Pemakaman Massal Korban Tsunami Digelar di Khao Lak

Jenazah korban Tsunami di Khao Lak, Thailand, mulai dimakamkan secara massal. Jenazah dibaringkan bersisian dalam kantong berwarna biru dan putih di sebuah liang panjang.

oleh Liputan6Diterbitkan 01 Januari 2005, 05:56 WIB
Liputan6.com, Khao Lak: Pemakaman massal korban Tsunami di Thailand, terus dilakukan. Di Khao Lak, misalnya. Baru-baru ini, jenazah warga setempat dibaringkan bersisian dalam kantong berwarna biru dan putih di sebuah liang panjang. Semua jenazah diberi tanda pengenal berupa nomor. Itu diperlukan jika kelak ada sanak keluarga yang ingin mengidentifikasi mereka. Pemakaman dilakukan karena tak ada tempat lagi di ruang pendingin yang kini menampung jenazah korban warga negara asing.

Di Phuket, sedikitnya 250 orang berkumpul untuk menghadiri acara renungan. Dengan diiringi lagu Candle in The Wind milik penyanyi Inggris Elton John, warga lokal dan asing berkumpul di sebuah pusat perbelanjaan di Pulau Phuket. Para peserta malam renungan ini membawa lilin dan mawar putih.

Keganasan bencana Tsunami memang menimbulkan cerita yang mencengangkan. Kisah itu dialami satu keluarga di Penang, Malaysia, salah satu daerah terparah terkena dampak bencana Tsunami di Malaysia. Supiah Tulasi, bocah baru berusia 20 hari ini berhasil selamat dari amukan bencana Tsunami. Padahal, Supiah tengah tertidur di kamar belakang restoran milik orang tuanya saat Tsunami melahap kediamannya.

Menurut orang tua korban, saat bencana Tsunami itu datang, mereka dan para tamu restoran langsung keluar bangunan tanpa membawa Supiah. Ajaib. Ketika mereka kembali ke restorannya menemukan si bayi menangis di kasur yang mengapung di air sedalam 1,5 meter. Sedangkan anak sulung mereka, Kanchana juga selamat. Uniknya, meski menyadari Tsunami dapat kembali sewaktu-waktu, mereka tetap enggan meninggalkan kediaman yang telah ditempati selama bertahun-tahun itu.(ORS/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya