Liputan6.com, Tangerang: Konser grup musik Gigi di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang, Banten, Sabtu (18/12) malam, berakhir tragis. Dua orang meninggal dunia dan 50 orang lainnya cedera akibat atap gedung "Student Center" ambruk. Umumnya korban mengalami luka di bagian kepala karena tertimpa pecahan beton talang air. Hingga kini, mereka masih dirawat di Rumah Sakit Fatmawati, Rumah Sakit Bintaro, Rumah Sakit Cinere, dan Rumah Sakit Gaplek, Tangerang, Banten.
Kejadian mengenaskan itu terjadi saat personel Gigi dikomandani Armand Maulana tampil sebagai band penutup rangkaian acara Malam Inagurasi Mahasiswa Baru UIN, sekitar pukul 22.30 WIB. Karena halaman kampus sempit, sebagian penonton naik ke atap gedung Student Center. Di atas atap beton berbentuk seperti talang air yang terletak di samping panggung, para penonton meloncat-loncat dan berjoget. Mendadak, atap runtuh dan menimpa puluhan orang di bawahnya. Penonton yang berada di atas balkon juga berjatuhan.
Panitia lalu melarikan seluruh korban ke sejumlah rumah sakit. Di tengah musibah itu, konser tetap berlanjut hingga acara selesai. Belakangan diketahui, dua mahasiswa meninggal dunia. Mereka adalah Syaiful Anwar, warga Kampung Utan, Tangerang, Banten dan Zainal Asikir, mahasiswa Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN).
Pertunjukan band yang menelan korban jiwa juga pernah terjadi di Bandar Lampung, Lampung, 19 November 2000. Saat itu, empat remaja putri, berusia antara 14 hingga 19 tahun, tewas terinjak-injak saat menonton konser kelompok musik Sheila on 7 di Gedung Olahraga (GOR) Saburai. Sedangkan delapan penonton lain terpaksa dirawat di rumah sakit [baca: Empat Tewas Dalam Konser Sheila on 7].(KEN/Raditiyo Wicaksono)
Kejadian mengenaskan itu terjadi saat personel Gigi dikomandani Armand Maulana tampil sebagai band penutup rangkaian acara Malam Inagurasi Mahasiswa Baru UIN, sekitar pukul 22.30 WIB. Karena halaman kampus sempit, sebagian penonton naik ke atap gedung Student Center. Di atas atap beton berbentuk seperti talang air yang terletak di samping panggung, para penonton meloncat-loncat dan berjoget. Mendadak, atap runtuh dan menimpa puluhan orang di bawahnya. Penonton yang berada di atas balkon juga berjatuhan.
Panitia lalu melarikan seluruh korban ke sejumlah rumah sakit. Di tengah musibah itu, konser tetap berlanjut hingga acara selesai. Belakangan diketahui, dua mahasiswa meninggal dunia. Mereka adalah Syaiful Anwar, warga Kampung Utan, Tangerang, Banten dan Zainal Asikir, mahasiswa Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN).
Pertunjukan band yang menelan korban jiwa juga pernah terjadi di Bandar Lampung, Lampung, 19 November 2000. Saat itu, empat remaja putri, berusia antara 14 hingga 19 tahun, tewas terinjak-injak saat menonton konser kelompok musik Sheila on 7 di Gedung Olahraga (GOR) Saburai. Sedangkan delapan penonton lain terpaksa dirawat di rumah sakit [baca: Empat Tewas Dalam Konser Sheila on 7].(KEN/Raditiyo Wicaksono)