Sukses

Jokowi Minta Rest Area Tak Didominasi Asing, Ini Tanggapan McDonald's

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar kawasan rest area atau tempat peristirahatan di jalan tol tidak didominasi oleh gerai makanan produk luar negeri. Jokowi menginginkan agar kawasan tersebut diisi oleh produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk menjual makanan khas daerah.

Associate Director of Communications McDonald's, Sutji Lantyka mengatakan, tidak terlalu khawatir sekalipun nantinya bakal dilakukan pernyataan Jokowi tersebut. Sebab menurutnya, McDonald's sendiri memang tidak memiliki gerai di rest area jalan tol.

"Sebetulnya McDonald's belum memiliki gerai di rest area. Jadi bagi kami itu tidak berdampak secara besar karena kita gak punya gerai di rest area," ujarnya saat ditemui di McDonald's Sarinah, Jakarta, Rabu (18/7/2018).

Sutji mengatakan, McDonald's sendiri sebetulnya sudah memiliki segmentasi pasar dan tempat strategis dalam mengembangkan bisnis usahanya. Sementara, dirinya pun belum tertarik untuk masuk ke rest area.

"(Rencana masuk rest area?) Belum ada. Karena tidak menjadi fokus kita. Karena kami lebih perhatikan lokasi-lokasi lebih banyak sekolahan misalnya, kemudian pusat-pusat bisnis dan lebih memperhatikan kearah sana. Kita lebih banyak fokusnya kepada area perumahan, sekolahan, lebih menyasar kepada komunitas dan masyarakat lebih banyak," jelasnya.

2 dari 2 halaman

Produk Lokal

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta agar kawasan rest area atau area peristirahatan di jalan tol tidak didominasi oleh gerai makanan produk luar negeri.

 "Saya minta di setiap rest area, jualannya bukan McD, bukan Kentucky, bukan Starbucks. Harus semuanya diganti satai, soto, kambing guling, gudeg," ucap Jokowi saat meresmikan ruas Tol Kertasura-Sragen di Gerbang Tol Ngemplak, Solo, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

Menurut Jokowi, langkah itu perlu dilakukan untuk membantu produsen lokal memasarkan produknya. Jangan sampai industri lokal, khususnya produk UMKM, tertinggal.

"Jangan sampai ada suara-suara 'pak, jualan telur asin omzetnya anjlok'. Buat saya, jangan sampai ada yang merasa ditinggal karena pembangunan ini," ucap mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Jokowi juga telah memerintahkan Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri PUPR Basuki Hadi Muljono menindaklanjuti keinginannya itu.

"Jangan sampai titik-titik yang ada kegiatan ekonomi itu, justru diisi oleh merek-merek asing, brand-brand asing. Sehingga yang namanya batik bisa dijual di rest area, telur asin bisa dijual di rest area," kata Jokowi.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com