Liputan6.com, Solok: Arus pengungsian warga di sekitar kaki Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatra Barat, Selasa (12/4) malam, terus meningkat. Ini terjadi menyusul peningkatan aktivitas Gunung Talang dan peningkatan status gunung tersebut menjadi Awas [baca: Status Gunung Talang Menjadi Awas].
Sejauh ini, warga yang bermukim dalam radius lima kilometer dari gunung sudah dievakuasi. Mereka mengungsi ke Kota Solok dan gedung-gedung sekolah yang lokasinya jauh dari sasaran debu vulkanik.
Dari pemantauan SCTV, suasana di sekitar perkampungan dalam radius lima kilometer dari gunung sudah terlihat kosong. Hingga tadi malam, Gunung Talang masih terus mengepulkan asap vulkanik. Bangunan Sekolah Dasar Negeri 31 Rawang Lubuk Selasih yang berjarak sekitar delapan kilometer dijadikan tempat pengungsian ratusan warga Air Batu Tumbu. Bangunan SD ini masih dinilai aman dari ancaman debu vulkanik.
Selasa petang kemarin, debu belerang bercampur pasir terus menyembur dari kawah Gunung Talang. Sedikitnya terjadi 20 kali letusan [baca: Gunung Talang Masih Menyemburkan Debu].(ZIZ/Denni Risman)
Sejauh ini, warga yang bermukim dalam radius lima kilometer dari gunung sudah dievakuasi. Mereka mengungsi ke Kota Solok dan gedung-gedung sekolah yang lokasinya jauh dari sasaran debu vulkanik.
Dari pemantauan SCTV, suasana di sekitar perkampungan dalam radius lima kilometer dari gunung sudah terlihat kosong. Hingga tadi malam, Gunung Talang masih terus mengepulkan asap vulkanik. Bangunan Sekolah Dasar Negeri 31 Rawang Lubuk Selasih yang berjarak sekitar delapan kilometer dijadikan tempat pengungsian ratusan warga Air Batu Tumbu. Bangunan SD ini masih dinilai aman dari ancaman debu vulkanik.
Selasa petang kemarin, debu belerang bercampur pasir terus menyembur dari kawah Gunung Talang. Sedikitnya terjadi 20 kali letusan [baca: Gunung Talang Masih Menyemburkan Debu].(ZIZ/Denni Risman)