Sukses

Bekraf Pastikan Indonesia Aktif Rangkul Ekonomi Digital

Liputan6.com, Jakarta Indonesia dipastikan akan secara aktif mendukung keberadaan teknologi ekonomi digital. Apalagi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, perlu regulasi yang tepat untuk mengatur perkembangan digital ekonomi dan keuangan.

Itu karena bila terlalu ditekan hukum maka pelaku ekonomi digital akan menjauh dan negara kehilangan potensinya.

Salah satu perkembangan digital ekonomi adalah blockchain. Meskipun belum besar, namun pasar blokchain di Indonesia masih sangat besar.

"Indonesia aktif merangkul ekonomi digital dan teknologi yang canggih yang diwakili oleh blockchain yang merupakan sumber penting dari transformasi ekonomi digital," ujar Direktur Infrastruktur ICT di Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) Muhammad Neil El Himam dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Pembangunan Blockchain Indonesia masih dalam tahap awal dibandingkan dengan Amerika Serikat, China, Jepang dan Korea Selatan. Tetapi, masyarakat umum di Indonesia sudah memiliki pemahaman yang mendalam mengenai proyek blockchain dan permintaan yang kuat untuk berpartisipasi dalam pasar ini.

Teknologi blockchain dan pasar membutuhkan pembelajaran dan komunikasi jangka panjang. Bidang blockchain selain kebutuhan sesuai kebijakan industri startup juga perlu pengusaha media dan industri untuk tumbuh bersama-sama.

"Dari 2008 hingga saat ini, telah berkembang pesat dan nilai perkembangan blockchain industri disorot," kata Pendiri Blockchain Nomor 1 Jack Sun.

Berdasarkan statistik tidak lengkap, ada lebih dari 2.000 blockchain yang berhubungan dengan perusahaan-perusahaan di dunia, 43,0 persen didirikan pada 2017.

Saat ini, industri blockchain memasuki tahap permainan saham, lebih dan lebih banyak modal memperhatikan blockchain, tetapi industri juga memiliki situasi yang keseragaman bisnis, modal tidak merata yang memiliki sisi baik dan buruk dan satu lagi pengawasan tidak mendukung atau memadai.

Pada saat yang sama, blockchain memiliki batas profesional tertentu, untuk investor biasa dalam analisis logika white paper dan sering bingung akan kepastian apakah aplikasi dapat mendarat.

Kelemahan umum pengetahuan dalam bidang ini dan keinginannya cenderung digunakan oleh sumber-sumber informasi yang buruk.

"Kami akan berfokus pada laporan industri blockchain, berita terkini, data pasar, interpretasi teknis dan kedalaman yang eksklusif, serta untuk membantu mereka memahami pengetahuan blockchain, mengumpulkan informasi penting dari daerah yang tepat serta nilai riil pra-kontrak dari informasi yang kompleks,” kata Jack Sun.

Pengembangan industri tidak bisa dipisahkan dari bimbingan departemen pemerintah tapi juga tidak terlepas dari penyebaran media.

"Kami sangat berharap dalam layanan informasi memberikan investor pendidikan, penelitian mendalam dan opini publik pengawasan empat area efektif untuk membantu pengembangan blockchain Indonesia dan bahkan menjadi media blockchain paling profesional di Asia Tenggara,” pungkasnya.

 

* Update Terkini Asian Para Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru di Sini.

2 dari 2 halaman

Kadin: Teknologi Blockchain Beri Kemudahan dan Aman

Kadin bidang logistik dan pengelolaan rantai pasokan bekerjasama dengan Olifen Global Indonesia menyelenggarakan Blockchain Applications and Economic Forum 2018.

Acara ini mengangkat tema Business Use Cases For Blockchain Technology To Drive Adoptability yang diselenggarakan pada 8 hingga 10 Oktober 2018 di Hotel Shangrila, Jakarta.  

Acara ini upaya Kadin mengedukasi para pelaku usaha terkait potensi penggunaan teknologi blockchain di Indonesia sebagai teknologi masa depan dengan sistem kerja yang transparan, dan efisien. Blockchain sebagai teknologi dapat diadaptasi dan diterapkan dalam proses bisnis di berbagai sektor. 

Anggota Kadin, Rudyan Kopot, mengatakan penggunaan teknologi blockchain dalam industri dapat memberi banyak kemudahan. Meski demikian, selama ini sistem blockchain masih jarang digunakan untuk sektor industri. 

"Lebih efisien, lebih secure, segala macam. Kita baru belajar, belum tahu. Baru ikut acaranya. Ini sebagai sistem suatu learning yang menurut saya adalah sesuatu yang baru, di berbagai negara juga sudah terjadi," ujar Rudyan di Shangrila, Jakarta, Senin (8/10/2018).

Rudyan mengatakan, perkembangan penggunaan blockchain sudah semakin cepat di berbagai negara. Salah satu negara yang dianggap berhasil melakukan blockchain ini adalah Singapura. Sementara di Indonesia masih sedikit akibat belum ada aturan yang mendukung. 

"Di bagian negara ada yang menerapkan juga, ada Inggris, ada Korea, ada di Amerika juga sudah. Ada pemerintah nya yang sudah nerima. Ada Singapura dan juga Thailand, kita harus belajar juga, tapi ini BI dan OJK lah yang nanti menentukan itu," ujar dia. 

Lebih lanjut, Rudyan mengatakan, seluruh industri dapat menerapkan penggunaan teknologi blockchain ini. Pihaknya pun menanti Bank Indonesia dan OJK menerbitkan aturan yang dapat mendukung penerapan blockchain. 

Sebagai informasi, dalam forum ini Kadin mengundang para pembicara dari dalam dan luar negeri di antaranya ilmuwan Blockchain.

Blockchain Enthusiast yaitu para pengusaha yang telah menggunakan Blockchain dari berbagai sektor, para pemangku kebijakan, pelaksana lapangan, dan instansi pemerintah. 

Melalui acara ini, pembicara dan para peserta akan berbagi pengetahuan dan pengalaman secara mendalam terkait potensi teknologi blockchain guna mentransformasi dan meningkatkan kinerja perusahaan di berbagai sektor usaha.

Adapun rangkaian acara dalam pelaksanaan Blockchain Applications and Economic Forum 2018 antara lain, workshop untuk umum yang dilaksanakan pada 8 dan 10 Oktober, workshop untuk media diadakan pada 8 Oktober serta Seminar yang dibuka untuk umum pada 9 Oktober. 

Terdapat banyak narasumber yang akan terlibat dalam seminar di antaranya Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Logistik dan Supply Chain Rico Rustombi, Advisor Asosiasi Blockchain Amerika Serikat Alex Linenko, Senior Executive Analyst Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Robert Akyuwen, National Technology Officer Microsoft Tony Seno Hartono, dari IBM Indonesia Andre Jenie dan pembicara lainnya mulai dari perbankan dan finansial.

 

Reporter: Anggun P.Situmorang

Sumber: Merdeka.com

 

Video Populer Bisnis

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Hikayat Nasi Goreng, Benarkah Hidangan Asli Indonesia?
Artikel Selanjutnya
Kadin: Teknologi Blockchain Beri Kemudahan dan Aman