Sukses

Lewat Tol, Waktu Tempuh Surabaya ke Malang Kini Cuma 1 Jam

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Jalan Tol Pandaan-Malang sepanjang 30,625 km. Adanya tol ini akan mempersingkat waktu tempuh Surabaya-Malang menjadi hanya 1 jam.

Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani mengatakan, meski bukan termasuk bagian Tol Trans Jawa, Jalan Tol Pandaan-Malang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN).

Dengan beroperasinya Jalan Tol Pandaan-Malang ini, lanjut dia, waktu tempuh antara Surabaya dan Malang yang sebelumnya 4-5 jam menjadi 1-1,5 jam.

“Dengan demikian, arus mobilisasi barang dan jasa menjadi lebih efisien sehingga industri dan pariwisata di wilayah sekitar dapat terus tumbuh,” ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (13/5/2019).

Sementara itu, Agus Purnomo selaku Direktur Utama PT JPM memaparkan bahwa Jalan Tol Pandaan-Malang yang telah diresmikan oleh Presiden ini akan mulai dioperasikan tanpa tarif mulai tanggal 14 Mei 2019 pukul 07.00 WIB.

"Jalan Tol Pandaan-Malang akan dioperasikan tanpa tarif untuk memberikan sosialisasi yang lebih optimal kepada masyarakat, sambil menunggu Keputusan Menteri PUPR tentang tarif tol," tandas dia.

Jalan Tol Pandaan-Malang memiliki total panjang jalan 38,488 km, dimana tiga seksi yang diresmikan oleh Presiden mencakup Seksi 1 Pandaan-Purwodadi sepanjang 15,475 km, Seksi 2 Purwodadi-Lawang sepanjang 8,50 km dan Seksi 3 Lawang-Singosari sepanjang 7,51 km. Sedangkan untuk seksi 4 Singosari-Pakis sepanjang 4,75 Km beroperasi fungsional saat arus mudik balik Lebaran 2019 dan seksi 5 Pakis-Malang sepanjang 3,113 km masih dalam tahap konstruksi.

Ruas Tol Pandaan-Malang ini dikelola oleh PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM) yang sahamnya dimiliki Jasa Marga sebesar 60 persen, PT Pembangunan Perumahan (Persero) sebesar 35 persen dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sebesar 5 persen.

 

2 dari 4 halaman

Tol Pandaan-Malang Gratis hingga Lebaran

Saat peresmian, Presiden Jokowi meminta agar jalan tol Pandaan-Malang akan beroperasi tanpa tarif untuk memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat hingga libur Lebaran.

“Saya sudah bisik-bisik ke Menteri BUMN, jangan sampai bayar dulu sampai Lebaran. Gratisin dulu sampai Lebaran untuk dicoba masyarakat sekitar dan sudah dijawab bisa oleh Menteri BUMN,” kata dia.

Menteri BUMN Rini M Soemarno mengatakan, keberadaan Jalan Tol Pandaan-Malang merupakan bagian dari peran BUMN sebagai agen pembangunan dalam mendorong peningkatan konektivitas darat dan pemerataan ekonomi.

“Terima kasih kepada Jasa Marga dan PT PP sebagai kontraktor, saya dorong terus supaya bisa selesai semua. Pak Presiden juga sudah memberikan arahan untuk tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, jadi jalan tol ini kita gratiskan hingga libur lebaran," ungkap Menteri Rini.

 

3 dari 4 halaman

Menteri PUPR Dorong BUJT Berikan Diskon Tarif Tol Saat Mudik

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono terus mendorong kepada seluruh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) agar mau memberikan diskon tarif tol saat mudik Lebaran 2019.

"Nanti BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol, Kementerian PUPR) akan diskusi dengan BUJT. Saya akan dorong mereka untuk bisa berikan diskon," ujar dia di kantornya, Jakarta, Jumat (10/5/2019).

Oleh karena itu, ia masih belum bisa menentukan apakah bakal ada diskon tarif tol saat arus mudik dan balik Lebaran sembari menunggu hasil kesepakatan dengan pengusaha tol.

"Biar dibicarakan dulu. Mudah-mudahan bisa," ungkap Basuki.

Lebih lanjut, Basuki juga turut berkomentar seputar perpindahan Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama di Tol Jakarta-Cikampek. Menurut dia, pergeseran pintu tol utama itu tidak akan banyak mengubah hitungan tarif yang sudah ada.

Seperti diketahui, Kementerian PUPR tengah melakukan relokasi atau pemindahan pintu tol besar di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, yakni dari Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama (Cikarut) ke Km 70 GT Cikampek Utama dan Km 67 GT Kalihurip Utama.

Adapun sistem pembayaran tol di Jalan Tol Jakarta-Cikampek saat ini terdiri dari dua jenis transaksi, yakni sistem transaksi terbuka di ruas Tol Jakarta-Cikarang Barat serta transaksi tertutup di ruas Cikarang Barat-Cikampek.

Kedua transaksi tersebut selama ini dilakukan di GT Cikarang Utama, sehingga kerap menimbulkan antrean panjang.

"Sebetulnya pemindahan Gerbang Tol ini secara total enggak ada perubahan tarif. Pondok Gede tetap, Bekasi Timur tetap, Cikarang tetap. Kalau di belakang pintu original lebih lancar, itu sistem pembayarannya terbuka," tutur dia.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Setuju Jokowi Setop Amandemen UUD, NasDem: Tidak Harus Sekarang
Artikel Selanjutnya
Jokowi Segera Cari Pengganti Ma'ruf Amin dan Mahfud Md di BPIP