Sukses

Mobil Pedesaan Bakal Dibanderol Rp 70 Juta

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah gencar mendorong kemandirian nasional, salah satunya dalam mengembangkan kendaraan pedesaan atau Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) atau disebut mobil pedesaan agar kompetitif di pasar nasional.

Kendaraan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pedesaan ini, rencananya mulai dipasarkan pada April 2019.

Direktur Industri Maritim Alat Transportasi dan Alat Pertahanan, Kemenperin, Putu Juli Ardika mengatakan, kendaraan pedesaan ini akan dibanderol sebesar Rp 70 juta. Harga tersebut dipatok lantaran seluruh komponen yang digunakan AMMDes ini memiliki spesifikasi tinggi.

"Kita ingin bawa kendaraan ini terjangkau dan murah. Kita kembangkan baru off the road Rp 70 juta," kata Putu di Bogor, Jumat (12/4/2019).

Dia menuturkan, harga yang ditawarkan tersebut juga sesuai karena dilengkapi dengan teknologi engine power take off (PTO), sehingga tidak mudah slip saat beradapan dengan medan licin.

Apalagi seluruh komponen kendaraan ini juga sebagian besar menggunakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

"Kita tidak mau menurunkan spesifikasi karena AMMDes akan bekerja keras di jalan yang ekstrim. Dari sistem saja, itu semua sudah bagus. Kemudian dari aspek kesalamatan, kemananan dan kenyamanan (sudah diuji)," kata dia.

Untuk kecepatan maksimum mobil pedesaanini dibatasi aspek keselamatan. Penggunaan maksimal hanya mencapai 55 kilometer per jam.

"Kenapa dibatasi? karena bapak kalau dijalan minim infrastruktur cepet-cepet itu bukan kendaraan rusak tapi justru kitanya," imbuhnya.

 

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

 

2 dari 4 halaman

Genjot Penjualan AMMDes

Untuk diketahui, AMMDes ini merupakan implementasi dari program nawacita Presiden Joko Widodo. Salah satunya melalui pengembangan dari daerah ke desa, yang bertujuan menurunkan kesenjangan antar wilayah melalui penguatan konektivitas dan kemaritiman.

"Kita ciptakan alat satu unit berbeda sekali dari apa yang ada sekarang dan manfaatnya sangat luas. Jadi kita ingin memenuhi kebutuhan masyarakat yang benar-benar dibutuhkan ini bukan cuma-cuma tapi arahannya ke depan ini untuk bisnis. Sehingga kita bener-bener melakukan kajian-kajian bisnis model yang bagus seperti apa," ujar dia.

Sementara itu, PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI) sebagai produsen dari AMMDes sendiri mulai berencana menggenjot penjualan AMMDes di berbagai wilayah.

Tingginya potensi penjualan dan efek positif yang dihasilkan dari hadirnya AMMDes di pedesaan menjadi salah satu alasan perusahaan untuk memaksimalkan ragam jalur pemasaran yang dimilikinya.

"Terkait produksi, saat ini KMWI memiliki kapasitas produksi sebanyak 3.000 unit per tahun. Rencananya perusahaan akan meningkatkan kapasitas terpasangnya menjadi 12 ribu unit per tahun di 2020," kata Presiden Direktur PT KMWI, Reza Treistanto.

Reza mengatakan, untuk pemasarannya sendiri pihaknya telah membagi dua segmen. Pertama adalah melalui pemerintah dan kedua adalah dengan menjualnya secara perorangan kepada masyarakat di desa. 

Untuk target penjualan di segmen pemerintah, pada bulan ini KMWI berencana mendaftarkan produk AMMDes-nya dalam katalog elektronik atau e-catalogue, sehingga Kementerian ataupun Lembaga pemerintah lainnya yang ingin membelinya dapat mengaksesnya melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah (LKPP).

"AMMDes sendiri saat ini baru tersedia dalam model off road, namun KMWI juga tengah berencana untuk meluncurkan AMMDes untuk on road," pungkasnya.

 

 

3 dari 4 halaman

Mulai Dipasarkan April 2019

Sebelumnya, tahap pengembangan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) milik PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI)‎ telah rampung. Rencananya, alat yang biasa dikenal dengan mobil pedesaan tersebut akan mulai dipasarkan pada April 2019.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menyatakan AMMDes-KMW telah melalui berbagai tahapan pengembangan dan uji coba, termasuk dilakukan uji tipe dengan model dasar, yaitu unit yang dilengkapi dengan flat deck dan fitur power take off (PTO).

Mesin yang digunakan pada model ini telah mengalami penyesuaian untuk mendapatkan performa yang lebih baik, seperti di medan off road dan berbukit.

“Selain itu, model tersebut juga mengaplikasikan sistem penggerak tunggal yang dirancang dengan kecepatan maksimal 30 km per jam dan kapasitas silinder sebesar 650 cc atau setara dengan 14 HP,” ujar dia di Jakarta, Rabu, 27 Maret 2019.

Tidak hanya itu, AMMDes-KMW juga dilengkapi dengan sistem suspensi, sabuk pengaman tiga titik, sistem differential lock pada roda penggerak belakang, sistem pengereman hidrolik, rem tangan, lampu sorot depan, lampu belok, lampu rem, lampu mundur, klakson, windshield glass dan wiper.

Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mobil pedesaan sekitar 90 persen dari jumlah komponen yang digunakan dalam setiap unit AMMDes-KMW. Hanya transmisi dan beberapa bagian dari mesin saja yang masih impor.

“Untuk uji tipe, sudah diuji di Kementerian Perhubungan, dan dalam waktu dekat mereka akan keluarkan izinnya. Tentunya, AMMDes-KMW akan menjadi solusi bagi masyarakat di pedesaan. Bahkan, salah satunya sedang diuji coba sebagai feeder ambulans di pedesaan. Sebab, ada berbagai wilayah yang memang sulit di jangkau, dengan angkutan ini diharapkan bisa menjangkau masyarakat lebih luas,” ujar dia.

Airlangga mengatakan, pemasaran AMMDes-KMW pada April 2019 akan disertai dengan penjualan peralatan penunjang produksi seperti pompa irigasi, perontok padi, pengolah jagung, pembuat serpihan es, penjernih air, alat panen pisang, dan lain sebagainya yang akan dijual secara terpisah.

"AMMDes-KMW juga memiliki spesifikasi teknis khusus sehingga mampu mengakses daerah dengan kondisi medan yang sulit,” kata dia.

Airlangga menambahkan, selain telah dilakukan serangkaian uji coba dalam upaya pengembangan produksi AMMDes-KMW, mengenai ketersediaan suku cadang di pasaran juga sudah disiapkan. Di samping itu, distributornya juga telah tersedia.

"Ditargetkan produksi AMMDes-KMW akan terus meningkat menjadi 9.000-15.000 unit per tahun," ungkap dia.

 

4 dari 4 halaman

Kapasitas Produksi

Sementara itu, Presiden Direktur PT KMWI, Reiza Treistanto mengatakan, AMMDes-KMW yang merupakan karya anak bangsa diproduksi di lahan seluas 7 hektar dengan total kapasitas produksi sebesar 3.000 unit di 2019 dan dapat ditingkatkan sampai 15 ribu unit pada tahun-tahun berikutnya sesuai dengan permintaan pasar.

“PT KMWI menerapkan KMWI Production System yang mengusung konsep lean manufacturing yang akan dikembangkan menuju Smart Factory,” tutur dia.

Konsep ini merupakan salah satu implementasi teknologi industri 4.0 pada sektor manufaktur, dengan mengaplikasikan sistem konektivitas yang menghubungkan data-data pada shop floor dengan data di ruang kontrol untuk memonitor kondisi proses produksi dan pengambilan keputusan produksi.

Selain itu, KMWI Production System juga menjamin kualitas produk AMMDes-KMW yang akan dipasarkan melalui sistem quality built in process di dalam proses produksinya dan disempurnakan melalui final inspection process, sehingga produk yang akan dipasarkan telah lolos uji kualitas dan kelengkapan.

“Ke depannya diharapkan AMMDes-KMW dapat berkontribusi secara nyata dalam meningkatkan laju perekonomian masyarakat di pedesaan,” tandas dia.

Loading
Artikel Selanjutnya
Industri Kosmetik Ditargetkan Tumbuh 9 Persen
Artikel Selanjutnya
9 Kota Ini Jadi Pusat Pengembangan Industri Kreatif RI