Radiasi Matahari Mengintai Penumpang Pesawat

Setelah sindrom kelas ekonomi--yaitu gangguan sirkulasi darah pada kaki, para penumpang rute penerbangan jarak jauh menghadapi ancaman radiasi lebih besar, sama dengan radiasi saat menjalani pemeriksaan sinar X.

oleh Liputan6Diterbitkan 13 Desember 2004, 07:34 WIB
Liputan6.com, Canberra: Pesawat terbang kini tumbuh menjadi sarana transportasi yang populer karena waktu tempuh yang relatif singkat dan nyaman. Namun, sebuah institut kesehatan di Australia dalam penelitiannya baru-baru ini mengemukakan, para penumpang dengan rute terbang jarak jauh berpotensi terkena radiasi matahari lebih besar. Selama empat jam mengudara, para penumpang menerima radiasi sama besar dengan radiasi saat menjalani pemeriksaan dengan sinar X.

Hasil penelitian tersebut didukung penelitian serupa yang dilakukan di Eropa. Penelitian di sana menyebutkan, para pilot dan pramugari cenderung terkena penyakit kanker kulit dan kanker payudara dua kali lebih besar dibanding yang tidak ikut penerbangan. Selain itu untuk wanita yang sedang hamil juga berisiko memperoleh bayi yang cacat akibat paparan radiasi.

Menyikapi penemuan ini, pemerintah Australia kini tengah mempelajari ancaman radiasi bagi para penumpang pesawat terbang. Namun masih belum jelas ikut atau tidaknya Negeri Kanguru terhadap langkah Uni Eropa yang menetapkan agar para penyedia jasa penerbangan memonitor paparan radiasi yang diterima para penumpang.(AIS/Yes)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya