Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo dihadapan Gubernur dan Bupati dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrembangnas) menjelaskan akan membangun setidaknya 24 pelabuhan dalam lima tahun ke depan.
Namun, jumlah tersebut tidak kaku. Menurutnya, ada kemungkinan penambahan jika memang para pemimpin daerah mengusulkan agar pelabuhan di daerahnya juga dibangun.
Pembangunan pelabuhan ini nantinya akan menjadi satu titik perkembangan ekonomi di setiap wilayah Indonesia dan menjadi media konektivitas antar wilayah.
"Boleh pemerintah daerah usulkan daerahnya kalau mau dibangun pelabuhannya, tapi ada syaratnya minimal harus tersedia lahan 500 hektar (ha), itu untuk 50 tahun mendatang," kata Jokowi di Menara Bidakara, Kamis (18/12/2014).
Dipaparkannya untuk saat ini tidak relevan pembangunan pelabuhan hanya dengan memiliki lahan sebesar 15 hektar hingga 20 hektar saja. Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta ini, tanah yang hanya secuil justru hanya akan memberikan pekerjaan rumah karena pengembangannya tidak maksimal.
Di sisi lain, dengan pembangunan pelabuhan tidak skala besar nantinya akan menambah biaya-biaya pembangunan yang lebih mahal di masa yang akan datang.
"‎Kalau pelabuhan yang betul itu digabungkan pelabuhan dengan zona industri, digabungkan lagi dengan pembangkit tenaga listrik, luasnya paling minimal 500 hektar itu jangkauan 50 tahun akan datang dan 2000 hektar untuk 100 tahun akan datang," paparnya.
Mantan Walikota Solo tersebut mencontohkan saat ini ada dua wilayah di Indonesia yang siap dibangun pelabuhan yang maju, yaitu Cilacap dan Sumatera Selatan.
Dalam kunjungannya ke dua wilayah tersebut Jokowi mengungkapkan untuk wilayah Cilacap sudah memiliki lahan siap dibangun sebesar 32 ribu hektar. Sedangkan untuk Sumatra Selatan ada 3.000 hektar lahan.
‎"Oleh sebab itu persiapan harus segera kita lakukan, mumpung negara kita sedang dilihat internsional sebagai sebuah negara yang sangat menguntungkan untuk investasi, kita berada di tempat paling atas, sehingga kesempatan ini harus dimanfaatkan," pungkasnya. (Yas/Gdn)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336194/original/011453800_1788145793-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-31T100906.764.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5181963/original/041597900_1744014438-erupsi_gunung_gede.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4936199/original/062014300_1725430509-Kepiting1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/737585/original/071693200_1410839844-Pelabuhan-20140916-Johan.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5526937/original/024065400_1773140170-363653.jpg)