Sukses

Tanpa Modal, Pengusaha Ini Cetak Omzet Rp 200 Juta per Bulan

Liputan6.com, Jakarta - Yasa Paramita Singgih merupakan salah satu pengusaha muda asal Indonesia yang sukses menorehkan prestasi. Pengusaha berusia 20 tahun ini merupakan pemilik dari Mens Republic. Bisnis lini fashion-nya mampu sukses mendulang omzet yang sangat besar.

Selain sebagai pebisnis andal, Yasa juga merupakan sosok yang inspiratif. Tak heran apabila ia mampu masuk ke dalam daftar Forbes 30 under 30 Asia.

Ketika ditemui oleh tim Liputan6.com, Yasa bercerita bahwa bisnis yang ia jalankan tidaklah mudah. Niat awal berbisnis muncul ketika usianya menginjak 15 tahun. Sepulang sekolah, ia mendengar ayahnya sakit. Hatinya terketuk ketika tahu ayahnya lebih memilih untuk memakai uang yang dimiliki untuk kepentingan pendidikannya ketimbang berobat.

"Jadi saya masih ingat kalimat papa saya yang menampar saya. Katanya begini, 'tidak  usah dioperasi, lebih baik uangnya dipakai untuk uang sekolah anak-anak'," ujarnya seperti ditulis Jumat (26/2/2016).

Dari situlah Yasa bertekad bahwa ia tidak boleh hanya diam dan bergantung pada keadaan. Di usianya yang baru menginjak 15 tahun itu, ia memutar otak mencari cara agar tidak merepotkan kedua orangtuanya.

"Akhirnya saya bilang ke orangtua saya, saya tidak bisa bantu banyak karena saya masih kelas 3 SMP setidaknya saya tidak minta uang jajan lagi," ia melanjutkan.

Yasa singgih memulai bisnis fashion dengan nekat pergi ke salah satu pusat grosir di Jakarta. Jangan salah, pemuda satu ini tidak memiliki modal sepeser pun. Ia hanya berusaha meyakinkan pedagang di pusat grosir untuk meminjamkan beberapa potong pakaian padanya yang nantinya akan ia jual kembali.

2 dari 3 halaman

Rugi hingga Rp 100 juta

Sebelum sukses hingga sekarang ini, perjalanan Yasa Singgih tidaklah mudah. Ia pernah didera berbagai pengalaman pahit termasuk bisnisnya yang jatuh bangkrut.

Setelah sukses berbisnis fashion, pemuda ini mencoba peruntungannya di bidang lain.

Keinginan Yasa Singgih untuk menekuni ternyata kian hari semakin kuat, dorongan tersebut membuatnya mencoba membuka bisnis baru pada 2012 dengan mendirikan kafe kecil yang ia namai Ini Teh Kopi di kawasan Jakarta Barat. Sekitar enam bulan kemudian, ia sudah membuka cabang baru, tepatnya di sebuah mal di Jakarta Selatan.

Namun ternyata bisnis baru yang ia kelola tersebut mengalami kebangkrutan yang membuatnya malah menderita kerugian. Kalkulasi yang tidak tepat merupakan faktor utama di balik kegagalannya. 

Pada 2013, ia memutuskan untuk menutup kafenya, bisnis kaus pun akhirnya turut ia hentikan. Menurutnya, jika dihitung kerugian yang ia derita mencapai Rp 100 juta.

3 dari 3 halaman

Titik balik kesuksesan

Kegagalan yang Yasa Singgih rasakan tak membuat remaja yang lahir di Bekasi pada 23 April 1995 ini menjadi kapok. Kegagalan tersebut justru membuatnya semakin semangat lagi dalam menekuni dunia bisnis. Setelah UN selesai, ia kembali terjun ke dunia bisnis, kali ini dengan sebuah konsep yang jelas dengan dilengkapi business plan yang tersusun rapi.

Dia kembali mengibarkan bendera Men’s Republic yang menjual perlengkapan mode khusus pria. Pada awalnya, Yasa Singgih hanya menjual sepatu kasual untuk pria. Namun semakin besar usahanya membuat merek yang ia kelola semakin menawarkan produk yang beragam. Saat ini Men’s Republic menjual produk celana dalam, jaket dan juga sandal untuk pria.

Ia menjual pakaiannya via online. Berbekal kerja keras, bisnis yang dijalankannya mampu sukses besar. Di usianya yang baru menginjak 20 tahun, omzet bisnisnya mampu melonjak hingga Rp 200 juta per bulan. (Vna/Gdn)

Loading