Liputan6.com, Shuozhou: Jumlah korban tewas dalam kecelakaan tambang batu bara di Cina terus bertambah. Menurut Kantor Berita Xinhua, hingga Ahad (20/3), regu penolong telah menemukan 60 jenazah yang tewas dalam ledakan gas di tambang batu bara Xishui di Kota Shuozhou, Cina bagian utara. Mereka terkubur dinding yang memisahkan tambang Xishui dengan Kangjiayao. Kini, regu penolong masih mencari 10 penambang yang belum ditemukan [baca: Lagi, Tambang Batu Bara di Cina Meledak].
Sejauh ini, polisi telah menahan empat pemilik lokasi tambang. Mereka dikenakan tuduhan tidak menjalankan perintah agar menghentikan sementara aktivitas penambangan yang dikeluarkan setahun silam. Ledakan di Xishui ini hanya berselang dua hari setelah peristiwa serupa di Xinzhen, dekat Kota Chongqing, yang menewaskan 19 penambang [baca: Tambang di Xinzhen Meledak, Belasan Tewas].
Keamanan pertambangan batu bara di Cina, khususnya milik swasta, menjadi masalah serius karena setiap tahun merenggut korban jiwa. Selain pengabaian ketentuan keamanan, kecelakaan biasanya diakibatkan ventilasi yang minim pada lokasi tambang. Tahun silam, penambang yang tewas mencapai 6.000 orang akibat ledakan dan kecelakaan lainnya [baca: Tambang di Fuxin Meledak, 200 Tewas].(DNP/Yes)
Sejauh ini, polisi telah menahan empat pemilik lokasi tambang. Mereka dikenakan tuduhan tidak menjalankan perintah agar menghentikan sementara aktivitas penambangan yang dikeluarkan setahun silam. Ledakan di Xishui ini hanya berselang dua hari setelah peristiwa serupa di Xinzhen, dekat Kota Chongqing, yang menewaskan 19 penambang [baca: Tambang di Xinzhen Meledak, Belasan Tewas].
Keamanan pertambangan batu bara di Cina, khususnya milik swasta, menjadi masalah serius karena setiap tahun merenggut korban jiwa. Selain pengabaian ketentuan keamanan, kecelakaan biasanya diakibatkan ventilasi yang minim pada lokasi tambang. Tahun silam, penambang yang tewas mencapai 6.000 orang akibat ledakan dan kecelakaan lainnya [baca: Tambang di Fuxin Meledak, 200 Tewas].(DNP/Yes)