Sukses

Terkuak, Ini Kebiasaan Buruk Elon Musk Sebelum Jadi Miliarder

Liputan6.com, New York - Setiap orang sukses pasti memiliki kebiasaan buruk dalam hidupnya. Tak terkecuali dengan orang-orang besar dunia yang kalian ketahui. CEO Tesla Elon Musk merupakan salah satu contoh miliarder dunia yang memiliki kebiasaan buruk tersebut.

Sebelum dirinya kini dikenal menjadi pemimpin perusahaan otomotif dunia Tesla, Musk berusaha keras untuk keluar dari kebiasaan tersebut dan fokus pada mimpinya. Bagaimana kemudian dia bisa keluar dari kebiasaan buruk? Dilansir dari CNBC, Senin (23/4/2018) berikut kebiasaan buruk Elon Musk sebelum ia meraih kesuksesan.

"Ada masa di mana saya harus diet soda sebanyak 8 botol atau lebih dalam sehari. Kalau sekarang saya hanya mengkonsumsinya sebanyak sekali atau 2 kali saja, jadi tidak terlalu berlebihan," tutur Musk mengakui satu kebiasaan buruknya. 

Meskipun begitu, soda bukanlah satu-satunya teman bagi miliarder ini. Kopi bahkan diketahui merupakan teman lain bagi Musk saat ia tidak mendapati soda sebagai minumanya. Kopi juga diketahui dikonsumsi dalam jumlah yang tinggi bagi orang Amerika pada umumnya. 

"Saya dulu sering sekali minum kopi, sampai saya merasa tidak nyaman dengan diri saya. Saya sudah terlalu banyak mengkonsumsi kafein dan itu tidak akan baik," ujarnya.

Sebuah survey dari National Coffee Association menemukan bahwa Amerika semakin tinggi mengkonsumsi kopi dalam waktu 6 tahun terakhir. 64 persen orang dewasa Amerika meminum kopi dalam sehari di 2018 dan 62 persen pada tahun 2017.

Sementara itu, konsumsi soda diketahui menurun. Sebuah polling dari Gallup melaporkan bahwa 24 persen orang Amerika diet soda dan sebanyak 44 persen meminum soda. Namun, mayoritas orang Amerika mengatakan bahwa mereka berusaha untuk menghindari soda.

Riset dari Boston University School of Medicine menyebutkan bahwa orang yang mengkonsumsi soda sebanyak 3 kali sehari maka dalam waktu 10 tahun mendatang akan terkena strok atau demensia. Dan aspartan pemanis buatan dalam soda akan menyebabkan migrain, insomnia, kecemasan serta mood yang tidak stabil.

1 dari 3 halaman

Punya Harta Melimpah, Elon Musk Masih Tidur di Lantai Pabrik

Menjadi pengusaha sukses dengan status sebagai salah satu miliarder terkaya di dunia ternyata tak lantas membuat  CEO Tesla Elon Musk bersantai-santai. Dia bahkan masih tertidur di lantai pabrik guna memastikan produksi Model 3 Tesla berjalan baik-baik saja.

"Saya tak punya waktu untuk pulang dan mandi. Saya tak percaya melihat banyak orang mengalami kesulitan sementara seorang CEO bahkan tak punya waktu untuk berlibur," tutur Elon Musk saat berbicara dengan `CBS This Morning` seperti dilansir dari The Entrepreneur, Minggu (15/4/2018).

Bos perusahaan kendaraan ini menerangkan, beberapa bulan terakhir terasa sulit, penuh tekanan dan menyakitkan. Menurutnya, tapi ada banyak hal yang harus ia selesaikan saat itu juga.

"Tentu saja (menyakitkan). Saya harus tidur di lantai pabrik, bukan karena saya pikir itu tempat yang lucu untuk tertidur. Anda tahu, rasanya buruk sekali," pungkasnya.

Dia mengatakan, meski Model 3 mengalami penundaan produksi, ia dan timnya tak akan menyerah sampai kendaraan tersebut dapat dijual ke konsumen.

Saat ini, sudah enam hingga sembilan bulan keterlambatan produksi terjadi.Pada akhir Maret, Tesla memproduksi 2.020 mobil Model 3. Perusahaan mengatakan, jumlahnya masih kurang dari target sebanyak 2.500 mobil. Meski begitu, Tesla masih yakin dapat memproduksi 5.000 mobil Model 3 per minggu dalam waktu tiga bulan.

2 dari 3 halaman

Pembatalan

Menyoal pembatalan dari konsumen, Musk memiliki pendapatnya sendiri. "Ya pasti ada yang membatalkan pembelian, Anda pasti tahu, mereka butuh mobil dan kami tidak memiliki mobil yang mereka butuhkan," jelasnya.

Melansir CNBC, pada November tahun lalu saat pertemuan dengan investor, Musk menjelaskan dirinya bekerja siang dan malam untuk membenahi adanya penundaan produksi di Nevada.

Dia mengatakan, dia bahkan tak punya meja kerja. "Saya selalu memindahkan meja kerja saya ke mana saja. Saya sebenarnya tidak punya meja kerja. Saya berpindah ke manapun ada masalah terbesar di Tesla," tandasnya.

Artikel Selanjutnya
Jika Kuliah Lagi, Bill Gates Bakal Ambil Jurusan Ini
Artikel Selanjutnya
Jadi Orang Terkaya Sejagat, Ini 3 Sosok Panutan Jeff Bezos