Tahun 2019