Sukses

Kunjungi Muara Gembong, Menteri Rini Sebar 600 Ribu Benih Udang

Liputan6.com, Jakarta - Dalam rangka mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan hutan negara dan pertumbuhan ekonomi masyarakat, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M Soemarno meninjau langsung kawasan Perhutanan Sosial Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa pagi ini.

Menteri Rini ingin memastikan lahan tambak telah siap digarap dan dikelola, serta memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat setempat. Dalam kesempatan ini, Menteri Rini menebar 600 ribu benih udang di area tambak Cluster I pada petak 2B dan 3A dengan jenis udang adalah udang vanname.

“Saya ingin memastikan bahwa lahan hutan negara yang telah diberikan betul-betul bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Pemerintah juga terus menjamin bahwa pengawasan dari pelaksanaan program-program yang dijalankan terus dilakukan dan benar-benar membawa manfaat bagi perekonomian masyarakat,” kata Rini kepada wartawan, Selasa (17/4/2018).

Selain memberikan bantuan benih dan bibit udang ke petani penggarap, dukungan bagi pelaksanaan program hutan sosial di Muara Gembong juga dilakukan dengan program revitalisasi lahan tambak dan perbaikan infrastruktur pendukung di area tambak.

Revitalisasi dilakukan sejalan dengan kendala cuaca dan banjir yang mengganggu kelangsungan hidup benih udang. Salah satunya dengan melakukan penanaman mangrove sebanyak 8.250 pohon dan perbaikan-perbaikan infrastruktur pendukung di area tambak.

Perbaikan infrastruktur yang dilakukan antara lain melalui perbaikan dan pengerasan jalan, pengadaan dan instalasi jaringan listrik, serta pengadaan infrastruktur pendukung tambak seperti pembangunan saung, menara pantau, kincir air fishery, pompa air, genset, rumah gensetdan tempat penampungan hasil tambak.

“Semoga berbagai perbaikan dan revitalisasi yang dilakukan bisa memberikan solusi dan manfaat bagi petani untuk kelangsungan kegiatan di area tambak. Pelatihan dan pendampingan bagi petani tambak juga penting dilakukan agar program ini terus berlangsung dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang,” tegas Rini.

Sebagai informasi, di Kecamatan Muara Gembong, Perhutani tercatat memiliki lahan seluas 11.655 hektare (ha) dengan lahan potensi garap seluas 2.036 ha. Perhutani telah mengalokasikan lahan seluas 830,55 ha sebagai Demontration Plot (Demplot) dari Program Perhutanan Sosial di mana terdapat dua pilot project dia atas lahan seluas 80,9 ha.

Optimalisasi lahan tambak Muara Gembong ini diarahkan untuk pengembangan budidaya udang intensif, budi daya polikultur dan pengembangan silvofishery atau integrasi budi daya ikan (70 persen) dengan mangrove (40 persen) dengan metode semi-intensif.

Dalam pelaksanannya, BUMN bersinergi mendukung pelaksanaan program Perhutanan Sosial Muara Gembong antara lain, Perhutani menyediakan lahan area tambak, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bertindak sebagai bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani tambak dan Perum Perindo sebagai off taker hasil produksi panen.

 

1 dari 3 halaman

Penyaluran KUR

 

Bank Mandiri mencatat hingga saat ini, penyaluran KUR telah dilakukan kepada delapan petani penggarap yang mengelola lahan tambak seluas 17,2 ha dengan jumlah penyaluran sebesar Rp 120 juta per petani.

Pemberian KUR hanya dilakukan jika petani penggarap telah mendapat bibit dan pakan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan persyaratan lain seperti pembuatan dan infrastruktur tambak telah selesai dilakukan.

Bank Mandiri memproyeksi, dengan skema pembiayaan KUR, keuntungan yang diperoleh petani tambak dengan luas area tambak 1.000 m2 adalah sebesar Rp 3,23 juta per bulan untuk setiap petambak. Keuntungan yang diperoleh petani tambak dengan luas area tambak 4.000 m2 diproyeksi sebesar Rp 12,92 juta per bulan untuk setiap petambak.

Sementara keuntungan yang diperoleh petani tambak dengan luas area tambak 8.000 m2 diproyeksi sebesar Rp 25,84 juta per bulan untuk setiap petambak. Semua proyeksi keuntungan tersebut telah memperhitungkan biaya operasional dan biaya bunga KUR yang harus dibayar petambak.

 

2 dari 3 halaman

Padat Karya Tunai

Setelah meninjau area tambak, Menteri Rini melanjutkan kunjungan di Kecamatan Muara Gembong dengan meninjau langsung program padat karya tunai, sebagai bentuk dukungan pemerintah bagi kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

Program Padat Karya Tunai merupakan salah suatu program pemberdayaan masyarakat desa--khususnya yang miskin dan marginal--yang bersifat produktif dengan mengutamakan pemanfaatan sumber daya, tenaga kerja, dan teknologi lokal untuk memberikan tambahan upah/pendapatan, meningkatkan daya beli dan mengurangi kemiskinan.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Rini turun menyapa 200 warga yang terlibat dalam kegiatan ini, yang antara lain melakukan pembersihan saluran irigasi dan penataan jalan dan perbaikan inftasrtruktur di Madrasah Nurul Komar yang letaknya berdekatan dengan tempat penampungan hasil tambak yang disediakan bagi para petani tambak.

“Semoga program ini memberikan manfaat bagi masyarakat dan saya terus memberikan dorongan bagi BUMN untuk terus memberikan dukungan nyata bagi perbaikan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat melalui padat karya tunai ini,” kata Rini.

Setelah meninjau program padat karya tunai, Menteri Rini mengakhiri kunjungannya ke Muara Gembong dengan memberikan dukungan dan kepedulian bagi masyarakat sekitar dengan mengunjungi rumah salah seorang karyawan Bank Mandiri di Muara Gembong.

Secara simbolis, Menteri Rini memberikan bantuan berupa perbaikan (renovasi) rumah karyawan tersebut. Bantuan serupa juga diberikan kepada tujuh guru di SDN Pantai Bahagia 01, Muara Gembong, termasuk bantuan sarana pendukung bagi siswa/i di sekolah tersebut. 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Menteri Rini: Kenaikan Rating 5 BUMN Bukti Kepercayaan Investor ke RI
Artikel Selanjutnya
Menteri Rini Tegaskan Kasus Nindya Karya Tak Berdampak Terhadap Kinerja