Pernah Raup Rp 35 Miliar, Wanita Ini Jatuh Miskin Jadi Pembantu

Callie Rogers, masih berusia 16 tahun saat memenangkan lotre senilai 1,9 juta pound sterling atau setara Rp 35,1 miliar.

Diterbitkan 07 April 2014, 21:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, London Menjadi orang kaya baru dengan total harta bernilai puluhan miliar rupiah ternyata bukan hal yang mudah. Seluruh kekayaan itu justru dapat menjadi sumber petaka dan mengirim pemiliknya ke jurang kemiskinan.

Callie Rogers, masih gadis berusia 16 tahun saat memenangkan lotre senilai 1,9 juta pound sterling atau setara Rp 35,1 miliar (Rp 18.722 per pound sterling). Saat memenangkan lotre tersebut, gadis ini hanya bekerja sebagai penjaga toko biasa dengan upah rendah.

Kekayaan yang melimpah di usia terlalu muda ternyata berdampak buruk bagi kehidupan Rogers. Alih-alih menikmati kekayaannya dengan benar, dia langsung menggunakan sebagian besar uangnya untuk berfoya-foya.

Dia menjadi remaja yang gemar berpesta, minum-minum dan membeli apapun yang diinginkan. Rogers bahkan sering berganti-ganti pacar dan pernah membelikan mobil mahal pada salah satu kekasihnya saat itu.

Kebiasaan buruknya menghambur-hamburkan uang akhirnya mulai menunjukkan dampak negatif. Dia tak lagi tahu mana teman yang tulus dan bukan, mana kekasih yang benar mencintainya dan yang tidak. Rogers bahkan sempat tiga kali mencoba mengakhiri hidupnya.

Lantas bagaimana lotre bernilai puluhan miliar itu mengubah hidupnya?. Bagaimana nasib Rogers setelah masa kejayaannya itu?.

Berikut kisahnya seperti dikutip dari Huffington Post, Daily Mail, The Mirror, dan sejumlah sumber lainnya, Senin (7/4/2014):

Pemenang Lotere Termuda di Inggris

Pemenang lotre termuda di Inggris

Tepatnya 28 Juli 2003, menjadi waktu paling berharga dalam hidup Callie Rogers, gadis berusia 16 tahun yang hidup miskin bersama kedua orangtuanya. Saat itu dia tengah bekerja sebagai pegawai toko dengan upah rendah.

Hari itu, Callie Rogers berhasil memenangkan lotre senilai 1,9 juta pound sterling atau setara Rp 35,1 miliar. Tak hanya sukses menjadi miliarder baru, dia juga tercatat sebagai pemenang lotere termuda di Inggris.

Kala itu dia berjanji tidak akan boros dan menghabiskan uangnya dengan bijak. Dia bahkan sempat akan merekrut seorang penasehat keuangan dan akuntan untuk mengelola seluruh kekayaannya.

Dia juga berharap dapat membeli rumah biasa dan tidak terlalu mewah. Begitu pula untuk kendaraan, Rogers hanya ingin membeli mobil sederhana yang dapat digunakannya kemanapun.

Senang Foya-foya dan Kecanduan Obat

Senang berfoya-foya dan kecanduan obat-obatan

Seluruh keinginan sederhana yang dipikirkan Rogers mulai terhapus setelah uang senilai puluhan miliar jatuh ke dalam genggamannya.

Tanpa mengulur waktu, dia langsung keluar dari pekerjaannya dan mulai menghamburkan uang untuk berpesta pora.

Rogers menggelar pesta meriah, membeli banyak minuman, berlibur dan mengendarai beberapa mobil mewah. Bahkan dia mulai mengencani beberapa pria yang hanya tergiur dengan uangnya.

Selang beberapa minggu setelah menjadi orang kaya, dia bertemu Nicky Lawson, ayah dari dua anak pertamanya. Keduanya tinggal bersama di sebuah rumah bernilai 180 ribu pound sterling atau Rp 3,4 miliar.

Dia juga sempat kecanduan obat-obatan dan menghabiskan uang hingga 250 ribu pound sterling atau Rp 4,6 miliar hanya untuk membeli kokain selama berhubungan dengan Lawson.

Tak cukup sampai di situ, Rogers juga melakukan operasi pembesaran payudara demi membentuk tubuh yang lebih seksi dan menarik.

Rogers juga menggelontorkan banyak uang untuk memberikan hadiah mewah dan liburan bagi kedua orangtuanya. Untuk dirinya sendiri, dia mulai mengenakan pakaian mewah dari desainer ternama dan komestik berharga tinggi.

Mulai Merasa Kesepian

Perasaan kesepian mulai menghantui Rogers

Selama bertahun-tahun setelah menyandang status orang kaya baru, Rogers merasa hidupnya tanpa tujuan. Dia menjadi selebritis dadakan di daerah tempat tinggalnya.

Bangun di siang hari menjadi kebiasaan barunya. Orang-orang datang ke rumahnya untuk berpesta. Masyarakat mendatanginya di klub seolah telah mengenal dan bersahabat dengan Rogers dalam waktu lama.

Sampai akhirnya, Rogers merasa bingung dan tak tahu lagi siapa yang bisa dipercayainya. Dia merasa tertekan karena harus selalu mentraktir orang-orang yang mengaku sebagai temannya itu.

Dia tak punya tujuan hidup dan merasa sangat kesepian. Bahkan Rogers mengaku sempat empat kali melakukan percobaan bunuh diri. Rogers mengaku terlalu muda untuk memenangkan uang sebanyak itu.

Jatuh Miskin dan Jadi Pembantu

Akhirnya Rogers kembali jatuh miskin dan menjadi pembantu

Selama bertahun-tahun sejak menjadi pemenang lotre termuda senilai Rp 35 miliar, Rogers selalu berupaya menyenangkan diri dengan menghamburkan uang. Namun bukannya kebahagiaan yang diperoleh, dia justru dirudung rasa kesepian dan gelisah.

Pada 2010, hampir semua uangnya terkuras habis. Rogers kembali jatuh miskin.

Rogers tak percaya sudah tujuh tahun sejak dia berdiri sebagai pemenang lotre termuda di Inggris. Dia lalu kembali jatuh miskin dan bekerja dua kali seminggu sebagai pembantu rumah tangga dan tengah mengikuti kursus menjadi perawat.

Dia menjual seluruh rumah dan mobil mewahnya. Bahkan Rogers sempat tinggal di sebuah rumah sederhana yang disewanya.

Ketemu Jodoh

Bertemu dengan suami baru yang mencintainya dengan tulus

Pada 2010, dia bertemu dengan seorang supervisor di sebuah pabrik di Inggris, Paul Penny. Awalnya Rogers merahasiakan semua kebiasaan buruknya setelah memenangkan lotere. Namun Penny akhirnya mengetahui semua kisahnya dari teman-teman Rogers.

Namun Penny yang mencintai Rogers dengan tulus tak mempermasalahkan masa lalunya. Dia bahkan berupaya mengubah Rogers agar bisa hidup lebih baik.

Meski Rogers telah memiliki dua anak dari hubungannya dengan mantan kekasih, Lawson, Penny tetap bersikukuh menikahinya. Kini Rogers tinggal di rumah sederhana berisi tiga kamar dengan Penny dan mengaku menjalani kehidupan yang normal.

Dia juga mengaku kemenangannya itu menjadi pelajaran berharga yang digunakan untuk mendidik anak-anaknya. Rogers hanya memberikan hadiah mahal saat ulang tahun anaknya atau di Hari Natal saja.

Kini meski jauh lebih miskin, Rogers merasa hidupnya lebih bermakna dan menyenangkan. Baginya merawat seluruh keluarga merupakan tujuan hidupnya saat ini.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6