Sukses

Dikritik Terlalu Mahal, Ini Rincian Biaya Pembangunan LRT Jabodebek

Liputan6.com, Jakarta - Biaya pembangunan moda transportasi massal, Light Rail Transit (LRT) sempat menjadi perbincangan lantaran dinilai terlalu mahal.

Namun, melalui akun Instagram-nya yaitu @adhikaryaid, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menyatakan jika biaya pembangunan LRT, khususnya Jabodebek terbilang murah dan kompetitif.

Dalam pembangunan prasaran dan sarana LRT Jabodebek, dalam akun tersebut disebutkan, terdapat tiga lingkup pekerjaan yang dilaksanakan oleh Adhi Karya, di antaranya pembangunan jalur, pembangunan stasiun, depo dan operation control centre (OCC) serta pekerjaan fasilitas operasi dan trackwork

"Dari ketiga lingkup pekerjaan ini, total biaya proyek LRT Jabodebek mencapai Rp 20,752 triliun atau sebesar Rp 467,08 miliar per kilometer (km)," ujar akun @adhikaryaid seperti dikutip Kamis (7/2/2019).

Rinciannya, biaya pembangunan khusus jalur LRT Jabodebek sepanjang 44,3 km menelan biaya Rp 10,48 triliun atau sekitar Rp 235,88 miliar per km. Angka tersebut meliputi pekerjaan struktur elevated dan longspan. 

Sedangkan pada lingkup pekerjaan stasiun yang terdiri dari struktur, arsitek dan MEP (mekanikal, elektrikal dan plambing), juga pekerjaan depo yang terdiri dari bangunan OCC, bangunan admin, perawatan bangunan, stabiling bay, jalur perpindahan dan railway system, biaya yang digunakan sebesar Rp 3,713 triliun atau Rp 83,57 miliar per km.

Sementara untuk pekerjaan fasilitas operasi dan trackwork, biaya yang digunakan sebesar Rp 6,559 triliun atau sekitar Rp 147,63 miliar per km. Pekerjaan ini meliputi power supply, power Rail, signaling system, SCADA, bangunan substation, telekomunikasi, plartform screen door dan trackwork.

"Angka ini cukup kompetitif bilang dibandingkan proyek-proyek elevated serupa, karena pemilihan struktur tipe U-shape girder yang menjadikan harganya cukup ekonomis. Jadi biaya pembangunan LRT Jabodebek sudah cukup murah," seperti dikutip dalam akun tersebut.

 

2 dari 2 halaman

JK Kritik Pembangunan LRT Habiskan Rp 500 Miliar per KM

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla sempat bertemu Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di rumah dinasnya, Jumat pagi 11 Januari 2019.

Dalam pertemuan itu JK berbicara banyak hal, salah satunya terkait efisiensi transportasi di Jakarta.

"Saya baru tadi pagi berbicara dengan Gubernur DKI tentang efisiensi transportasi di Jakarta. Diuraikan bagaimana penggunaan teknologi di dalam sistem transportasi di Jakarta," kata JK saat memberikan sambutan di hadapan para peserta INKINDO di Istana Wapres, Merdeka Selatan, Jumat 11 Januari 2019.

Sebab itu, para konsultan harus terus memahami teknologi. JK mencontohkan pembangunan LRT Jabodetabek dengan elevated yang hanya berada di samping jalan tol. Menurut JK, model pembangunan seperti itu tidak efisien. 

"Saya kasih contoh, membangun LRT ke arah bogor dengan elevated (jalur layang). Buat apa elevated kalau hanya berada di samping jalan tol?," ucap JK.

Menurut dia, di sejumlah negara, pembangunan LRT tidak di bangun bersebelahan dengan jalan tol. Pembangunan jalur layang justru akan membuat biaya semakin membengkak.

"Biasanya light train itu tidak dibangun bersebelahan dengan jalan tol, harus terpisah. Tapi bangunnya gitu. Siapa konsultan yang memimpin ini, sehingga biayanya 500 miliar per kilometer," kata JK.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Wacana LRT Tembus hingga ke Puncak Bogor Mulai Mengemuka
Artikel Selanjutnya
Lakukan Uji Coba, LRT Sumsel Percepat Waktu Tempuh jadi 47 Menit