Penyeberangan Kapal Feri Bali-Lombok Terhambat

Gelombang demonstrasi pendukung Presiden Wahid di Banyuwangi, Jawa Timur, membuat aktivitas perekonomian terganggu. Bahkan, jalur penyeberangan selat Bali-Lombok terhambat.

oleh Liputan6Diterbitkan 18 Maret 2001, 12:20 WIB
Liputan6.com, Mataram: Demonstrasi massa pendukung Presiden Abdurrahman Wahid di Jawa Timur dan Bali berdampak buruk. Kegiatan perekonomian terhambat. Bahkan, Pelabuhan Ketapang, Jatim dan Gilimanuk, Bali, sempat ditutup sementara sejak Kamis sampai Jumat (17/3).

Menurut Supervisor Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan di Pelabuhan Lembar, Padangbai, Bali Bambang Isnugroho, penutupan tersebut berdampak pada jalur penyeberangan Padangbai ke Pelabuhan Lembar, Lombok. Sejauh pemantauan SCTV, sampai Jumat kemarin, sekitar puluhan bus dan truk telat ketika memasuki Pelabuhan Lembar.

Padahal, kata Bambang, jalur tersebut setiap hari melayani penyeberangan dengan 16 kapal feri. Setiap kapal, rata-rata, mengangkut sembilan truk yang mengangkut beraneka barang kebutuhan untuk Lombok. Selain itu, sekitar 25 sampai 30 bus malam yang melayani rute NTB-Pulau Jawa, juga diangkut kapal feri tersebut.

Jumat siang, sempat cuma lima truk yang diseberangkan ke Lombok. Itu pun yang datang dari Bali. Sedangkan bus jalur Jawa-Nusatenggara Barat tak satu pun berhasil menembus Lombok. Tercatat pula, arus penumpang berjumlah sebanyak 800 orang.

Sementara itu, sejumlah sopir mengeluhkan penurunan jumlah penumpang bus sebanyak 30 sampai 50 persen selama empat hari belakangan. Biasanya, penumpang bus berdesak-desakan di dalam bus yang berkapasitas 21 kursi tersebut. Penyebabnya, banyak perusahaan bus yang mengurangi armadanya. Kini, tiap hari hanya satu bus saja yang berangkat dari Terminal Pulogadung, Jakarta Timur.(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya