Sukses

Kisah Pengusaha Muda Sukses Jual Baju Online

Liputan6.com, Texas - Pria asal Texas bernama Glen Zubia berhasil meraup cukup banyak uang untuk membeli rumah berkat menjual baju lewat internet. Bisnis baju ini berangkat dari desain yang ia buat lewat Adobe Illustrator.

Dilansir dari Time, Zubia mulai bekerja di rumah orang tuanya dan mendesain pakaian, sembari mendengarkan musik heavy metal. Dia bercerita awalnya tidak mendapatkan untung, lalu tiga bulan kemudian dia mulai mendapat uang dan memutuskan serius melanjutkan bisnis.

"Ide, desain, upload. Ide, desain, upload. Saya paham bahwa saya harus banting tulang untuk hal ini. Tak mungkin hal ini bisa berhasil jika saya main-main," ucapnya.

Selain menghabiskan waktu untuk mendesain, pria 32 tahun itu juga menyempatkan diri untuk mengunjungi toko JC Penney, Kohl's dan Walmart untuk mencatat slogan-slogan apa yang dibeli konsumen. Ia pun memastikan agar kreasi bisnis yang ia rintis tidak melanggar hak cipta merek lain.

Lantas apa saja desain Zubia yang laku di pasaran? Pria itu memilih tema ulang tahun dan lokasi seperti, "Born in Chicago" atau "Awesome Since 1978".

Platform e-commerce pun dijadikan andalan Zubia untuk bisnis bajunya. Rumah impian dengan empat kamar pun berhasil terbeli dengan uang dari bisnis baju yang terkumpul sampai USD 120 ribu atau 1,7 miliar (USD 1 = Rp 14.845)

Enaknya lagi, Zubia sebagai wirausahawan tidak perlu terikat jam kerja dan bisa bekerja keras untuk memenuhi hasrat dirinya sendiri. Pendapatan pasif (passive income) juga terus mengalir. Waktunya sekarang tak hanya untuk bisnis baju, melainkan untuk proyek kreatif lain seperti mengurus podcast atau video YouTube di channel HustlerHacks miliknya.

"Kamu memiliki perasaan yang berbeda jika kamu bekerja sampai jam 1 atau 2 dini hari demi dirimu sendiri, ketimbang memiliki gaji yang pasti dan mengetahui bahwa jumlah gajimu tetap sama meski kamu bekerja keras," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Tips Agar Bisnis Makin Terkenal di Instagram

Head of Emerging Business and SMBs Facebook dan Instagram Southeast Asia, Ferdy Nandez, membagikan beberapa tips bagi para pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnis dan memperkenalkan produk melalui Instagram.

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah berupaya untuk menonjolkan karakter utama bisnis masing-masing melalui profil Instagram. Profil Instagram harus memudahkan konsumen untuk membedakan satu jenis bisnis dari bisnis yang lain.

"Anda bisa membuat nama bisnis yang menarik, bio yang lengkap, serta tampilan Feed dengan foto dan video yang berkarakter dan berkualitas tinggi untuk menarik perhatian konsumen Anda. Gunakan caption untuk menyampaikan narasi cerita brand dan produk Anda," kata dia, Kamis, 8 November 2018.

Hal berikut adalah bangunlah interaksi dengan pengikut. Para pelaku usaha diharapkan aktif menjalin komunikasi dua arah dengan pengikut melalui berbagai fitur, seperti fitur polling, menjawab pertanyaan-pertanyaan secara aktif.

"Pelaku usaha juga dapat mencoba fitur interaktif Instagram, seperti Poll Stickers dan Ask Me a Question untuk membangun interaksi yang Iebih seru dan menyenangkan dengan audiens Anda. Semakin aktif Anda berinteraksi dengan pengikut Anda, mereka juga akan semakin aktif dalam memberikan Iikes, komen, dan menghabiskan waktu Iebih banyak untuk melihat konten Anda," lanjut dia.

Selain itu, para pelaku usaha bisa mencoba memperluas jangkauan bisnis dengan menggunakan hashtag atau tagar. Penggunaan hashtag yang tepat merupakan hal yang penting bagi sebuah bisnis untuk menjangkau audiens yang Iebih luas dan calon pelanggan.

"Dua manfaat utama penggunaan hashtag antara lan mencari calon pelanggan dan inspirasi produk atau kolaborasi dengan kreator lain, serta membuat calon pelanggan menemukan bisnis Anda," kata dia.

"Strategi penggunaan hashtag juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing bisnis. Anda bisa membuat hashtag khusus yang unik sesuai karakter bisnis Anda atau menggunakan hashtag relevan yang sudah ada sebelumnya," tandasnya.

Loading
Artikel Selanjutnya
Keripik Singkong 'Cinta' Wujud Keberhasilan UKM Kembangkan Bisnis
Artikel Selanjutnya
Mulai 2020, BPS Tak Lagi Rilis Indeks Tendensi Bisnis