Liputan6.com, London: Museum Winston Churchill resmi dibuka di London, Inggris, baru-baru ini. Museum tersebut khusus didirikan untuk mengenang kehidupan, pencapaian, dan nilai-nilai yang dianut mantan Perdana Menteri Inggris mendiang Sir Winston Leonard Spencer Churchill. Di dalamnya menampilkan informasi maupun beberapa benda terkait dengan kehidupan Churchill.
Menurut Celia Sandys--cucu Churchill--bila masih hidup, sang kakek tentunya bakal menyukai museum tersebut. Museum itu didesain menyatu dengan yang disebut ruang perang kabinet yang memiliki luas sekitar 274 ribu sentimeter persegi. Di ruangan ini tersimpan benda-benda yang selama ini belum pernah dipublikasikan.
Daya tarik utama museum ini adalah adanya meja elektronik yang dinamai lifeline. Alat ini membawa pengunjung ke babak-babak penting dalam kehidupan pria yang pernah memperoleh Nobel Kesusastraan pada tahun 1953. Untuk menggunakannya, mereka cuma menyentuhkan jari ke tanggal tertentu dan meja tersebut akan menampilkan data kontekstual. Termasuk dokumen, film, foto serta audio yang terkait dengan kehidupan Churchill.
Di tempat ini para pengunjung dapat menyaksikan kilas balik kehidupan Churchill (1874-1965) yang dibagi ke dalam lima bab. Pertama dimulai dari masa mudanya Churchill--sang politisi dan negarawan, tahun-tahun keras dalam perjalanan kariernya Churchill--sang pemimpin perang, dan negarawan era perang dingin (Cold War).
Di museum ini juga dipajang artefak yang diberikan atau dipinjamkan oleh keluarga Churchill maupun para sahabatnya di seluruh dunia. Di antaranya pakaian khas Churchill yang dibuat oleh penjahit kelas atas di London.(AIS/Pin)
Menurut Celia Sandys--cucu Churchill--bila masih hidup, sang kakek tentunya bakal menyukai museum tersebut. Museum itu didesain menyatu dengan yang disebut ruang perang kabinet yang memiliki luas sekitar 274 ribu sentimeter persegi. Di ruangan ini tersimpan benda-benda yang selama ini belum pernah dipublikasikan.
Daya tarik utama museum ini adalah adanya meja elektronik yang dinamai lifeline. Alat ini membawa pengunjung ke babak-babak penting dalam kehidupan pria yang pernah memperoleh Nobel Kesusastraan pada tahun 1953. Untuk menggunakannya, mereka cuma menyentuhkan jari ke tanggal tertentu dan meja tersebut akan menampilkan data kontekstual. Termasuk dokumen, film, foto serta audio yang terkait dengan kehidupan Churchill.
Di tempat ini para pengunjung dapat menyaksikan kilas balik kehidupan Churchill (1874-1965) yang dibagi ke dalam lima bab. Pertama dimulai dari masa mudanya Churchill--sang politisi dan negarawan, tahun-tahun keras dalam perjalanan kariernya Churchill--sang pemimpin perang, dan negarawan era perang dingin (Cold War).
Di museum ini juga dipajang artefak yang diberikan atau dipinjamkan oleh keluarga Churchill maupun para sahabatnya di seluruh dunia. Di antaranya pakaian khas Churchill yang dibuat oleh penjahit kelas atas di London.(AIS/Pin)