Sukses

BPOM Pastikan Pangan Aman di Palembang Jelang Asian Games 2018

Liputan6.com, Palembang - Jelang perhelatan Asian Games 2018 di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), yang akan digelar kurang dari dua bulan lagi, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) terus memastikan penyebaran bahan pangan dan pangan siap saji di Palembang sudah aman.

Kepala BPOM Penny Kusumastuti Loekito mengatakan pihaknya melakukan penyuluhan dan sosialisasi bersama lintas sektor unit kerja di Palembang, untuk meyakinkan pangan yang beredar di Palembang bisa dikonsumsi secara aman.

“Kita ikut mendorong kualitas pangan di Palembang aman, sehingga produksi pangan bisa berdaya saing dan mendapatkan izin edar Makanan Dasar (MD),” ujarnya kepada Liputan6.com, usai melakukan penempelan stiker Pangan Aman di beberapa pusat kuliner di Palembang, Rabu (11/7/2018).

Penempelan stiker "Pangan Aman" sendiri, merupakan salah satu tanda industri makanan tersebut sudah melewati berbagai tes keamanan makanan. Seperti pengujian sampling awal, penyuluhan, pendampingan dan sampling akhir.

Terlebih akan banyaknya pengunjung di even Asian Games mendatang, yang juga akan berburu beragam jenis makanan khas Palembang.

Beberapa pusat kuliner yang mendapatkan stiker "Pangan Aman" yaitu Pasar Kuliner Pempek 26 Ilir Palembang dan pusat jajanan khas Palembang di kawasan Kambang Iwak Palembang.

“Dengan adanya stiker Pangan Aman, kita harapkan industri makanan itu bisa mempertahankan kualitasnya dan tidak menggunakan bahan berbahaya di makanannya,” ungkapnya.

Untuk mendapatkan izin edar MD dari BPOM yang diberikan kepada industri makanan dari dalam negeri harus melewati beberapa tahap pengujian, yaitu standar keamanan, mutu dan nutrisi.

Pengolahan makanannya harus memenuhi syarat higienis dalam produksi, dan produksi makanannya terbukti berkualitas. BPOM tiap daerah akan memeriksa tempat produksi, syarat keamanan dan faktor kesehatan. Jika belum terpenuhi, BPOM akan membantu bagaimana membuat alur produksi sesuai dengan persyaratan,

“Kami melayani masyarakat dari segala aspek, termasuk resiko kesehatan. Tugas BPOM memfasilitasi dan mendukung perkembangan ekonomi dan industri pengolahan pangan. Kita juga mendukung pemerintah untuk persiapan Asian Games," katanya.

 

2 dari 2 halaman

Gandeng UMKM Sumsel

Program pendampingan ke Unit Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) juga menjadi salah satu pelayanan BPOM. Mereka juga akan menghadirkan perwakilan BPOM lainnya di setiap kabupaten/kota di Indonesia, untuk memfasilitasi masyrakat.

Saat ini ada 40 Balai POM di Indonesia, Sumsel sendiri mempunyai dua balai. Yaitu Balai POM Palembang dan Balai POM Kota Lubuklinggau.

“Upaya kita melakukan penataan pengelolaan, sehingga formalin tidak terdistribusi masuk ke rantai pengolahan makanan. Jika masih digunakan, pengelola industri tersebut dipidana di penjara selama 2,5 tahun dan denda Rp 4 Miliar,”ucapnya.

BPOM juga melakukan penyuluhan dan sosialisasi ke para UMKM di Palembang usai penempelan stiker Pangan Aman. Sekitar belasan penggiat UMKM mengikuti sosialisasi, termasuk bagaimana cara mendapatkan izin edar MD.

Ketua DPD Asosiasi Kemitraan Usaha Mikro Indonesia (AKIMINDO) Sumsel Hapson mengatakan, mereka sangat berhati-hati dalam menyeleksi anggota asosiasinya. Termasuk pengusaha yang menggunakan bahan pangan berbahaya.

“Penggunaan formalin pangan biasanya dari produsen mi dan tahu. Mereka tidak tergabung dengan asosiasi kita, karena dari awal perekrutan sudah dilakukan sosialisasi pelarangan penggunaan bahan berbahaya,” katanya.

Asosiasi yang sudah merekrut 7.000 anggota ini juga merasakan dampak Asian Games 2018 mendatang. Karena usaha mikro akan berkembang pesat dan perputaran uang akan tinggi. Mereka juga mendorong para pengusaha mikro lainnya untuk memanfaatkan momen ini, dengan membuat produk baru khas Asian Games 2018.