Sukses

Agar Tak Boros, Begini Cara Bedakan Kebutuhan dan Keinginan

Liputan6.com, Jakarta - Kebutuhan dan keinginan kerap menjadi hal yang sulit dibedakan, meskipun pada dasarnya kedua hal ini memiliki perbedaan yang cukup besar. Berbagai kebiasaan yang tidak tepat dalam mengelola keuangan tentu menjadi salah satu penyebabnya.

Bukan hanya ketika Anda masih mengurus keuangan diri sendiri, kesulitan untuk membedakan kebutuhan dengan keinginan ini bahkan bisa saja terbawa hingga Anda sudah berumah tangga.

Saat berumah tangga, Anda tentu wajib memiliki beragam kebijakan dalam mengatur keuangan keluarga. Penting bagi Anda untuk memahami dengan baik apa saja kebutuhan di dalam rumah tangga Anda dan apa saja yang termasuk dalam kelompok keinginan semata.

Berbagai kebutuhan di dalam rumah tangga Anda wajib dipenuhi dengan baik, agar kehidupan keluarga baik-baik saja. Sementara untuk berbagai keinginan, Anda dan seluruh anggota keluarga tentu wajib menyesuaikannya dengan kondisi keuangan.

Keinginan bukanlah sesuatu yang harus dipenuhi, terutama di saat-saat kondisi keuangan tidak mendukung hal tersebut. Agar bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan, simak tips berikut ini, seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Membuat Daftar Makanan yang Dibutuhkan untuk Sebulan ke Depan

Dalam membuat daftar kebutuhan apa saja yang diperlukan biasanya dilakukan sebulan sekali untuk digunakan dalam sebulan ke depan. Hal yang tergolong dalam kebutuhan yang harus dipenuhi dalam kehidupan sehari-hari tentunya adalah kebutuhan pokok.

Kebutuhan pokok ini terdiri dari makanan utama yang mencakup tidak hanya mengenyangkan, tapi juga pemenuhan gizi seimbang untuk kesehatan. Oleh karena itu, anggarkan kebutuhan makan utama, bukan makanan yang sifatnya memenuhi keinginan seperti sering makan di restoran atau kongko di kafe.

2 dari 3 halaman

2. Buat Daftar Kebutuhan Listrik, Pulsa, dan Transportasi

Kebutuhan utama lain yang wajib dipenuhi selain makanan tentunya listrik, pulsa, transportasi, tagihan air, dan lainnya. Sebab kebutuhan itu sangat diperlukan guna menunjang berbagai aktivitas sehari-hari.

Buatlah daftar kebutuhan untuk membayar listrik, membeli pulsa, dan ongkos transportasi ke tempat kerja dan lainnya yang cukup untuk sebulan ke depan. Dengan demikian, Anda bisa tahu seberapa besar kebutuhan anggaran itu dan menghindari pemborosan yang berasal dari aktivitas tersebut.

3. Tulis Daftar Kebutuhan Masa Depan

Selain kedua poin kebutuhan utama di atas, Anda perlu juga memahami kebutuhan utama lain yang ditujukan untuk masa depan. Beberapa kebutuhan utama untuk masa depan di antaranya biaya anak sekolah, tabungan, investasi, dana darurat, asuransi jiwa serta asuransi kesehatan, dan lainnya.

Dengan membuat daftar kebutuhan untuk masa depan ini, maka Anda tidak akan melewatkan atau lupa hanya untuk sekadar menganggarkannya setiap bulannya. Sehingga Anda tidak akan mudah begitu saja menggunakan uang hanya untuk bersenang-senang memenuhi keinginan.

3 dari 3 halaman

4. Buat Daftar Kebutuhan Travelling

Hidup tidak melulu bekerja dan bekerja. Tapi Anda juga harus meluangkan waktu dan menyediakan dana untuk liburan agar lebih menikmati hidup dan tidak stres.

Tentu saja, travelling adalah sebuah kebutuhan yang juga harus dipenuhi dalam anggaran keuangan. Tapi Anda harus membuat daftar seberapa kebutuhan travelling yang ideal harus dilakukan.

Sehingga Anda tahu kapan saatnya untuk travelling. Bukan hanya sekadar memenuhi keinginan travelling yang terus menerus tanpa menghiraukan kondisi keuangan dan mengabaikan kebutuhan utama lainnya selain liburan.

5. Memisahkan dalam Rekening yang Berbeda

Hindari untuk menyatukan seluruh uang Anda dalam satu rekening saja, sebab hal ini berisiko membuat Anda kesulitan untuk mengelolanya. Beda keperluan, beda juga rekeningnya.

Anda perlu membuat rekening yang terpisah antara kebutuhan dengan hal lainnya, sehingga semua dana untuk kebutuhan rumah tangga Anda tidak akan tercampur aduk dengan dana lain. Jika perlu, Anda bisa membuat 3 rekening terpisah, yakni rekening untuk kebutuhan pokok, rekening untuk simpanan, dan juga rekening buat sekadar keinginan atau hiburan.

Pemisahan rekening ini akan mempermudah Anda menentukan dan mengelola setiap dana yang dialokasikan. Anda juga bisa menempatkan porsi yang tepat dari penghasilan ke masing-masing rekening ini sejak awal, misal 50 persen untuk rekening kebutuhan, 30 persen ke rekening simpanan, dan 20 persen ke rekening keinginan.

Pembagian porsi yang tepat seperti ini akan memungkinkan Anda memenuhi semua keperluan rumah tangga Anda dengan baik dan sesuai kebutuhan.

Pahami Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan dengan baik

Kebutuhan dan keinginan kerap menjadi hal yang sulit dibedakan, bahkan oleh Anda yang sudah berumah tangga. Berikan perhatian untuk kedua hal ini, sehingga Anda benar-benar memahami dengan baik perbedaan keduanya.

Pastikan Anda selalu memenuhi dan menjadikan kebutuhan keluarga sebagai prioritas, sehingga kehidupan rumah tangga Anda bisa berjalan dengan baik dan lancar.

Loading
Artikel Selanjutnya
Mau Bebas Boros? Sontek 10 Cara Praktis Hemat Duit
Artikel Selanjutnya
Cara Aman Parkir Kendaraan Saat Musim Hujan