Liputan6.com, Abidjan: Sembilan jenazah tentara penjaga perdamaian asal Prancis diterbangkan ke negaranya, Senin (8/11). Kesembilan prajurit itu tewas dalam serangan yang dilancarkan militer Pantai Gading di wilayah Utara Yamoussoukro, Sabtu silam. Situasi di Pantai Gading sendiri masih tegang menyusul insiden penyerangan yang juga melukai puluhan orang lainnya itu.
Untuk mengantisipasi keadaan, pasukan Prancis disiagakan di sejumlah kawasan ibu kota Pantai Gading, Abidjan. Mereka berjaga di sekitar kediaman Presiden Laurent Gbagbo dan sejumlah lokasi strategis lainnya pascakerusuhan dan penjarahan, Ahad kemarin [baca: Prancis Mengirim Pasukan ke Pantai Gading].
Namun, keberadaan tentara Prancis di Pantai Gading sempat memancing kemarahan warga. Kehadiran militer Prancis itu sempat dicurigai warga sebagai persiapan untuk merebut kekuasaan Presiden Gbagbo. Warga bahkan melempari tentara dengan batu dan mencari warga negara asing [baca: Massa Pro-Pemerintah Pantai Gading Merazia Warga Prancis].
Sehubungan dengan itu, Prancis menegaskan bahwa kehadiran mereka adalah untuk melindungi markas sementara yang berada di sebuah hotel di kawasan tersebut. Hingga kemarin, sebanyak 14 ribu warga Prancis telah diungsikan ke tempat yang lebih aman. Sedang, 34 tentara yang terluka telah dibawa ke Rumah Sakit Percy, Paris.(TOZ/Ijx)
Untuk mengantisipasi keadaan, pasukan Prancis disiagakan di sejumlah kawasan ibu kota Pantai Gading, Abidjan. Mereka berjaga di sekitar kediaman Presiden Laurent Gbagbo dan sejumlah lokasi strategis lainnya pascakerusuhan dan penjarahan, Ahad kemarin [baca: Prancis Mengirim Pasukan ke Pantai Gading].
Namun, keberadaan tentara Prancis di Pantai Gading sempat memancing kemarahan warga. Kehadiran militer Prancis itu sempat dicurigai warga sebagai persiapan untuk merebut kekuasaan Presiden Gbagbo. Warga bahkan melempari tentara dengan batu dan mencari warga negara asing [baca: Massa Pro-Pemerintah Pantai Gading Merazia Warga Prancis].
Sehubungan dengan itu, Prancis menegaskan bahwa kehadiran mereka adalah untuk melindungi markas sementara yang berada di sebuah hotel di kawasan tersebut. Hingga kemarin, sebanyak 14 ribu warga Prancis telah diungsikan ke tempat yang lebih aman. Sedang, 34 tentara yang terluka telah dibawa ke Rumah Sakit Percy, Paris.(TOZ/Ijx)